Pendakian Santai ke Puncak Gunung Andong

by -42 views
pendakian-santai-ke-puncak-gunung-andong

Kamu pasti tahu Gunung Andong. Gunung yang secara administratif masuk wilayah Salatiga dan Magelang ini memang sangat diminati oleh para pendaki. Alasannya, untuk mendaki gunung setinggi 1.726 mdpl ini kamu tak perlu menghabiskan banyak waktu. Pendakiannya, dari base camp sampai ke puncak, hanya memakan waktu satu sampai dua jam saja.

Waktu tempuh yang sebentar itu dan
pemandangan luar biasa yang bisa dilihat dari puncak bikin Gunung Andong cocok
sekali untuk pemula. Lumayan sekali untuk sejenak menghilangkan penat akibat
terlalu lama berada dalam hiruk pikuk kota.

Entah kenapa, saya sangat cinta dengan gunung ini. Gunung Andong adalah gunung yang paling sering saya datangi, meskipun terkadang hanya menginap saja di Base Camp Pendem dan jalan-jalan di kaki gunung.

pendakian gunung andong
Pemandangan dalam pendakian Gunung Andong/Resti Tri Noviyanti

Hanya bisa berencana

Salah satu cerita yang saya ingat
adalah perjalanan kedua kali saya ke Gunung Andong. Kali itu saya berangkat
hanya berdua saja dengan si doi.
Berangkat dari Semarang sekitar jam 23.00 WIB, sepanjang perjalanan kami
diguyur hujan. Cuaca saat itu memang sedang tak bersahabat.

Sampailah kami di base camp jam 01.00 WIB dini hari, setelah sempat nyasar karena lupa jalan ke sana. Di depan Base Camp Pendem, kami benar-benar bingung, soalnya base camp sepi, tidak ada pendaki sama sekali. Suasananya berbanding terbalik dengan saat kami ke tempat ini setahun yang lalu. Namun, karena sudah lelah dan kedinginan, suasana sepi itu tak kami hiraukan. Kami langsung tidur di pendopo base camp.

Jam 04.00 WIB pagi, kami dibangunkan oleh ibu pemilik base camp. Tak lama, teh hangat dan camilan tersaji. Kami pun ngobrol-ngobrol dengan sang ibu—yang pada akhirnya kami panggil Umi. Karena keramahannya, sebentar saja bagi Umi sampai kami dianggap seperti anak sendiri. Senangnya.

pendakian gunung andong
Jalan santai menuju puncak/Resti Tri Noviyanti

Semula, kami hendak mendaki Gunung Andong sehabis Subuh supaya bisa melihat sunrise. Tapi, Tuhan berkehendak lain. Si doi agak tidak enak badan. Apa boleh buat, akhirnya kami urungkan niat mendaki untuk menikmati matahari terbit. Umi memberi masukan agar kami mendaki siang saja saat badan sudah kembali prima.

Siangnya, setelah melakukan persiapan—termasuk
makan—kami pun memulai pendakian. Kami naik lewat utara dan turun lewat
selatan. Pendakian kali itu perlu waktu 1,5 jam. Kami memang termasuk pejalan
santai, enggan terburu-buru, dan lebih suka menikmati perjalanan itu sendiri.

Perasaan yang bercampur aduk

Ini adalah pendakian pertama setelah kecelakaan yang hampir merenggut nyawa dan mencederai tulang punggung saya. Sebenarnya saya belum boleh nanjak. Tapi, karena sudah rindu sekali dengan gunung, saya membujuk si doi untuk menemani saya.

pendakian gunung andong
Areal puncak Gunung Andong/Resti Tri Noviyanti

Makanya setiba di puncak saya sangat bersyukur sebab masih diberi kesempatan untuk menikmati keindahan alam dan keagungan Tuhan. Dari titik tertinggi Gunung Andong, kamu bisa melihat Gunung Merbabu, Merapi, Sindoro, Sumbing, Telomoyo, dan Ungaran jika hari cerah.

Hanya sebentar kami di puncak. Selepas
foto-foto dan menyaksikan keindahan alam, kami turun. Sepanjang jalan turun,
kami sering berpapasan dengan pendaki-pendaki lain. Tegur sapa terjadi. Inilah
ciri khas mendaki gunung di Indonesia.

Tapi, barangkali karena yang mendaki
Gunung Andong banyak sekali, dan banyak juga yang belum sadar akan kewajiban
menjaga kelestarian alam, banyak sampah berserakan yang kami temukan sepanjang
jalur pendakian. Andai saja kami membawa kresek lebih—bukan cuma satu—atau trash bag pastilah kami akan bisa
memungut lebih banyak sampah. Pasti gunung akan jadi lebih asri seandainya
makin banyak pendaki yang membawa sampahnya turun.

Sebentar saja, kami sudah kembali ada
di base camp. Perasaan saya campur aduk, antara senang bisa ke Gunung Andong
lagi dan kecewa karena sampah-sampah yang mengotori jalur.

Di
tempat Umi, kami melepas penat dahulu—tiga hari—sebelum kembali ke kota.
Makanan yang enak tapi murah itu memang bikin betah.

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *