Zelenskyy: Ukraina Menunggu Kedatangan Lebih Banyak Senjata Canggih | DW | 03.06.2022

by -8 views
zelenskyy:-ukraina-menunggu-kedatangan-lebih-banyak-senjata-canggih-|-dw-|-0306.2022

Menandai 100 hari sejak invasi Rusia Jumat (3/6), Ukraina harapkan kedatangan tambahan bantuan senjata berat. Pertempuran sengit berkecamuk di wilayah Donbas, yang sebagian besar sudah dikuasai pasukan Rusia.

Menandai 100 hari sejak invasi Rusia ke negaranya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, Ukraina mengharapkan kedatangan lebih banyak sistem tempur modern dari negara lain. Antara lain Swedia hari Kamis (2/6) mengumumkan mereka akan mengirim paket baru bantuan militer. Awal pekan ini, Jerman juga mengumumkan akan mengirim senjata tambahan ke Ukraina, termasuk senjata berat.

Volodymyr Zelenskyy dalam pidato video mengatakan, pertempuran brutal terus berlanjut di wilayah Donbas di timur Ukraina, khususnya di sekitar kota Severodonetsk.

“Ini yang paling sulit di sana sekarang,” katanya. “Seluruh wilayah yang diduduki… sekarang menjadi zona bencana yang lengkap, di mana Rusia memikul tanggung jawab penuh.”

“Semakin lama perang berlangsung, semakin keji, memalukan, dan sinis,” tambahnya. 80 persen wilayah Donbas telah direbut Rusia, tetapi pasukan Ukraina melakukan perlawanan keras.

Presiden Zelenskyy mengatakan, pasukan Ukraina berhasil mempertahankan pusat industri yang berada di wilayah Luhansk. Gubernur regional Luhansk Sergiy Gaiday mengatakan di media sosial Telegram,  “selama 100 hari, mereka telah meratakan segalanya”. Dia menuduh Rusia menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan jalan.

“Tapi kami semakin kuat. Kebencian terhadap musuh dan keyakinan pada kemenangan membuat kami tak tergoyahkan,” tegasnya.

Kota Severodonetsk di kawasan Luhansk yang jadi perebutan sengit

Kota Severodonetsk di kawasan Luhansk yang jadi perebutan sengit

Bertahan di zona industri

Pasukan Ukraina masih menguasai zona industri, kata Gaiday, sebuah situasi yang mengingatkan pada Mariupol, di mana pabrik baja besar telah menjadi tempat bertahan terakhir, sebelum pasukan Ukraina akhirnya menyerah pada akhir Mei.

Pabrik Azot di Severodonetsk, salah satu pabrik kimia terbesar di Eropa, menjadi sasaran serangan Rusia yang menembaki gedung administrasi dan gudang tempat penyimpanan metanol.

Sementara situasi di Lysychansk – kota kembar Severodonetsk yang terletak tepat di seberang sungai – juga tampak semakin mengerikan. Sekitar 60 persen infrastruktur dan perumahan telah hancur. “Jaringan internet, jaringan seluler dan jaringan gas terputus”, kata Wali Kota Oleksandr Zaika. “Penembakan semakin kuat setiap hari,” katanya.

Sejak invasi Rusia 24 Februari lalu, ribuan orang tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi, sementara Presiden Zelenskyy mengatakan hingga 100 tentara Ukraina tewas setiap hari di medan perang.

  • Peluru kendali Javelin yang sudah digunakan dalam perang di Ukraina

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Amerika Serikat, Beragam Senjata

    Pentagon memasok beragam persenjataan ke Ukraina senilai 2,5 miliar USD. Antara lain peluru kendali anti pesawat terbang Javelin buatan Inggris (foto). Selain itu, AS merencanakan pengiriman 300 kendaraan lapis baja dan sejumlah meriam artileri yang bisa dikendalikan lewat GPS lengkap dengan amunisinya. Juga Washington akan kirim 11 helikopter transport tipe MI-17 buatan Uni Sovyet.

  • Drone Switchblade untuk Ukraina yang dijuluki rudal ransel

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Amerika Serikat, Drone Switchblade

    AS juga mengirim sekitar 300 Drone Switchblade yang dipuji gampang dikendalikan dan tidak perlu stasiun peluncur canggih di darat. Dengan bobot hanya beberapa kilogram Switchblade bisa diangkut dengan ransel dan punya daya jelajah hingga 10 km. Drone sekali pakai ini bisa dikendalikan secara presisi untuk diledakkan menghancurkan target musuh.

  • Tank anti serangan udara tipe Gepard buatan Jerman

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Jerman, Tank Gepard

    Pemerintah Jerman sudah menyetujui pengiriman senjata berat, berupa tank anti serangan udara jenis Gepard. Dikembangkan tahun 1970-an, tank ini selama tiga dekade jadi tulang punggung sistem pertahanan anti serangan udara Jerman. Dilengkapi meriam kaliber 23mm yang mampu menembus lapis baja, dulu terutama dirancang untuk melumpuhkan helikopter tempur MI-24 buatan Rusia.

  • MiliterUkraine mengujicoba Drone Bayraktar TB2 UAV

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Turki, Drone Bayraktar

    Turki sudah memasok 20 drone tempur Bayraktar TB2 ke Ukraina. Penjualan drone ini pada tahun 2021 mulanya tidak ada kaitannya dengan perang yang dilancarkan Rusia. Tapi seiring perkembangan situasi di Ukraina, drone buatan Turki ini jadi salh satu senjata berat yang dikirim ke Ukraina dari salah satu anggota NATO.

  • Praha mengirim amunisi dan tank tipeT-72 M4 buatan Uni Sovyet ke Ukraina

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Republik Ceko, Tank T-72 M4

    Republik Ceko menjadi negara pertama anggota NATO yang mengirim senjata berat ke Ukraina. Bulan Januari 2022 seiring penguatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, Praha mengirim amunisi dan granat anti panser. Setelah invasi Rusia, Republik Ceko mengirimkan tank tipeT-72 M4 buatan Uni Sovyet (foto) dan panser tipe MBP.

  • Jet tempur MiG-29 Poolandia yang rencananya akan diserahkan ke Ukraina

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Polandia, MIG-29

    Polandia merencanakan pengiriman sejumlah pesawat tempur tipe MIG-29 buatan Rusia ke Ukraina lewat negara ketiga. Namun NATO menolak rencana ini, karena dengan itu berarti pakta pertahanan Atllantik Utara akan dianggap terlibat secara langsung dalam perang di Ukraina. Warsawa akhirny hanya mengirim senjata tempur dan amunisinya.

  • Roket anti panser tipe AT4 dalam latihan perang di Polandia

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Negara NATO Lain, Akan Kirim Senjata Taktis

    Anggota NATO lainnya seperti Inggris, Prancis, Belanda, Belgia dan Kanada sudah menjanjikan pengiriman bantuan persenjataan ke Ukraina. PM Inggris Boris Johnson sesumbar akan mengirim rudal anti armada laut, sementara PM Belanda Mark Rutte menjanjikan akan mengirim panser tempur. Namun sejauh ini belum ada yang melakukan pengiriman senjata (as/yf)

    Penulis: Agus Setiawan


Minta lebih banyak „senjata paling modern” dari Jerman

Ketua parlemen Ukraina Ruslan Stefanchuk yang sedang berkunjung ke Jerman menyerukan pengiriman cepat sistem senjata dari Jerman. Saat mengunjungi Berlin, dia menyatakan akan mengundang Kanselir Jerman Olaf Scholz ke Kyiv untuk “memberikan pidato di parlemen Ukraina.”

“Sangat penting bagi kami untuk mencairkan es, dan bahwa Ukraina memiliki kesempatan untuk mendapatkan senjata terbaru dan paling modern dari Jerman,” katanya.

Dia juga mendesak Berlin untuk mengirim lebih banyak senjata, dengan mengatakan bahwa Kyiv membutuhkan “senjata berat seperti howitzer, peluncur roket, sistem pertahanan udara dan senjata anti-kapal.”

Ruslan Stefanchuk menambahkan, jika Ukraina kalah perang, pasukan Rusia akan berada di negara-negara Baltik dan Polandia dalam waktu satu bulan. Mengomentari kemungkinan gencatan senjata dengan Moskow, Stefanchuk menegaskan, “ada garis merah bagi kami. Kami tidak akan menyerahkan wilayah kami – baik Donbas maupun Krimea.”

hp/as (afp, rtr, ap, dpa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.