25.6 C
Jakarta
Tuesday, May 17, 2022

WWF: Perdagangan Ilegal Satwa Liar secara Online Meningkat di Myanmar | DW | 01.04.2022

WorldWWF: Perdagangan Ilegal Satwa Liar secara Online Meningkat di Myanmar | DW | 01.04.2022

Sebuah laporan oleh World Wildlife Fund (WWF) menunjukkan semakin banyak pembelian ilegal satwa liar secara online di Myanmar, mengancam populasi spesies yang terancam punah dan kesehatan masyarakat.

Penjualan satwa liar di Laos

Dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh World Wildlife Fund ini, seorang wanita menjual biawak, tupai, dan burung liar di pasar Attapeu, Laos

Laporan yang dirilis oleh World Wildlife Fund (WWF) pada Jumat (01/04) menemukan bahwa penegakan larangan transaksi ilegal satwa liar secara online di Myanmar telah melemah di tengah gejolak politik setelah kudeta militer tahun 2021.

Menurut laporan tersebut, aktivitas jual beli yang hampir semuanya melibatkan hewan hidup naik 74% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 11.046 transaksi. Dari 173 spesies yang diperdagangkan, 54 diantaranya adalah spesies yang terancam punah secara global.

Peneliti mengidentifikasi 639 akun Facebook milik pedagang satwa liar. Grup perdagangan online terbesar memiliki lebih dari 19.000 anggota dan belasan postingan per minggu. Hewan-hewan yang dibeli dan dijual diantaranya termasuk gajah, beruang, siamang, kijang Tibet, trenggiling, dan kura-kura raksasa Asia. Yang paling populer adalah berbagai spesies monyet yang sering dibeli sebagai hewan peliharaan.

Sebagian besar hewan yang diiklankan untuk dijual diambil dari alam liar. Hewan yang diperdagangkan diantaranya termasuk musang dan trenggiling yang telah diidentifikasi sebagai vektor potensial dalam penyebaran penyakit seperti SARS dan COVID-19.

Risiko mutasi penyakit baru

Shaun Martin, yang mengepalai proyek kejahatan dunia maya WWF wilayah Asia-Pasifik, mengatakan pemantauan perdagangan satwa liar online menunjukkan spesies yang berbeda disimpan berdekatan, bahkan terkadang di kandang yang sama.

“Dengan rekam jejak Asia sebagai tempat berkembang biaknya banyak penyakit zoonosis baru-baru ini, peningkatan tajam dalam perdagangan online satwa liar di Myanmar sangat memprihatinkan,” katanya

Para ahli mengatakan, perdagangan spesies liar yang tidak diatur dan interaksi yang dihasilkan antara spesies liar dan manusia meningkatkan risiko mutasi penyakit baru. COVID-19 adalah salah satu dari banyak penyakit yang bermula dari hewan.

“Perdagangan satwa liar ilegal menjadi perhatian serius dari sudut pandang pelestarian dan konservasi keanekaragaman hayati dan potensi dampaknya terhadap keamanan kesehatan,” kata Mary Elizabeth G. Miranda, pakar penyakit zoonosis dan CEO Alumni Program Pelatihan Epidemiologi Lapangan Yayasan di Filipina.

  • Indonesien Illegaler Handel vom Schuppentier Pangolin (picture-alliance/Zuma/I. Damanik)

    Satwa Langka Asia Paling Diburu

    Trenggiling

    Inilah mamalia paling banyak diburu di dunia. Populasi Trenggiling paling banyak di temukan di Indonesia. Setiap tahunnya Indonesia kehilangan 10 ribu trenggiling akibat perburuan liar. Sementara populasinya di dunia telah berkurang sebanyak 80 persen dalam 20 tahun terakhir. Trenggiling termasuk hewan yang lamban bereproduksi, serta memiliki tingkat kematian yang tinggi.

  • Sumatra Nashorn (cc-by-sa-Charles W. Hardin)

    Satwa Langka Asia Paling Diburu

    Badak Sumatra

    Badak Sumatra adalah badak terkecil di dunia. Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menempatkan badak Sumatra dalam daftar merah hewan yang terancam punah. Diprediksi populasinya kurang dari 100 ekor di dunia. Sementara itu, badak Afrika laris diburu culanya. Di Vietnam, cula badak dianggap sebagai simbol kemapanan. Sebagian masyarakat mengkonsumsinya sebagai pengobatan tradisional.

  • Serau (imago/Nature Picture Library)

    Satwa Langka Asia Paling Diburu

    Kambing Gurun

    Kambing gurun banyak diburu karena daging dan anggota tubuh lainnya yang bisa dihargai sangat tinggi. Masyarakat di Laos banyak mengkonsumsi hewan ini sebagai pengobatan tradisional.

  • Sun Bear Bär Malaysia Frankfurt Zoo (AP)

    Satwa Langka Asia Paling Diburu

    Beruang

    Di zona segitiga emas (Thailand, Laos dan Myanmar) penangkaran beruang kian marak, baik beruang hitam Asia juga beruang matahari. Tentunya mereka berasal dari perburuan liar. Mereka dikurung dalam kandang yang sempit. Di sini empedu mereka diambil untuk pengobatan tradisional.

  • Sumatraelefanten (picture alliance/dpa)

    Satwa Langka Asia Paling Diburu

    Gajah

    Gajah di Asia dan Afrika makin diburu akibat perdagangan kulit dan gading gajah yang terus meluas. Sementara di Indonesia, status gajah Sumatra sudah ditetapkan sangat terancam punah. Hal ini disebabkan oleh habitat yang makin mengecil. Dalam 25 tahun terakhir gajah Sumatra kehilangan 69 persen lahan habitat.

  • Gaur (picture-alliance/blickwinkel/McPhoto/J. Bitzer)

    Satwa Langka Asia Paling Diburu

    Gaur

    Dikenal juga sebagai lembu raksasa. Hewan mamalia pemakan tumbuhan ini banyak diburu tanduknya untuk dijadikan hiasan dinding. Gaur banyak ditemukan di Asia Selatan, seperti India, juga di beberapa negara Asia Tenggara.

  • Symbolbild - Sumatra-Tiger (Getty Images/D. Kitwood)

    Satwa Langka Asia Paling Diburu

    Harimau

    Banyak diselundupkan dan ditangkar juga di kawasan segitiga emas. Kulit macan dijadikan perhiasan dan barang mewah, juga anggota tubuh lainnya digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional dan campuran minuman anggur Cina. Harimau Sumatra juga menghadapi konflik lain seperti minimnya hewan buruan, juga berkurangnya lahan habitat.

  • BdT Maleo-Hühner im Vogelpark (picture-alliance/dpa/H. Hollemann)

    Satwa Langka Asia Paling Diburu

    Burung Maleo

    Burung endemik asal Sulawesi Utara ini banyak diburu saat masih di dalam telur. Namun telur burung Maleo juga dipercaya dapat mengobati penyakit. Ancaman kepunahan lainnya datang dari kondisi tanah di habitatnya semakin buruk. Burung Maleo biasa mengerami telurnya di dalam galian tanah berpasir. Di habitatnya di Sulawesi Utara, populasi burung Maleo turun 90 persen sejak tahun 1950-an.

  • Philipinen - Zoll entdeckt Koffer voll Schildkröten (picture-alliance/AP Photo/Bureau of Customs)

    Satwa Langka Asia Paling Diburu

    Kura-Kura

    Permintaan akan hewan ini datang dari seluruh dunia. Kura-kura diperdagangkan baik dalam kondisi hidup atau sudah dijadikan sebagai hiasan. Banyak juga kura-kura yang berakhir di meja makan. Teks: ga/ap (wwf.panda.org, indonesia.wcs.org)


Dikirim menggunakan bus

Media sosial dan platform online lainnya di seluruh dunia telah berupaya menindak perdagangan ilegal burung, reptil, mamalia, dan satwa lainnya. Di Myanmar, sebagian besar perdagangan satwa liar dilakukan melalui Facebook. Koalisi untuk Mengakhiri Perdagangan Satwa Liar online telah memblokir atau menghapus akun orang-orang yang terlibat dalam transaksi tersebut. Namun, seperti yang terjadi di tempat lain, akun baru sering kali muncul tak lama setelah akun lama diblokir, sehingga menghambat penindakan, catat laporan itu.

Menyoroti kurangnya penegakan hukum, orang-orang yang terlibat dalam perdagangan satwa liar ilegal di Myanmar sering menggunakan metode sederhana untuk memindahkan hewan dan produk hewan – dengan bus menjadi alat transportasinya.

Studi oleh WWF di Myanmar berfokus pada perdagangan online hewan dan makhluk lain di dalam negeri, meskipun ada beberapa impor dari negara tetangga Thailand, terutama burung seperti burung enggang dan kakatua jambul salmon.

Beberapa kesepakatan mungkin melibatkan hewan atau beberapa bagian hewan yang dikirim ke Cina, menurut laporan tersebut. Kelompok konservasi mengatakan pihaknya merencanakan studi di masa depan untuk lebih memahami peran Myanmar dalam perdagangan global spesies yang terancam punah.

yas/ha (AP)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles