32.8 C
Jakarta
Thursday, May 19, 2022

WWF Ajak Masyarakat Ikut Gerakan Earth Hour, Satu Jam Matikan Lampu – kbr.id

BeritaWWF Ajak Masyarakat Ikut Gerakan Earth Hour, Satu Jam Matikan Lampu - kbr.id
WWF Ajak Masyarakat Ikut Gerakan Earth Hour, Satu Jam Matikan Lampu

Ilustrasi gerakan earth hour, mematikan lampu selama satu jam

KBR, Jakarta- Perubahan iklim yang terjadi saat ini membuat banyak negara, berlomba memperbaiki alam mereka demi keberlangsungan hidup generasi selanjutnya. Earth Hour menjadi salah satu gerakan besar yang rutin diikuti 190 negara dan melibatkan miliaran orang.

Tahun ini, Earth Hour atau gerakan mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam itu akan berlangsung pada Sabtu, 26 Maret, pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat. Pimpinan Yayasan WWF Indonesia, Aditya Bayunanda mengajak semua masyarakat untuk bersatu dalam momen refleksi hubungan antar manusia dan planetnya.

“Kami berharap dari earth hour ini semua baik teman-teman, komunitas semua pencinta lingkungan kita mengajak teman-teman, saudara-saudaranya tetangganya, komunitas yang lain untuk juga mengetahui bahwa ini bukan hanya sekadar mematikan lampu. Tapi ini adalah untuk menunjukkan bahwa kita memang mempunyai kepedulian and are willing to take an action. Mari kita bersama-sama mengambil peran, menentukan masa depan kita demi Indonesia dan dunia,” kata Aditya saat konferensi pers daring, Kamis ( 24/03/22).

Aditya mengatakan, gerakan Earth Hour ini akan berlangsung di 30 titik di seluruh Indonesia seperti Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Islamic Centre di Mataram, dan Monumen Jayandaru Sidoarjo. Ketiga lokasi itu akan menjadi bagian dalam momen mematikan lampu secara simbolis.

Aditya juga berharap gerakan Earth Hour bisa menyelamatkan bumi di tengah krisis iklim yang terjadi, dan mengurangi dampak kerusakan alam yang sudah dirasakan, seperti cuaca ekstrim, berbagai ancaman bencana alam hingga pandemi Covid-19.

“Bersama-sama kita berharap bahwa akan ada gerakan-gerakan positif lain dalam mendorong perubahan perilaku manusia dan bagaimana setiap individu dapat berperan dalam menyelamatkan bumi,” tambahnya.

Menurut data WWF Indonesia, sejak pertama diinisiasi tahun 2009 hingga 2021, Earth Hour telah didukung oleh pemerintah daerah di 200 kota, dan digerakkan oleh 1.068 volunter aktif yang tersebar di 30 daerah. Bahkan tahun lalu, dua juta penduduk juga telah ikut dalam gerakan ini.

Selain itu, sejak 2014 sampai 2021, Komunitas Earth Hour juga terlibat aktif dalam menginisiasi program konservasi untuk melakukan transplantasi terumbu karang, sebanyak 1.460 pada 5 titik lokasi di Bali dan pembibitan serta penanaman mangrove sebanyak 13.110 bibit di Bali, Surabaya, Balikpapan, Aceh, Tangerang, dan Serang.

Baca juga:

Perubahan Iklim, Jokowi: Butuh Aksi Nyata

Tak Perhatikan Dampak Perubahan Iklim, Indonesia Berpotensi Rugi Hingga Rp544 Triliun

Editor: Dwi Reinjani

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles