Viral Politisi India Hina Nabi Muhammad; Begini Perlakuan Rasulullah Terhadap Para Penghinanya

by -5 views
viral-politisi-india-hina-nabi-muhammad;-begini-perlakuan-rasulullah-terhadap-para-penghinanya

BincangSyariah.Com– Politis India tengah viral. Nupur Sharma, politisi muda India Hina Nabi Muhammad. Sontak saja, akibat hinaan itu pelbagai kecaman pun berdatangan dari dunia internasional, terlebih dari negara mayoritas muslim. 

Di tanah air, seruan boikot India menggema di Twitter. Di pelbagai daerah, terdapat pelabagi kecaman yang ditujukan pada India. Sebab hinaan politisi India pada Nabi Muhammad. 

Pada pihak lain, ada juga yang menyerukan untuk mengusir warga negara India di Indonesia. Pasalnya, hinaan politisi India itu telah menyakiti umat muslim di tanah air. Lantas bagaimana sikap kita terhadap hinaan terhadap Rasulullah itu? Apakah harus menghina balik dan memprovokasi orang untuk melakukan kekerasan? Pun bagaimana sikap Nabi terhadap para penghina.

Perlakuan Rasulullah Terhadap Para Penghinanya

Sudah umumnya manusia, yang tidak disuka, pasti ia hina. Demikian hereditas manusia. Lain halnya dengan Nabi Muhammad Saw, beliau memang manusia, namun beliau tidak seperti manusia pada umumnya. Sampai seorang syair mendendangkan sebuah gubahan yang indah, bunyinya

محمد بشر لا كالبشر # بل هو كالياقوت بين الحجر

Muhammad adalah manusia biasa, namun  bukan seperti manusia biasa lainnya. karena Ia (dengan manusia lainnya) bagaikan batu mulia di banding sembarang batu lainnya.

Dari syair ini, kita bisa mengetahui bahwa Rasulullah Saw mempunyai keistimewaan tersendiri. Di antaranya adalah tabah dalam menghadapi hinaan, bahkan lebih dari itu, beliau sabar disakiti. Jika manusia pada umumnya memaksa sabar atas ujian yang dihadapinya, tidak dengan Rasulullah saw. 

Beliau memang benar-benar sabar dalam menghadapi perlakuan manusia. Baik berupa verbal maupun non verbal. 

Berkali-kali beliau dihina oleh orang yang hidup di masanya, beliau dihina sebagai tukang sihir, orang gila, dukun, pendusta dan orang yang terputus keturunannya (sebab semua anak laki-laki beliau meninggal dunia, keadaan ini dikenal dengan frasa Abtar). 

Namun, karena beliau memang dinash oleh Allah azza wa jalla, sebagai figur yang luhur budi pekertinya. Maka tidak sedikitpun beliau membalas mereka, bahkan justru beliau mendoakan mereka agar mendapatkan hidayah.  Setidaknya Rasul 3 kali mendoakan ummatnya, agar mereka diberi hidayah. 

Yaitu ketika mendapatkan penolakan dakwah dari Klan Tsaqif, Klan Daus dan Kafir Quraisy. Segenap sahabatnya Rasulullah saw meminta untuk beliau berdoa kepada Allah agar membalas perlakuan jahat mereka, namun ternyata justru beliau memanjatkan doa agar mereka diberi hidayah. 

Dan juga ketika beliau disakiti kafir Quraisy, Malaikat Jibril datang kepada beliau, dengan Menyampaikan bahwa Gunung Uhud sudah ada di tangan, tinggal dihantamkan kepada mereka.

Lagi-lagi Rasulullah saw menolaknya, sebab beliau beranggapan bahwa  mungkin saja, keturunan mereka ada yang Islam. (Syahdan ternyata ada beberapa Tokoh Islam yang lahir dari penggedenya orang Kafir, semisa Ikrimah bin Abu Jahal) 

Kalau bukan Nabi, hampir mustahil ada orang semacam ini. Inilah yang membuktikan kenabian beliau, rasa sayangnya pada ummatnya, mengalahkan pada perasaannya. Dari kisah demikian, kita juga bisa mengambil hikmah bahwa kita harus rahmat terhadap alamin, yakni kepada segenap makhluk yang ada. 

Bukan hanya rahmat terhadap kaum muslimin saja. Dengan demikian Islam terpromosikan secara masif, sehingga banyak yang jatuh cinta, lalu banyak yang masuk pada agama yang dibawanya. 

Adalah wajar, jikalau kita tidak responsif atas perlakuan seseorang terhadap yang kita cintai. Sehingga Benar adanya, jika yang kita cintai dilukai, pasti kita juga merasa tersakiti. Pasti ada rasa ingin membalasnya, demikian juga sahabatnya Rasulullah saw. 

Namun, alangkah baiknya jika kita membela figur yang jadi role model budi luhur, maka kita juga membelanya juga dengan cara yang terhormat. Mari kita contoh Rasulullah saw, yang justru mendoakan orang-orang yang menghinanya.

Adapun jika memang kelewat batas, mak tempuhlah cara yang baik. Bisa lewat jalur diplomatik, ataupun jalur hukum. 

Sebagai ummatnya, kita wajib menjaga kehormatannya. Justru dipertanyakan sikap kita, jika tidak ada respon di saat orang lain menghina Nabi kita. Namun, Jika melihat kemungkaran, maka rubahlah semampunya. Bisa dengan perbuatan atau lisan.

Jika tidak mampu melakukan keduanya, maka harus ingkar. Namun yang demikian, adalah lemah-lemahnya iman. 

Demikian penjelasan mengenai sikap Rasulullah saw dalam menghadapi para penghinanya, sungguh mulia sikapmu wahai Nabi. Akui kami sebagai ummatmu, serta teguhkanlah rasa cinta kami terhadapMu. Amin ya rabb.

Keterangan ini disarikan dari literatur sirah nabawiyyah yang berjudul Al-Sirah Nabawiyyah Anggitan Raghib Al-sirjani, Juz 41 halaman 8. Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa alih. (Baca juga: Strategi Nabi Muhammad dalam Perang Uhud).

Demikian penjelasan terkait viral politisi India hina Nabi Muhammad; begini perlakuan Rasulullah terhadap para penghinanya. (Baca juga: Kisah Fudhail bin Iyadh Ditegur Nabi Muhammad)

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.