31.1 C
Jakarta
Wednesday, May 25, 2022

Viral Ibu Bunuh 3 orang Anaknya; Berikut Larangan Membunuh Anak dalam Pandangan Al-Qur'an | Bincang Syariah

IslamiViral Ibu Bunuh 3 orang Anaknya; Berikut Larangan Membunuh Anak dalam Pandangan Al-Qur'an | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Viral ibu membunuh 3 orang anaknya, berikut larangan membunuh anak dalam Pandangan Al-Qur’an. Yang dalam Islam, tindakan ini merupakan dosa yang sangat besar.

Baru-baru ini jagad media kembali dibikin heboh dengan informasi tentang sosok seorang ibu dengan tega membunuh buah hatinya secara tragis. Kasus terjadi di Brebes, Jawa Tengah.

Seorang ibu diduga tega menggorok leher anak-anaknya sehingga menyebabkan seorang anaknya (7 tahun) meninggal dunia serta dua anak lainnya (10 dan 4.5 tahun) terluka dan kritis hingga dilarikan ke rumah sakit terdekat. 

Seorang ibu tersebut seperti terpaksa melakukan itu karena depresi. Dalam video yang beredar, ibu tersebut dengan tegas mengatakan ingin disayang dan tak ingin anaknya merasakan hidup susah sebagaimana telah ia rasakan.

Berikut kalimat yang diucapkan oleh ibu tersebut saat ditanya kenapa melakukan perbuatan tak sepatunya tersebut:

“Saya ingin disayang suami. Tapi suami sering nganggur, saya nggak sanggup,” tutur perempuan muda itu yang sudah diamankan polisi, seperti dikutip Radar Tegal (Jawa Pos Group), Senin (21/3)”.

Sampai detik ini belum ada yang dapat memberikan kesimpulan secara general terkait apa penyebab utama sehingga ibu itu tega melakukan sebuah perbuatan yang bertentangan dengan aturan yang semestinya.

Seorang ibu seharusnya memberikan curahan kasih sayang kepada anak-anaknya melalui pendidikan cinta agar anak-anaknya dapat merasakan kasih sayangnya. Namun yang terjadi adalah di luar harapan mereka.

Saya pribadi juga ikut prihatin dan belasungkawa dengan kejadian tersebut. Tulisan ini merupakan sebuah pesan buat siapapun, termasuk diri penulis sendiri, untuk lebih mengedepankan sikap etis dan kritis dalam menyikapi sebuah persoalan agar lebih bijak dan arif supaya tidak gegabah berbuat sesuatu, apalagi perbuatan tersebut sama sekali tidak dibenarkan. 

Orang tua yang baik seharusnya bisa menjadi guru dan pendidik yang baik dalam keluarga. Karena pendidikan terbaik tersebut adalah keluarga itu sendiri. Dalam buku parenting karya Okinawa Fitriani, dijelaskan orang tua yang baik adalah yang mampu memahami dan mengetahui segala sesuatu mengenai anaknya, meliputi kebiasaan, jadwal, hal-hal yang disukai maupun yang tidak disukainya.

Anak yang merasa dipahami akan lebih terbuka untuk lebih mendengarkan dan melakukan apa yang dikatakan orang tua. 

Tindakan seorang ibu di Brebes tersebut sudah menyalahi kaedah di atas, di mana seharusnya hak anak adalah mendapatkan kasih sayang, didengarkan, dipahami, namun yang terjadi malah sebaliknya. Para anaknya diperlakukan secara tidak wajar.

Anehnya lagi cara tersebut dipandangnya sebagai solusi konkret untuk menyelamatkan anak-anak dari berbagai kegelisahan yang dialaminya. Padahal sudah jelas terdapat larangan membunuh anak, baik dalam hukum Islam dan hukum negara. Itu tindakan tidak terpuji.

 Anak dalam pandangan Alquran

Alquran memandang anak sebagai titipan Allah SWT. Ia dikirimkan ke orang tua untuk diberikan pendidikan yang baik, supaya tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, dan membekalinya dengan keimanan yang ideal.

Terkait dengan kekerasan terhadap anak, Alquran juga tidak membenarkan cara seperti itu. Pendidikan kekerasan dalam rumah tangga adalah pembunuh terhadap karakter agama–yang seharusnya dibangun dalam rumah tangga.

Dengan demikian, tindakan yang dilakukan oleh orang tua di Brebes meskipun dengan alasan menyelamatkan sekalipun sama sekali tidak dibenarkan.

Cara atau perbuatan yang dilakukan oleh seorang ibu tersebut dipandang sangat tidak terpuji. Berikut teguran keras dari Alquran:

قل تعالوا أتل ما حرم ربكم عليكم ألا تشركوا به شيئاً وبالوالدين إحساناً ولا تقتلوا أولادكم من إملاق نحن نرزقكم وإياهم ولا تقربوا الفواحش ما ظهر منها وما بطن ولا تقتلوا النفس التي حرم الله إلا بالحق ذلكم وصاكم به لعلكم تعقلون

Katakanlah: ” Marilah Kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. 

Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang tampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”.

Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya). QS. Al-An’am (6): 151).

وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar” (QS. Al-Isra’ (17): 31).

Kedua ayat di atas sama-sama tidak membenarkan (mengharamkan) perbuatan pembunuhan terhadap anak. Pada surat Al-An’am ayat 151 menggunakan redaksi (من املاق  ) dan (نحن نرزقكم واياهم), yang menunjukkan maksud bahwa orang miskin yang tengah mengalami kelaparan (kekurangan ekonomi) sekalipun tetap tidak diperkirakan membunuh anak-anaknya dengan alasan apapun termasuk karena kelaparan yang tengah dialaminya;

Sementara pada surat Al-Isra’ (17) menggunakan redaksi (خشية املاق) dan  (نحن نرزقهم واياكم) mengisyaratkan kelaparan itu sendiri belum terjadi (menimpa orang kaya). Hanya saja karena khawatir dengan kehadiran anak dapat menyebabkan berkurangnya perekonomian disebabkan anak-anak mereka turut ikut memakan hartanya.

Untuk menghilangkan rasa keraguan yang berlebihan tersebut kemudian Allah SWT meyakinkan hamba-hamba-Nya di muka bumi dengan menurunkan ayat-ayat Alquran yang memberikan teguran keras agar tidak  meragukan keagungan dan kekuasaan Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pemberi Rezeki. Apalagi Allah SWT sendiri telah menjamin rezeki masing-masing hamba-hamba-Nya.

Biar bagaimanapun, anak adalah titipan Allah untuk para orang tua agar diberikan pendidikan dan kasih sayang yang baik. Allah SWT sangat memberikan jaminan berupa kecukupan rezeki bagi siapa saja, termasuk juga orang-orang yang tidak beriman kepada Allah sekalipun. 

Alhasil, tidak usah takut bagi siapapun saja dengan kehadiran anak, baik mereka yang kaya maupun yang miskin–bahkan sangat miskin sekalipun. Karena Allah SWT telah menjamin rezeki anak-anak dan orang tuanya. Allah SWT Maha Kaya.

Allah tidak akan pernah kekurangan meskipun hamba-Nya terus bertambah tiap-tiap hari di muka bumi. Maha Suci Allah dari semuanya. Demikian penjelasan terkait larangan membunuh anak dalam Pandangan Al-Qur’an. Semoga bermanfaat. (Baca: Tafsir Surah Luqman Ayat 13-15: Nasihat Pertama Luqman Terhadap Anaknya)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles