Vaksin Johnson&Johnson Diklaim Ampuh dan Hanya Perlu Satu Dosis

by -5 views
vaksin-johnson&johnson-diklaim-ampuh-dan-hanya-perlu-satu-dosis

Vaksin Johnson & Johnson yang sudah berizin di AS, jadi bantuan baru dalam perangi Covid-19. Vaksin ini terbukti berikan perlindungan pada virus varian Brazil dan Afrika Selatan. Uni Eropa sudah memesan jutaan dosis.

Vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson diklaim ampuh dan sudah mendapat izin edar di AS dari lembaga pengawas obat-obatan federal FDA akhir Februari lalu. Ini merupakan vaksin keempat, yang mendapat izin setelah BioNTech/Pfizer, Moderna dan AstraZeneca. Vaksin ini juga dilaporkan ampuh melindungi dari virus mutasi varian Brazil dan varian Afrika Selatan.

Vaksin Johnson&Johnson berasal dari vektor virus, yakni berbasis virus flu dan secara desain mirip seperti vaksin AstraZeneca. Kedua jenis vaksin ini berkonsentrasi pada “protein spike” di permukaan virus corona SARS-Cov-2, yang memicu jawaban imunitas perlindungan tubuh.

Perusahaan farmasi tersebut sudah mengajukan permohonan izin darurat dari lembaga pengawas obat-obatan Uni Eropa EMA. Diharapkan pekan ini juga EMA akan memberikan lampu hijau.

  • Pfizer und BioNTech

    Vaksin Covid-19 yang Sudah Siap Pakai dan Masuki Uji Fase Akhir

    Vaksin BioNTech/Pfizer dari Jerman

    Perusahaan Bio-farmasi BioNTech dari Jerman yang digandeng Pfizer dari AS menjadi yang pertama umumkan sukses memproduksi vaksin anti-Covid-19 yang diberi nama BNT162b2 dengan efektifitas 95%. Vaksinnya sudah mendapat izin. Vaksinasi massal di AS dan Jerman dimulai bulan Desember 2020. Satu-satunya kendala, vaksin harus didinginkan hingga minus 70°C sebelum dipakai.

  • Moderna AS

    Vaksin Covid-19 yang Sudah Siap Pakai dan Masuki Uji Fase Akhir

    Vaksin Moderna dari Amerika Serikat

    Perusahaan Bio-farmasi Moderna dari AS menyusul umumkan sukses dengan vaksin yang diberi nama mRNA-1273 dengan efektifitas 94,5%. Belum lama ini UE izinkan vaksin. Sama dengan BioNTech, vaksin dikembangkan dengan teknologi teranyar berbasis mRNA virus. Keunggulan vaksin Moderna adalah hanya perlu pendinginan minus 30° C dan tahan seminggu dalam lemari pendingin biasa.

  • Foto ilustrasi: Vaksin Corona AstraZeneca

    Vaksin Covid-19 yang Sudah Siap Pakai dan Masuki Uji Fase Akhir

    Vaksin AstraZeneca/Oxford dari Inggris

    Perusahaan farmasi AstraZeneca dari Inggris menjadi yang ketiga umumkan sukses uji coba vaksin yang ampuh 70% hingga 90%. Pengembangan vaksin menggandeng para ilmuwan dari Oxford University. Unsur aktifnya AZD1222 berasal dari gen virus corona yang dilemahkan dan sudah diuji klinis pada 60.000 responden.

  • Vaksin Corona Sinovac

    Vaksin Covid-19 yang Sudah Siap Pakai dan Masuki Uji Fase Akhir

    Vaksin Sinovac dari Cina

    Perusahaan farmasi Sinovac Biotech dari Cina sedang menuntaskan fase tiga uji klinis vaksin Covid-19 dengan sekitar 29.000 responden. Uji klinis skala besar dilakukan di Brazil, Indonesia dan Turki. Vaksin dikembangkan dari virus corona yang inaktif.

  • Vaksin Corona Sinopharm Cina

    Vaksin Covid-19 yang Sudah Siap Pakai dan Masuki Uji Fase Akhir

    Vaksin Sinopharm dari Cina

    Perusahaan farmasi lain dari Cina, Sinopharm juga sudah masuki fase tiga uji klinis kandidat vaksinnya pada 55.000 responden. Uji klinis antara lain dilakukan di Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Maroko, Peru dan Argentina. Sinopharm menggunakan virus yang inaktif sebagai basis pembuatan vaksinnya.

  • Vaksin Corona Rusia

    Vaksin Covid-19 yang Sudah Siap Pakai dan Masuki Uji Fase Akhir

    Vaksin Sputnik V dari Rusia

    Berdasar klaim sendiri, Rusia menyatakan vaksin Sputnik V buatan Gamaleya ampuh perangi Covid-19. Vaksin yang kini sudah mendapat izin regulasi dari Moskow itu dilaporkan baru melakukan uji klinis fase 1 dan 2 tanpa kejelasan berapa jumlah sampelnya. Vaksinnya berbasis vektor adenovirus manusia yang diizinkan WHO.

  • Johnson and Johnson

    Vaksin Covid-19 yang Sudah Siap Pakai dan Masuki Uji Fase Akhir

    Vaksin Janssen/Johnson &Johnson dari Belgia

    Perusahaan Janssen Pharmaceuticals sedang melakukukan uji klinis fase tiga dengan sampel 90.000 orang di AS, Argentina, Brazil, Colombia dan Belgia. Vaksinnya berbasis vektor virus non-replicating, yang tidak bisa berkembang biak dalam tubuh manusia. (Penulis: Agus Setiawan)


Lembaga regulasi kesehatam Prancis HAS sudah menyatakan siap memberi izin akhir pekan ini. HAS sedang melakukan uji cepat vaksin untuk program imunisasi anti Covid-19 di Prancis.

Sementara Kanada sudah memberi izin penggunaan vaksin J&J pada akhir pekan lalu. Pemerintah di Ottawa menurut laporan AFP sudah memesan 38 juta dosis vaksin Johnson & Johnson.

Banyak keunggulannya

Vaksin Johnson & Johnson disebut memiliki banyak keunggulan dibanding tiga vaksin yang diregulasi sebelumnya. Vaksin hanya perlu satu dosis suntikan. Dengan itu orang yang divaksinansi lebih cepat mengembangkan imunitas dan terlindungi.

Dalam waktu bersamaan, juga sedang dilakukan uji klinis pda sejumlah responden, apakah pemberian dua dosis vaksin dengan jeda waktu tertentu, malahan bisa meningkatkan lagi efikasinya.

Hasil uji klinis fase III pada 44.000 responden di AS, Brazi dan Afrika Selatan menunjukkan, vaksin juga ampuh pada kelompok manusia lanjut usia seperti halnya pada kelompok yang lebih muda. Sementara dalam uji klinis pada vaksin AstraZeneca, terdapat keraguan efikasinya pada manula di atas 65 tahun.

Selain itu vaksin Johnson & Johnson bisa diangkut dan disimpan pada temperatur kulkas normal. Sementara vaksin buatan BioNTech/Pfizer dan Moderna perlu temperatur ekstra rendah. Sejauh ini dalam uji klinis tidak ada kasus berat hingga harus dirawat di rumah sakit apalagi ada kasus responden meninggal.

Hanya dalam uji klinis fase III, analisis data menunjukkan, efikasi vaksin dalam mencegah munculnya gejala sakit berat Covid-19, empat minggu setelah imunisasi, menunjukkan angka 66%. Angka yang lebih rendah dari efikasi umum pada awal riset itu, diduga berkaitan dengan varian virus yang bermutasi, yang muncul di akhir uji klinis.

Kritik dari gereja Katolik

Kritik terhadap pemanfaatan vaksin Johnson & Johnson dilontarkan gereja Katolik AS. Konferensi Keuskupan AS mengimbau umat Katolik, dalam pemilihan vaksin corona agar sebisa mungkin menghindari buatan pabrik farmasi Johnson & Johnson.

  • Pandemi Corona akan diatasi dengan vaksin BioNTech/Pfizer

    Inilah Efek Samping Vaksin Corona

    Vaksin Biontech-Pfizer

    Pada fase uji klinis, unsur aktif BNT162b2 dari perusahaan BioNTech dari Jerman dan Pfizer dari AS tidak menunjukkan efek samping serius. Tapi setelah mendapat izin, vaksin mRNA ini tunjukkan reaksi alergi berat pada beberapa orang, bahkan tiga mengalami gejala syok anaphylaktis. Ketiga orang itu tidak punya riwayat alergi. Karenanya pengidap alergi disarankan konsultasi sebelum divaksin.

  •  Vaksin Moderna lawan virus Corona

    Inilah Efek Samping Vaksin Corona

    Vaksin Moderna

    Vaksin mRNA-1273 dari perusahaan Moderna AS, pada prinsipnya sangat mirip dengan vaksin BioNTech/Pfizer. Setelah dilakukan vaksinasi, muncul laporan efek samping berupa reaksi alergis. Dan pada kasus sangat kecil, kelumpuhan sementara saraf wajah. Efek samping diduga dipicu partikel lipid nano yang menjadi transporter unsur aktifnya, yang diuraikan oleh tubuh.

  • Vaksin corona AstraZeneca/Oxford buatan Inggris

    Inilah Efek Samping Vaksin Corona

    Vaksin AstraZeneca – Universitas Oxford

    Inggris memberikan izin darurat penggunaan vaksin AstraZeneca yang unsur aktifnya disebut AZD 1222. Berbeda dengan dua vaksin yang pertama mendapat izin, vaksin buatan perusahaan Inggris/Swedia ini adalah vaksin vektor yang dikembangkan dari virus flu simpanse yang dilemahkan. Sejauh ini belum ada efek samping vaksin yang dilaporkan, selain reaksi normal yang khas.

  • 300.000 dosis Vaksin Sputnik V tiba di Argentina akhir Desember 2020

    Inilah Efek Samping Vaksin Corona

    Vaksin Sputnik V

    Rusia sudah izinkan vaksin Sputnik V buatan pusat riset Gamaleja di Moskow, Agustus 2020. Padahal uji klinis fase 3 dengan sampel luas belum dilakukan. Vaksin menggunakan dua unsur aktif adenovirus berbeda yang dimodifikasi. Walau kontroversial, ratusan ribu orang di Rusia, Belarus, India, Brasil, UAE dan Argentina telah divaksin Sputnik V. Tidak ada laporan resmi mengenai efek samping.

  • 3 juta dosis Vaksin Sinovac Biotech telah tiba di Indonesia dan siap digunakan Januari ini

    Inilah Efek Samping Vaksin Corona

    Vaksin Sinovac Biotech

    Cina izin darurat penggunaan vaksin Sinovac sejak Juli 2020. Unsur aktif vaksin yang diberi nama CoronaVac adalah virus inaktif. Uji klinis fase 3 secara massal telah dilakukan di Indonesia, Turki dan India. Laporan resmi efek samping yang dirilis perusahaan di Beijing itu sebutkan kurang dari 5% keluhkan reaksi yang umum. Indonesia sejauh ini telah menerima 3 juta dosis vaksin Sinovac. (as/vlz)

    Penulis: Alexander Freund, Agus Setiawan


Pasalnya dalam pengembangan vaksinnya, perusahaan farmasi itu menggunakan kultur jaringan dari janin yang digugurkan. Para uskup AS bulan Desember tahun lalu juga melontarkan kritik serupa terhadap vaksin AstraZeneca yang dikembangan dengan prosedur serupa.

Uni Eropa pesan 400 juta dosis

Johnson & Johnson mengumumkan, tahun 2021 ini akan memproduksi satu milyar dosis vaksin. Produksi dilakukan di pabrik AS, Eropa, Afrika Selatan dan India.

AS sudah memesan 100 juta dosis vaksin senilai satu milyar US Dolar, yang akan disuplai tahun ini juga. Juga AS punya opsi memesan 200 juta dosis berikutnya. Sementara Uni Eropa sudah memastikan pemesanan 400 dosis vaksin buatan Johnson & Johnson.

as/hp (Reuters/AFP)

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *