Uni Eropa Tunggu Saat yang Tepat untuk Berbicara dengan Taliban

by -0 views
uni-eropa-tunggu-saat-yang-tepat-untuk-berbicara-dengan-taliban

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengakui bahwa blok itu perlu berbicara dengan Taliban. Namun, ia menegaskan bahwa Brussel belum akan memberikan pengakuan terhadap rezim Taliban.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Josep Borrell, mengatakan pada Selasa (17/08) bahwa pihaknya harus mengadakan pembicaraan dengan Taliban. Namun, rencana itu akan tergantung pada apakah kelompok militan yang mengambil alih kekuasaan di Afganistan itu menghormati hak-hak dasar warga.

Pernyataan itu diutarakan Borrell setelah pertemuan darurat para menteri luar negeri Uni Eropa untuk membahas situasi terbaru di Afganistan.

Saat pertemuan para menlu itu berlangsung, di saat yang sama Taliban juga mengadakan konferensi pers. Mereka menyatakan amnesti umum, serta mengklaim bahwa mereka tidak akan melakukan “balas dendam” terhadap lawan. Namun, janji-janji itu disambut dengan skeptisisme global.

  • Anak-anak berdiri di atas tembok beton saat warga yang putus asa memanjat masuk ke dalam kawasan Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Warga Afganistan yang putus asa berusaha masuk bandara Kabul

    Banyak keluarga di Afganistan semakin putus asa dan berusaha untuk masuk ke Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul. Terdapat anak-anak di antara kerumunan yang mencoba melakukan upaya terakhir untuk melarikan diri dari Taliban yang berhasil menguasai ibu kota Kabul dengan mudah.

  • Anggota milisi Taliban duduk di atas kendaraan lapis baja mengawasi di luar Bandara Internasional Hamid Karzai.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Rakyat Afganistan hadapi masa depan yang tidak pasti

    Sejak penarikan pasukan AS dan NATO dilancarkan, warga Afganistan menghadapi keputusan yang sulit: tetap tinggal dan berharap pasukan pemerintah menahan gerak maju milisi Taliban atau melarikan diri ke negara-negara tetangga. Setelah Taliban merebut Kabul dengan mudah, banyak warga terjebak dalam ketidakpastian, tanpa indikasi yang jelas tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

  • Warga Afghanistan berkerumun di landasan bandara Kabul pada 16 Agustus 2021, untuk melarikan diri dari negara itu ketika Taliban menguasai Afghanistan setelah Presiden Ashraf Ghani kabur meninggalkan negara itu

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Kerumunan warga di bandara Kabul

    Bandara utama Kabul menjadi tempat kerumunan orang yang putus asa. Ribuan orang berharap bisa naik pesawat dan melarikan diri dari kekuasaan Taliban. Negara-negara Barat bergegas mengevakuasi warga mereka sendiri dan beberapa karyawan lokal. Penerbangan komersial dari dan keluar negara itu dihentikan total.

  • Komandan dan anggota Taliban yang bersenjata lengkap di dalam istana presiden di Kabul.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Taliban menguasi istana presiden

    Setelah jatuhnya ibu kota Kabul dengan mudah, milisi Taliban langsung menguasai istana presiden Afganistan. Rekaman langsung menunjukkan komandan dan anggota Taliban duduk di dalam istana, menyatakan kemenangan mereka setelah pasukan Afganistan menyerah tanpa bertempur.

  • Warga Afganistan buru-buru hapus gambar artis ini setelah Taliban berkuasa di Kabul

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Takut penerapan aturan Islam garis keras

    Banyak yang takut penerapan aturan Islam garis keras. Walau dalam sebuah pernyataan Taliban mengklaim, tidak akan membalas dendam terhadap mereka yang mendukung aliansi dukungan AS. Perempuan sebagian besar dilarang ikut pendidikan selama pemerintahan Taliban sebelumnya di Afganistan (1996-2001). Warga di Kabul buru-buru hapus gambar yang mungkin tak disukai Taliban.

  • Kerumunan warga memadati kontrol keamanan di perbatasan antara Afganistan dan Pakistan.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Melintasi perbatasan ke Pakistan

    Di saat ribuan warga yang berusaha kabur menyerbu bandara Hamid Karzai, sejumlah warga Afganistan lainnya menyeberangi perbatasan memasuki Pakistan. Menteri Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rashid Ahmed mengatakan kepada DW, pemerintah telah menutup perbatasan dengan Afganistan di Torkham.

  • Tentara AS di sebelah helikopter yang diselimuti awan debu.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Taliban kembali berkuasa setelah penarikan pasukan AS

    AS dan sekutunya memasuki Afganistan setelah serangan teror 11 September 2001, dan menaklukan Taliban. Ketika konflik 20 tahun berakhir secara tiba-tiba dengan penarikan pasukan AS dan NATO, pasukan pemerintah Afganistan dengan cepat runtuh tanpa dukungan.

  • Mullah Baradar Akhund salag satu pendiri Taliban dan pimpinan sayap politiknya.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Kepemimpinan Taliban

    Taliban memerintah negara itu dari tahun 1996 hingga 2001 dan memberlakukan interpretasi hukum Syariah Islam yang ketat. Taliban didirikan di bawah kepemimpinan Mullah Umar. Haibatullah Akhundzada sekarang menjadi pemimpin tertinggi, sementara salah satu pendiri lainnya Mullah Baradar (foto) mengepalai sayap politik.

  • Taliban mengibarkan bendera mereka setelah merebut provinsi Ghazni, Minggu 15 Agustus 2021.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Taliban mengibarkan bendera mereka

    Taliban mengklaim siap mengendalikan negara itu, dan menyatakan tidak akan membahayakan warga sipil yang telah bekerja sama dengan pasukan Barat. “Kami siap untuk berdialog dengan semua tokoh Afganistan dan akan menjamin perlindungan yang diperlukan,” kata juru bicara politik Taliban Mohammad Naeem kepada Al Jazeera. Sebuah klaim yang agak sulit dipercaya semua pihak.

  • Seorang wanita bercadar duduk di tenda pengungsian bersama kedua anaknya.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Wanita dan anak-anak berisiko tinggi

    Perempuan, anak-anak dan minoritas lainnya kemungkinan besar akan sangat menderita di bawah rezim Taliban. Perempuan dan anak perempuan dilarang menjalani pendidikan selama pemerintahan Taliban sebelumnya di Afganistan, situasinya berubah setelah dilancarkan invasi yang dipimpin AS pada 2001.

  • Mural Presiden Ashraf Ghani di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afganistan.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Presiden Ghani melarikan diri

    Presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur meninggalkan negara itu pada 15 Agustus. “Untuk menghindari pertumpahan darah, saya pikir yang terbaik adalah keluar,” katanya, tetapi ia menekankan akan terus berjuang untuk negara.

  • Hamid Karzai mengimbau pembicaraan dengan Taliban dan desak perdamaian

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    Mantan Presiden Karzai desak perdamaian

    Para pemimpin Afganistan telah membentuk dewan untuk bertemu dengan Taliban dan mengelola transfer kekuasaan. Mantan Presiden Hamid Karzai, yang merupakan bagian dari dewan mengatakan, ini “untuk mencegah kekacauan dan mengurangi penderitaan rakyat,” dan untuk mengelola “pengalihan kekuasaan secara damai”.

  • Pesawat angkut A400M militer Jerman siap terbang dari lapangan terbang dekat Hannover.

    Upaya Warga Afganistan Menyelamatkan Diri Setelah Taliban Ambil Alih Kekuasaan

    AS dan Eropa lakukan evakuasi

    Jerman mengerahkan pesawat militer untuk membantu evakuasi diplomat, warga negaranya dan staf lokal dari Afganistan setelah menutup kedutaan besarnya di Kabul. AS, Inggris, dan Arab Saudi juga mengevakuasi pasukan, diplomat dan pejabat lain dari negara tersebut.

    Penulis: Tanika Godbole


Apa yang Borrell katakan?

Dalam konferensi pers Borrell mengatakan bahwa UE akan terlibat secara pragmatis dengan Taliban terkait masalah kemanusiaan, seperti mengizinkan orang meninggalkan Afganistan. UE tidak akan serta-merta mengakui rezim Taliban.

“Taliban telah memenangkan perang, jadi kita harus berbicara dengan mereka,” katanya. “Kami akan berurusan dengan otoritas Afganistan seperti mereka, dan pada saat yang sama tetap waspada,” tambahnya.

“Saya belum mengatakan bahwa kita akan mengakui Taliban,” tegas Borrell.

“Yang saya katakan adalah kita harus berbicara dengan mereka untuk segalanya, bahkan untuk mencoba melindungi perempuan dan anak perempuan,” pungkasnya. 

“Kami akan mengajukan syarat untuk memberikan dukungan secara terus menerus, dan kami akan menggunakan pengaruh kami … agar hak asasi manusia dihormati,” lanjutnya.

Menurut Borrell, yang menjadi prioritas saat ini adalah bagaimana mengevakuasi warga UE dan warga Afganistan yang telah bekerja membantu upaya NATO yang gagal menyusul terciptanya kekacauan di bandara Kabul.

Peta yang menunjukkan siapa yang mengendalikan Afganistan

Peta yang menunjukkan siapa yang mengendalikan Afganistan

Jerman menunggu transisi

Berbicara setelah pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa negara Barat akan menilai Taliban “dengan tindakan mereka.”

“Yang penting adalah fase transisi ini berlangsung damai dan itu akan tergantung pada apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh pemerintah transisi segera setelah diberlakukan, dalam hal apakah kita dapat mempercayai pernyataan mereka,” kata Maas kepada wartawan.

Menurut Maas, Jerman saat ini sedang dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai proses evakuasi, dengan harapan dapat menekan perwakilan AS yang sedang berdiskusi dengan Taliban di Doha, Qatar, mengenai akses bagi warga Afganistan ke bandara.

Maas menyebut seorang diplomat Jerman juga akan dikirim ke Doha untuk bergabung dalam pembicaraan.

Setelah pertemuan para menteri, UE mengkonfirmasi bahwa mereka juga menangguhkan pembayaran pembangunan sampai situasi di Afganistan dapat diklarifikasi. Blok 27 negara itu telah menjanjikan sekitar €1,2 miliar (Rp20,2 triliun) dalam bantuan pembangunan ke negara itu untuk periode 2021-2024.

ha/gtp (AFP, dpa, Reuters, AP)

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *