30.9 C
Jakarta
Tuesday, May 17, 2022

Uni Eropa akan Melarang Minyak Rusia akibat Perang di Ukraina | DW | 04.05.2022

WorldUni Eropa akan Melarang Minyak Rusia akibat Perang di Ukraina | DW | 04.05.2022

Uni Eropa (UE) berencana menerapkan sanksi larangan minyak Rusia, di tengah gempuran pasukan negara itu di Ukraina timur. Sanksi ini disebut sebagai langkah besar karena UE sangat bergantung pada minyak Rusia.

Militer Rusia melepaskan roket ke pabrik baja yang merupakan benteng pertahanan terakhir di kota pelabuhan Mariupol.

Puluhan pengungsi yang berhasil meninggalkan kota di bawah naungan PBB dan Palang Merah mendapat keamanan di Zaporizhzhia yang dikuasai Ukraina, pada hari Selasa (03/05). Sebelumnya, para pengungsi tersebut meringkuk selama berminggu-minggu di bunker di bawah pabrik baja Azovstal.

Pengungsi yang tampak lelah, termasuk anak-anak dan orang tua, turun dari bus setelah melarikan diri dari reruntuhan kota asal mereka di tenggara Ukraina. Rusia mengklaim memegang kendali kota tersebut.

“Kami pikir kami tidak akan selamat. Kami pikir tidak ada yang tahu kami bertahan di sana,” kata Valentina Sytnykova, yang berusia 70 tahun. Dia menambahkan bahwa dirinya berlindung di pabrik itu selama dua bulan bersama putranya dan cucu perempuannya yang berusia 10 tahun. 

Langkah besar karena UE sangat bergantung pada minyak Rusia

Rusia menargetkan Mariupol untuk memotong akses Ukraina dari Laut Hitam dan menghubungkan wilayah yang dikuasai Rusia di selatan dan timur. Bagian dari wilayah timur Donetsk dan Luhansk dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia sebelum Presiden Vladimir Putin meluncurkan invasi 24 Februari.

Wali Kota Mariupol, Vadym Boichenko, mengatakan lebih dari 200 warga sipil tetap berada di pabrik, dan 100.000 warga sipil masih berada di kota.

“Ke mana saya harus pergi? Biarkan mereka meledakkan saya di sini,” ujar seorang perempuan berusia 67 tahun kepada Reuters, sambil merebus air di atas api terbuka di tengah puing-puing blok apartemen yang hancur.

Rusia sekarang menghadapi sanksi-sanksi baru dari UE yang akan menargetkan bank dan industri minyaknya. Langkah ini disebut sebagai sanksi yang besar bagi negara-negara Eropa yang sangat bergantung pada energi Rusia.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen diperkirakan akan menguraikan sanksi baru yang diusulkan pada hari Rabu (04/05), termasuk larangan impor minyak Rusia pada akhir tahun ini.

Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda mundur, setelah hampir 10 minggu melakukan apa yang mereka sebut sebagai “operasi militer khusus”. Perang ini telah menewaskan ribuan orang, menghancurkan kota-kota dan mendorong lima juta orang Ukraina melarikan diri ke luar negeri.

Ekonomi Rusia sendiri senilai $1,8 triliun (Rp 17.349 triliun) sedang menuju kontraksi terbesarnya sejak tahun-tahun setelah pecahnya Uni Soviet pada 1991. 

  • Warga sipil yang terperangkap di Mariupol dievakuasi secara bertahap di bawah kendali separatis pro-Rusia pada 20 Maret 2022

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Eksodus dari Mariupol

    Selama seminggu terakhir, puluhan ribu orang setiap harinya melarikan diri dari kota Mariupol yang hancur akibat serangan Rusia. Sejak awal perang, kota pelabuhan penting di selatan Ukraina itu telah menghadapi pemboman berat dan serangan rudal yang melukai warga sipil. Menurut data Rusia, 130.000 dari sekitar 440.000 penduduk masih bertahan di kota.

  • Salah satu bangunan yang terbakar di Mariupol

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Sebuah kota yang hancur

    Setelah hampir empat minggu diserang, kota Mariupol yang terkepung hancur dan nyaris tidak dapat dihuni. Menurut pemerintah setempat, 80% dari seluruh apartemen di kota telah hancur. Banyak foto yang menunjukkan bangunan tempat tinggal yang hancur atau terbakar, seperti foto dari kantor berita resmi Rusia, Tass ini.

  • Seorang wanita menangis di depan bangunan yang sudah hancur di Mariupol

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Rusia melakukan ‘kejahatan perang’

    Serangan Rusia terhadap warga sipil Ukraina telah mendorong beberapa politisi Barat, seperti Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock dan Komisaris Luar Negeri Uni Eropa Josep Borell, untuk berbicara tentang “kejahatan perang”. Borell mengatakan Rusia menghancurkan Ukraina tanpa menghormati aturan perang.

  • Teater yang dibom di Mariupol

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Rusia: Hanya target strategis yang terdampak

    Rusia mengklaim mereka hanya menyerang fasilitas strategis dan militer. Mereka menyalahkan unit milisi Ukraina, Batalion Azov, yang mencakup ekstremis nasionalis sayap kanan, atas pemboman teater Mariupol. Ratusan orang selamat dari serangan itu, berlindung di bunker serangan udara di bawah teater, yang terlihat seperti dalam foto reruntuhan ini.

  • Seorang warga sipil menurunkan celananya di pos pemeriksaan separatis pro-Rusia

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Separatis Rusia mengontrol rute pelarian

    Separatis pro-Rusia, yang juga menguasai wilayah tetangga Donetsk di Ukraina timur, melakukan pemantauan jalur pelarian penduduk. Mereka hanya mengizinkan warga sipil tak bersenjata meninggalkan kota yang terkepung.

  • Pengungsi di aula olahraga di Donetsk

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Tuding dievakuasi ke negara musuh

    Foto yang dirilis oleh kantor berita Rusia, Tass, menunjukkan orang-orang yang dievakuasi dari Mariupol di sebuah kamp darurat di Donetsk. Rusia mengatakan ingin memberikan perlindungan bagi pengungsi Ukraina. Namun, Dewan Kota Mariupol menuduh Rusia mengizinkan separatis membawa paksa ribuan warga Ukraina ke Rusia.

  • Seorang anak yang terluka dirawat di Zaporizhzhia

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Warga melarikan diri ke Zaporizhzhia

    Banyak penduduk telah melarikan diri ke kota Zaporizhzhia, di mana beberapa warga yang terluka mendapat perawatan. Pemboman rumah sakit di Mariupol telah menutup akses bantuan medis darurat. Beberapa pekan lalu, terjadi kebakaran singkat di PLTN terbesar di Eropa di Zaporizhzhia. Sebagian besar kawasan di kota dengan populasi 750.000 jiwa itu lolos dari pertempuran.

  • Seorang ibu memeluk putranya yang melarikan diri dari kota Mariupol dan tiba di stasiun kereta api di Lviv, Minggu (20/03)

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Berkumpul dengan keluarga

    Remaja ini melarikan diri dari Mariupol ke Lviv di Ukraina barat. Sang ibu menunggunya di stasiun kereta. Namun, tentara Rusia juga telah menyerang Lviv. Bagi banyak pengungsi, Lviv menjadi persinggahan terakhir sebelum melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan diri ke negara-negara tetangga Eropa.

  • Pusat perbelanjaan di Kyiv yang telah dibom

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Beberapa kota yang diserang tentara Rusia

    Mariupol bukan satu-satunya kota di Ukraina yang dihantam serangan Rusia. Di utara dan timur Ukraina, roket dan peluru artileri terus menghantam kota-kota besar seperti Sumy, Kharkiv, dan Kyiv. Foto ini menunjukkan sisa-sisa pusat perbelanjaan di Kyiv setelah menjadi sasaran serangan Rusia. Empat orang tewas dalam serangan itu, menurut media setempat.

  • Sebuah bangunan di Mariupol yang terkena serangan Rusia

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Ukraina tolak menyerahkan Mariupol

    Pada hari Minggu (20/03), Rusia telah memberi Ukraina ultimatum untuk menyerahkan Mariupol pada Senin (21/03) sore. Namun, Ukraina menolak permintaan itu. Sebaliknya, ribuan warga sipil kembali berbondong meninggalkan kota tersebut. Menurut pemimpin separatis Rusia Denis Pushilin, pertempuran memperebutkan Mariupol bisa berlangsung berminggu-minggu lebih lama. (ha/as)

    Penulis: Jan D. Walter


Serangan Rusia di kota-kota Ukraina

Pasukan Rusia telah mengarahkan senjata terberat mereka ke timur dan selatan Ukraina setelah gagal merebut ibu kota Kyiv, pada minggu-minggu awal perang.

Wali Kota Lviv mengatakan serangan rudal Rusia telah merusak jaringan listrik dan air di kota dekat perbatasan Polandia, di mana pasokan senjata Barat mengalir untuk militer Ukraina.

Kepala kereta api Ukraina, Olesksandr Kamyshin mengatakan pasukan Rusia juga menyerang enam stasiun kereta api di tengah dan barat Ukraina. Dia menambahkan tidak ada warga sipil yang mengalami luka.

Gubernur regional Pavlo Kyrylenko mengatakan serangan Rusia di Donetsk pada Selasa (03/05) menewaskan 21 warga sipil dan melukai 27 lainnya.

Serangan dan penembakan juga meningkat di Luhansk, dengan daerah yang paling terpukul adalah Popasna. Gubernur daerah Serhiy Haida mengatakan tidak mungkin untuk mengatur evakuasi.

“Tidak ada kota yang aman di wilayah Luhansk,” katanya di layanan pesan Telegram.

Dalam pembaruan harian di zona konflik, intelijen militer Inggris mengatakan Rusia telah mengerahkan 22 kelompok taktis batalyon di dekat kota Izium di timur Ukraina dalam upaya untuk maju di sepanjang poros utara wilayah Donbas, dan menambahkan bahwa kemungkinan pasukan Rusia bermaksud untuk merebut kota Kramatorsk dan Severodonetsk.

Reuters belum dapat segera memverifikasi laporan tersebut.

Mariupol, sebuah kota berpenduduk 400.000 jiwa sebelum invasi, telah menyaksikan pertempuran paling berdarah, yang terjadi selama berminggu-minggu pengepungan dan penembakan.

Presiden Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia melanggar perjanjian untuk menghentikan pertempuran agar warga sipil dapat melarikan diri.

“Mereka masih berjuang. Mereka masih membombardir dan menembak,” kata Zelenskiy melalui tautan video di acara Wall Street Journal. “Kami butuh bernapas.” 

pkp/vlz (reuters)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles