in ,

Ummu Haram binti Milhan; Pejuang Perempuan Pertama di Lautan

Ummu Haram binti Milhan adalah seorang perempuan Anshar dari Bani Najjar. Ia juga merupakan saudara perempuan Ummu Sulaim dan bibi dari Anas bin Malik, seorang pelayan Rasulullah saw. Ia memiliki seorang putra dari suami yang bernama Amr bin Qais. Akan tetapi, keduanya terbunuh dalam peristiwa perang uhud. Setelah itu, ia menikah dengan Ubadah bin Samit dan dikaruniai anak laki-laki yang bernama Muhammad.

Keluarga Ummu Haram ini termasuk keluarga yang dekat dengan Nabi Muhammad saw. Beliau seringkali singgah ke rumah Ummu Haram jika ada kesempatan. Kedekatan seperti ini menempatkan keluarganya ke dalam kemuliaan karena tidak semua orang mempunyai kesempatan yang demikian. Ini adalah buah dari kesungguhannya dalam mengimani Allah dan Rasul-Nya.

Dikutip dari buku 25 Perempuan Teladan karya Umma Farida, suatu waktu Rasulullah saw. berkunjung ke rumah Ummu Haram. Beliau disambut dengan hidangan makanan oleh Ummu Haram. Karena merasa lelah, beliau pun tertidur di rumah Ummu Haram.

Setelah bangun, tiba-tiba beliau tertawa. Ummu Haram bertanya, “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Satu rombongan dari umatku diperlihatkan kepadaku. Mereka menjadi pasukan perang di jalan Allah. Mereka menaiki kapal membelah samudera bagaikan raja-raja yang duduk di atas dipan kencana.”

Kemudian, Ummu Haram meminta didoakan kepada Rasul saw. supaya Allah menjadikan dia di antara rombongan orang yang ada di mimpi beliau. Lantas, beliau pun mendoakan Ummu Haram. Lalu, beliau tertidur kembali dan setelah beberapa saat terbangun dan tertawa seperti tadi.

Ummu Haram bertanya dan jawaban beliau sama seperti pada mimpi yang pertama. Ummu Haram meminta didoakan kembali dan kali ini Rasul saw. menjawab, “Kamu termasuk orang-orang awal dari mereka.”

Setelah Rasulullah saw. meninggal, apa yang dikatakan beliau menjadi kenyataan. Ummu Haram bersama suaminya turut serta dalam ekspedisi penyebaran Islam ke wilayah Siprus. Siprus adalah sebuah pulau di laut Mediterania yang itu artinya untuk sampai ke sana pasukan muslim harus berlayar dengan kapal. Ia pergi bersama pasukan Mu’awiyah bin Abi Sufyan atas perintah Usman bin Affan yang saat itu menjabat sebagai Khalifah.

Pasukan muslim akhirnya mencapai daratan Siprus setelah melewati perang Qibris. Para sahabat menyiapkan kendaraan berupa bighal untuk Ummu Haram. Tanpa diduga, bighalnya mengamuk dan Ummu Haram jatuh tersungkur sampai akhirnya meninggal. Ia pun dimakamkan di tanah asing yang bernama Siprus.

Cita-cita Ummu Haram untuk mati sahid dalam dakwah Islam tercapai. Selain Mu’awiyah bin Abu Sufyan, sahabat yang mengiringi kepergiannya adalah Abu Dzar, Abu Darda, dan sahabat lainnya. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 27 H. Bumi Siprus menjadi saksi berakhirnya perjuangan seorang sahabiyah yang bernama Ummu Haram. Sampai saat ini, makamnya masih bisa diziarahi.

Semasa hidupnya, Ummu Haram termasuk ke dalam perawi hadis. Ia telah meriwayatkan beberapa hadis dari Rasulullah saw. yang diteruskan kepada para sahabat dan tabiin. Hadis yang diriwayatkannya tersebar dalam kitab hadis Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Nasa’i, dan Ibnu Majah.

Kisah hidup Ummu Haram sangat patut untuk dijadikan inspirasi. Ia telah mengajarkan kita arti sebuah perjuangan dan pengorbanan. Tak bisa dibayangkan seorang perempuan Arab abad 7 M berani ikut serta dalam ekspedisi mengarungi samudera yang penuh dengan bahaya. Ini menunjukkan tekad dan keyakinan luar biasa yang dimiliki oleh Ummu Haram. Ia melakukannya semata-mata demi Islam, Allah dan Rasul-Nya.

Tak ada jaminan keselamatan terhadap diri Ummu Haram. Sebaliknya, nyawa yang menjadi taruhannya. Ia meninggalkan harta benda dan kampung halaman untuk berjihad di jalan Allah. Yang ia cari hanyalah ridha-Nya dan jalan menuju kesahidan.

Pelajaran yang dapat diaplikasikan oleh kita saat ini adalah spirit perjuangan. Perempuan harus mempunyai nyali yang besar dan berani untuk memperjuangkan mimpi-mimpinya. Perempuan bisa berkontribusi tidak hanya untuk pribadi, tetapi juga untuk kemaslahatan umum.

Jangan merasa malu atau minder ketika bersaing dalam hal-hal positif hanya karena berstatus perempuan. Ummu Haram telah memberi contoh samudera pun diseberanginya demi cita-cita yang mulia.

Ulummuddin

Mahasiswa Studi al-Qur’an dan Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

harlah-ke-17,-nu-online-gelar-lomba-cover-shalawat-berhadiah-umroh-dan-trip-asean

Harlah ke-17, NU Online Gelar Lomba Cover Shalawat Berhadiah Umroh dan Trip ASEAN

mohammad-hatta,-memperjuangkan-ekonomi-rakyat-indonesia-lewat-koperasi

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi