Tokoh Sastra Masa Kini | GEOTIMES

by -1 views
tokoh-sastra-masa-kini-|-geotimes

Kata “Sastra” dalam Bahasa Indonesia, sebenarnya mengambil istilah dari bahasa Sanskerta yaitu “shastra”. Kata “sas” memiliki makna instruksi atau pedoman, dan “tra” berarti alat atau sarana.

Dalam pemakaiannya, kata “sastra” sering ditambah awalan su sehingga menjadi susastra. Awalan su tersebut memiliki makna baik atau indah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kata “susastra” berarti hasil karya yang baik dan indah. Sastra merupakan karya seni yang berasal dari ide atau gagasan seseorang.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sastra merupakan bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Menurut Panuti Sudjiman (1986:68) sastra merupakan karya tulisan atau lisan yang memiliki beberapa ciri seperti keindahan, keaslian, dan keartistikan di dalamnya.

Sejalan dengan pendapat di atas Yoseph Yapi Taum (1997:13) mengungkapkan bahwa sastra sebagai sebuah karya fiksi yang bersifat khayali atau imajinatif dengan menggunakan bahasa yang indah. Sedangkan menurut Sumarno sastra merupakan pengalaman ekspresi manusia seperti pikiran, perasaan, ide, semangat, dan iman yang berbentuk gambaran konkret berupa tertulis maupun tidak tertulis.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sastra adalah sebuah karya seni yang berasal dari ide atau pemikiran seseorang, sastra juga bersifat imajinatif atau khayali dan bentuknya berupa tulisan atau lisan.

Dalam dunia sastra tentunya terdapat beberapa tokoh sastra yang turut serta membuat berkembangnya kehidupan sastra. Tokoh sastra biasa disebut dengan sastrawan, sastrawan adalah sebutan bagi seseorang yang ahli sastra, seorang penulis ataupun seseorang yang menggeluti dunia sastra secara mendalam. Di masa yang serba modern ini tentunya dunia sastra semakin luas, para tokoh sastra dari berbagai kalangan pun ada, seperti:

  1. Rintik Sedu

Tsana Rintik Sedu adalah seorang penulis dan penyair radio yang berasal dari Jakarta. Ia memiliki nama lengkap Nadhifa Allya Tsana. Tsana seringkali menulis dan membuat podcast yang mewakili perasaan banyak orang, maka dari itu ia menjadi idola remaja masa kini.

Tsana memiliki pengikut terbanyak di Spotify yaitu sekitar dua juta lebih, selain itu ia juga menulis beberapa buku yang cukup populer, yaitu “Geez & Ann”, “Kata”, dan “Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang”. Bahkan buku “Geez & Ann” telah berhasil diadaptasi menjadi film dan series. Hal tersebut membuat Tsana menjadi lebih terkenal dengan karya-karya yang diciptakannya.

2. Syahid Muhammad

Mas Iid adalah nama panggilan dari Syahid Muhammad, ia adalah seorang penulis yang berasal dari Bandung. Ia telah berhasil menulis beberapa novel yang cukup populer, karya tulis yang dibuat olehnya mengusung tema kesehatan mental, percintaan, persahabatan, dan kekeluargaan. Beberapa novelnya yang cukup terkenal diantaranya, yaitu “Paradigma”, “Egosentris”, “Kala” dan “Amor Fati”.

3. Tere Liye

Penulis dengan nama pena “Tere Liye” memiliki nama asli Darwis, ia lahir di Sumatera Selatan pada  21 Mei 1979 adalah salah satu seorang penulis Indonesia. Banyak karyanya yang sangat populer, seperti “Hujan”, “Rindu”, “Pulang”, “Bumi”, “Tentang Kamu”, dan lainnya. Beberapa karyanya juga diadaptasi menjadi film, seperti “Hafalan salat Delisa”, “Bidadari-Bidadari Surga”, “Moga Bunda Disayang Allah”, dan “Rembulan Tenggelam di Wajahmu”.

Karyanya seringkali bertema tentang perjuangan, persahabatan, kekeluargaan, dan religi. Kutipan-kutipan dari karyanya juga sangat bermakna, seperti kutipan berikut ini yang terdapat di dalam novel “Tentang Kamu”, yaitu “Ibarat bola yang dilempar tinggi, setelah sekian lama menikmati posisi di atas, tiba waktunya meluncur ke bawah”. Dalam kutipan tersebut bermakna bahwa dalam kehidupan ini seringkali kita berada di atas atau hidup terasa indah dan menakjubkan, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa suatu saat kita akan terjatuh dan merasa sedih.

4. Erisca Febriani

Erisca Febriani adalah seorang penulis muda yang berasal dari Lampung, ia lahir pada 25 Mei 1998, ia memulai debut perdananya dengan novel yang berjudul “Dear Nathan”. Novel tersebut sangatlah populer hingga diadaptasi menjadi film. Selain itu, ia juga membuat karya lain dengan judul “Serendipity”, “Hello Salma”, “Kisah Untuk Geri”, “Thank You Salma” dan lainnya. Ia memiliki hobi menulis sejak SMP dan mulai menekuni dunia tulis-menulis hingga menjadi sukses seperti sekarang ini.

5. Boy Candra

Boy Candra adalah seorang penulis asal  Sumatera Barat yang lahir pada 21 November 1989. Ia terkenal dengan karya-karya romantisnya yang menyentuh hati. Beberapa karyanya yang cukup populer, yaitu “Origami Hati”, “Catatan Pendek untuk Hati yang Panjang”, “Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi”, dan lainnya.

Itulah beberapa sastrawan masa kini yang cukup terkenal, para sastrawan selalu memiliki ciri khasnya dalam membuat karya, sehingga memudahkan para penikmat sastra untuk mengenali tipe sastra dari pembuatnya. Dalam membuat karya sastra memanglah tidak semudah itu, tetapi jika kita terus mencoba dan menekuninya, maka kita akan bisa membuat karya yang indah.

Dunia sastra tentunya akan terus berkembang, dari yang sebelumnya hanya bisa dilihat secara langsung, kini dapat kita lihat lewat gawai atau teknologi informasi lainnya. Hal tersebut sangatlah membantu kita dalam melestarikan budaya sastra dan menciptakan tokoh-tokoh sastra modern yang menakjubkan.

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.