Tiga Tokoh Oposisi Belarus Terima Penghargaan Karl Agung di Aachen | DW | 26.05.2022

by -14 views
tiga-tokoh-oposisi-belarus-terima-penghargaan-karl-agung-di-aachen-|-dw-|-2605.2022

Sviatlana Tikhanovskaya, Maria Kalesnikova dan Veronika Tsepkalo dianugerahi penghargaan Karl Agung di kota Aachen atas kiprah mereka berjuang untuk demokrasi dan hak asasi manusia.

Tiga tokoh perempuan Belarus menerima penghargaan Karl Agung yang setiap tahun diserahkan di kota Aachen. Svetlana Tikhanovskaya, Maria Kalesnikova and Veronika Tsepkalo mendapat penghargaan itu atas perjuangan mereka untuk “kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia” di negaranya, kata Komite Penghargaan Internasional Karl Agung di Aachen.

Pimpinan dan tokoh oposisi Belarus Svetlana Tikhanovskaya dan Veronika Tsepkalo yang hidup di pengasingan hadir pada upacara penyerahan penghargaan di Aachen hari Kamis (26/05). Sedangkan Maria Kalesnikova yang saat ini masih meringkuk di penjara Belarus diwakili oleh saudara perempuannya Tatsiana Khomich.

Ketiga perempuan adalah tokoh utama gerakan oposisi menentang kekuasaan rezim Alexander Lukashenko di Belarus yang memerintah dengan tangan besi.

Upacara penyerahan penghargaan Karl Agung di Aachen, 26 Mei 2022

Upacara penyerahan penghargaan Karl Agung di Aachen, 26 Mei 2022

Teladan bagi jutaan perempuan

Upacara penyerahan penghargaan Karl Agung berlangung di gedung utama Balai Kota Aachen, dihadiri sekitar 600 undangan. Pidato penghargaan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock.

“Ketiga perempuan adalah teladan bagi jutaan perempuan di dunia”, kata Annalena Baerbock. “Keberanian kalian tidak bisa dipenjara. Gagasan kebebasan tidak bisa diusir ke pengasingan. Inilah pesan utama penghargaan Karl Agung tahun ini.”

Sebagai tamu undangan hadir juga Perdana Menteri Negara Bagian Nordrhein-Westfalen Hendrik Wüst dan Ketua Parlemen Jerman Bärbel Bas.

Hendrik Wüst mengatakan, penghargaan ini adalah sinyal penting bagi kebebasan dan demokrasi. “Ketiga perempuan dengan berani dan tegas telah melakukan perlawanan terhadap diktatur kejam di Belarus”, kata Wüst. “Dengan damai dan tanpa kekerasan mereka mendorong kebangkitan gerakan demokrasi di negaranya, yang dalam jangka panjang akan berhasil.”

  • Foto dari pameran, Masa Depan Belarusia, Didorong oleh Perempuan. Banyak wanita muda menghadapi polisi dari unit khusus polisi Belarusi. Para wanita itu mengenakan gaun, riasan dan lipstik, dan membawa bunga.

    Feminin, Demo, Penjara – Perjuangan Perempuan Belarus

    Demo dengan bunga

    Selama berbulan-bulan, perempuan di Belarus telah menuntut demokrasi dan pengunduran diri presiden Alexander Lukashenko. Nadia, wanita muda yang menatap mata polisi, menghabiskan 10 hari di penjara, menurut deskripsi gambar di pameran “Masa Depan Belarus, Didorong oleh Perempuan,” di Vilnius, Lithuania.

  • Foto dalam pameran ini menunjukkan Anna (kiri) berusia 24 tahun, bersama dua remaja putri lainnya. Anna mengenakan gaun pengantin dan kerudung yang dikenakan ibunya saat menikah 26 tahun lalu.

    Feminin, Demo, Penjara – Perjuangan Perempuan Belarus

    Gaya feminin

    Banyak wanita memilih untuk menekankan feminitas mereka dalam pawai. Foto dalam pameran ini menunjukkan Anna (kiri) berusia 24 tahun, bersama dua remaja putri lainnya. Anna mengenakan gaun pengantin dan kerudung yang dikenakan ibunya saat menikah 26 tahun lalu. Lukashenko telah menjadi presiden Belarus selama seluruh periode itu. Foto itu diambil oleh fotografer Nadia Buzhan.

  • Foto menunjukkan polisi menangkap dan menyeret pengunjuk rasa.

    Feminin, Demo, Penjara – Perjuangan Perempuan Belarus

    300 penangkapan dalam satu hari

    Diambil pada 19 September 2020, foto ini menunjukkan polisi menangkap dan menyeret pengunjuk rasa. Museum di Vilnius mengatakan bahwa menurut kelompok hak asasi manusia, 300 orang ditangkap oleh polisi pada hari ini ketika “Woman’s March” berlangsung.

  • Foto ini menunjukkan seorang wanita tua dengan pullover merah memegang bendera Belarus. Gambar itu diambil oleh Viyaleta Sauchyts.

    Feminin, Demo, Penjara – Perjuangan Perempuan Belarus

    Tua dan muda

    Terlepas dari penangkapan dan ancaman, wanita dari segala usia berpartisipasi dalam pawai. Mereka memakai warna putih dan merah, warna Belarus. Pasukan keamanan telah mengerahkan meriam air dan pentungan untuk melawan para pengunjuk rasa.

  • Penyanyi Belarusia Palina berdiri di depan pasukan, mengenakan pita merah di mulutnya sebagai simbol protes terhadap kebrutalan polisi. Foto itu diambil oleh Volha Shukaila.

    Feminin, Demo, Penjara – Perjuangan Perempuan Belarus

    Dibungkam?

    Museum MO di Vilnius menggelar pameran dengan tujuan mendukung gerakan demokrasi di negara tetangga. Dalam pernyataan persnya, Wali Kota Vilnius, Remigijus Simasius, mengatakan bahwa kota tersebut berfungsi sebagai “tempat berlindung” bagi warga Belarus.

  • Foto ini menunjukkan seorang wanita mengenakan jaket putih dan mengibarkan bendera Belarus di Minsk. Foto itu diambil oleh Volha Shukaila.

    Feminin, Demo, Penjara – Perjuangan Perempuan Belarus

    Suara dari eksil

    Pemimpin oposisi Belarus Svetlana Tikhanovskaya mengirimkan kata-kata dukungannya. “Pameran ini didedikasikan untuk wanita dari Belarus. Kami memiliki tujuan yang sama: membawa kebebasan dan supremasi hukum kembali ke Belarus. Wanita berada di garis depan dalam perjuangan ini. Seperti banyak wanita lainnya, perjuangan ini adalah pertarungan pribadi untuk saya.”

  • Gambar ini menunjukkan foto yang diproyeksikan di dinding luar museum MO di Vilnius. Foto tersebut menggambarkan seorang pengunjuk rasa wanita sedang memeluk seorang tentara berseragam.

    Feminin, Demo, Penjara – Perjuangan Perempuan Belarus

    Pameran terbuka saat lockdown

    Karyawan di museum MO Vilnius telah menemukan cara untuk menunjukkan gambar-gambar protes meskipun museum resminya tutup karena lockdown COVID. Foto-foto tersebut diproyeksikan di dinding luar museum sehingga semua orang dapat melihatnya.

  • Gambar ini menunjukkan foto yang diproyeksikan di dinding luar museum MO. Foto itu menunjukkan dua wanita pengunjuk rasa berciuman di bawah bendera Belarus.

    Feminin, Demo, Penjara – Perjuangan Perempuan Belarus

    Ciuman demokrasi

    Semua foto diambil oleh jurnalis wanita Nadia Buzhan, Darya Burakina, Iryna Arakhouskaya, Volha Shukaila dan Viyaleta Sauchyts. Dengan cara ini, museum ingin fokus pada perempuan. “Wanita telah menjadi simbol protes damai di Belarus. Mereka dengan berani memprotes pemerintah patriarkal dan kekerasan.” (vlz/hp)

    Penulis: Christine Lehnen


Penghargaan sejak 1950

Penghargaan Karl Agung diserahkan setiap tahun sejak 1950 kepada pribadi maupun institusi, yang telah berjasa dalam upaya penyatuan Eropa. Banyak kepala negara yang telah menerima penghargaan itu.

Karena pandemi corona, penyerahan penghargaan itu pernah dibatalkan satu kali dan satu kali ditunda. Tahun ini untuk pertama kalinya penghargaan itu diserahkan kepada lebih dari satu orang.

Di akhir acara penghargaan, dilaksanakan aksi damai memrotes perang di Ukraina. Para peserta kemudian membentuk tanda perdamaian dan menyanyikan lagi “We shall overcome”.

hp/as (dpa, afp, epd)

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.