Tidak Ada Perempuan yang Tidak Berharga – Arrahim.ID

by -7 views
tidak-ada-perempuan-yang-tidak-berharga-–-arrahim.id

2 min read

Views 8

Sebagian besar perempuan sering merasa tidak nyaman terhadap perlakuan masyarakat tentang standar bagaimana seharusnya perempuan dan laki-laki. Semisal, perempuan yang berpendidikan tinggi kemudian terus melanjutkan karir pendidikannya dan dianggap sudah melewati masa/umur muda untuk menikah maka seringkali dianggap sebagai perempuan yang tidak laku, dan terkadang mendapat julukan “perawan tua”. Perempuan yang bekerja dianggap akan menelantarkan suami dan anaknya, perempuan itu harus nya dirumah saja mengurus suami dan anak.

Budaya patriarki ini sangat meresahkan para perempuan, dimana mereka juga punya hak atas kehidupan yang mereka jalani. Mereka punya kebebasan dalam menentukan pilihan hidup. Perempuan yang tidak bisa memasak di anggap bukan istri ideal, perempuan itu harus seperti ini dan harus seperti itu. Ketidakadilan yang di alami, ketimpangan dan standar berlebihan yang diaplikasikan oleh masyarakat yang tidak ada habis nya membuat para perempuan merasa resah dan kehilangan kepercayaan diri.

Banyak perempuan yang merasa dirinya tidak berharga, dirinya tidak cantik atau di kenal dengan “insecure”. Mengganggap dirinya tidak bernilai, rendah, lemah dan sering merasa malu atas dirinya sendiri karena stereotipe dari budaya patriarki yang sudah mendarah daging dikalangan masyarakat. Merasa dirinya berada dibawah standar yang berlaku.

Kondisi seperti di atas terus ternormalisasikan setiap harinya. Bahkan masyarakat terus menganggap bahwa ini hal yang biasa dan tidak perlu dipermasalahkan. Hal ini terus menjadi tradisi dan nilai yang dipegang oleh masyarakat dan lebih parahnya lagi banyak juga perempuan yang menganggap bahwa itu memang hal yang wajar dan menganggap itu biasa.

Maka dari itu munculah gerakan emansipasi wanita di Indonesia. Emansipasi wanita bertujuan untuk memberikan ruang kepada perempuan dalam bergerak dan memiliki kesetaraan hak dalam segala hal atau di kenal dengan kesetaraan gender. Perempuan berhak untuk melakukan apa yang diinginkan tanpa harus terus mendapatkan perlakuan buruk dan sekarang ini kita bisa melihat banyak tokoh publik yang bergender perempuan telah ikut berkontribusi dalam segala bidang, perempuan ikut serta dalam memajukan ekonomi, politik dan pendidikan di seluruh dunia.

Seperti terdapat di dalam surah Ar-ra’du ayat 11 :

بِاَنْفُسِهِمْۗ مَا يُغَيِّرُوْا حَتّٰى بِقَوْمٍ مَايُغَيِّرُ لَا اللّٰهَ اِنَّ اللّٰهَ اَمْرِ مِنْ يَحْفَظُوْنَهٗ خَلْفِهٖ وَمِنْ يَدَيْهِ بَيْنِ مِّنْۢ مُعَقِّبٰتٌ لَهٗ وَّالٍ مِنْ دُوْنِهٖ مِّنْ لَهُمْ وَمَا لَهٗ مَرَدَّ فَلَا سُوْۤءًا بِقَوْمٍ اللّٰهُ اَرَادَ وَاِذَآ

Artinya: “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

Banyak tokoh perempuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan, agar perempuan dapat hidup dengan nyaman tanpa perbedaan perlakuan yang di dapatkan. Akan tetapi, budaya patriarki masih terus eksis di kalangan masyarakat luas. Masyarakat masih sangat meyakini pada standar bahwa bagaimana perempuan dan laki-laki seharusnya. Hal ini masih terus ternormalisasikan dan dianggap hal yang biasa.

Belum lagi kita lihat banyaknya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan. Komnas perempuan melaporkan bahwa kasus kekerasan seksual mencapai 2.363 kasus di Indonesia pada tahun 2021. Hal ini tentu saja sangat meresahkan. Perlakuan yang tidak seharusnya terhadap perempuan terus terjadi dan tidak ada habisnya bahkan semakin sering. Perempuan dianggap rendah dan terus direndahkan. Meskipun sudah banyak hukum tentang perlindungan perempuan, tetapi masih banyak oknum yang tidak terjerat dan hidup dengan bebas tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Masih banyak perempuan yang terintimidasi, mendapatkan perlakuan buruk, dan tidak mendapatkan haknya. Mereka di rendahkan dan tidak dihargai. Akibatnya mereka merasa rendah dan tidak berharga. Padahal di dalam Islam perempuan sangat lah dimuliakan bahkan di dalam al-Qur’an sampai ada sebuah surat untuk perempuan (an-Nisa’).

Ini merupakan bukti bahwa perempuan itu mulia dan istimewa. Bahkan karena Islam sangat menghormati perempuan maka dari itu perempuan di wajibkan untuk menutup aurat nya. Hal ini bukan untuk membatasi gerak perempuan tetapi untuk menjaga diri mereka sendiri.

Seperti terdapat dalam surah Al-Ahzab ayat 59 :

رَّحِيْمًا غَفُوْرًا اللّٰهُ وَكَانَ يُؤْذَيْنَۗ فَلَا يُّعْرَفْنَ اَنْ اَدْنٰىٓ ذٰلِكَ جَلَابِيْبِهِنَّۗ مِنْ عَلَيْهِنَّ يُدْنِيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَنِسَاۤءِ وَبَنٰتِكَ لِّاَزْوَاجِكَ قُلْ النَّبِيُّ يٰٓاَيُّهَا

Artinya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha penyayang”.

Tidak ada perempuan yang tidak berharga, semua perempuan sama berharga nya dan pantas untuk dihargai. (mmsm)

More

About Author: Feeds Agregator

Gravatar Image
Akun Feeds Agregator, Mesin pengepul info bermutu dari website dan blog favorit

Leave a Reply

Your email address will not be published.