Terkait Invasi ke Ukraina: Apakah Jerman Kehilangan Kekuatan di UE? | DW | 24.05.2022

by -9 views
terkait-invasi-ke-ukraina:-apakah-jerman-kehilangan-kekuatan-di-ue?-|-dw-|-2405.2022

Jerman kehilangan kepercayaan dari mitranya setelah dimulainya invasi Rusa ke Ukraina. Berlin lebih banyak dipandang sebagai sahabat Moskow. Sikap ini bisa mengubah perimbangan politik di Eropa.

Setahun yang lalu, di saat Kanselir Jerman Angela Merkel bersiap meninggalkan kantornya setelah 16 tahun berkuasa. analis politik dari seluruh dunia,sekali lagi memujinya sebagai pemimpin terpenting di Uni Eropa (UE).

Hanya sedikit yang mengkritik peran Merkel dalam mencegah bergabungnya Ukraina ke NATO atau sikap Jerman yang terus maju dalam proyek pembangunan pipa gas Nord Stream II dari Rusia ke Jerman, di tengah bayang-bayang sikap UE yang mengecam aneksasi semenanjung Krimea oleh Rusia.

Tahun ini, ketika Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Menteri Luar Negeri baru Jerman, Annalena Baerbock berkata, “Kami telah terbangun di dunia yang berbeda.”

Agresi Rusia ke Ukraina tidak hanya menghancurkan seluruh tatanan Eropa, tetapi juga mengubah kebijakan Jerman di Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, pada bulan April lalu mengundang Merkel untuk datang ke Bucha di pinggiran kota Kyiv. Kota itu menjadi saksi bisu bagaimana warga sipil diduga telah dibantai oleh pasukan Rusia. Ukraina menunjukan pada Jerman apa yang terjadi di Bucha sebagai hasil dari “kebijakan konsesi ke Rusia.”

  • Bundestag Jerman 2005, Kanselir Angela Merkel dilantik

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    Sumpah jabatan pertama

    Angela Merkel dilantik sebagai perempuan pertama dan orang Jerman Timur sebagai Kanselir pada 22 November 2005. Kala itu ia dilantik oleh Presiden Norbert Lammert. Tidak ada yang bisa memprediksi bahwa jabatan Merkel bisa langgeng selama 16 tahun.

  • Foto Putin berusia 65 tahun bersama Angela Merkel di Sochiv

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    Rusia manfaatkan ketidaksukaan Merkel terhadap anjing

    Foto ini sulit untuk dilupakan. Saat perjalanan ke Rusia pada tahun 2017, Merkel tampak tidak bergeming ketika anjing Presiden Vladmir Putin datang untuk mengendusnya. Hal ini diyakini sebagai provokasi yang disengaja, karena Merkel dilaporkan takut pada anjing, karena pernah digigit.

  • Swafoto Merkel dengan Anas Modamani

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    Swafoto dengan Kanselir

    Foto Merkel dengan pengungsi muda bernama Anas Modamani dari Suriah ini viral di seluruh dunia. Saat Merkel mengunjungi tempat penampungan pengungsi kala itu, Modamani dilaporkan tidak tahu siapa dia pada awalnya. Foto ini kemudian menjadi salah satu foto ikonik yang menjadi simbol pernyataan “kita bisa” terkait kebijakan pengungsi Merkel tahun 2015.

  • KTT G7 Kanada Merkel vs Trump

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    ‘Merkel vs Trump’

    Masa jabatan Merkel sebagai kanselir banyak ditandai oleh turbulensi politik di panggung dunia. Salah satunya foto yang diambil saat KTT G7 di Kanada pada tahun 2018 ini. Merkel tampak seperti berupaya keras menjelaskan kepada Presiden AS Donald Trump tentang apa yang seharusnya dilakukan. Foto ini pun berhasil menghiasi halaman berita utama di seluruh dunia.

  • Merkel dan Trump di Gedung Putih, 17 Maret 2017

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    Berurusan dengan mitra yang sulit

    Bagi Merkel, berurusan dengan Trump tidaklah mudah. Selama kunjungan pada tahun 2017, kekesalan Merkel terhadap perilaku presiden baru AS itu terlihat jelas. Ada banyak spekulasi tentang apakah Merkel benar-benar menolak berjabat tangan dengan Trump di depan kamera. Namun, terlepas dari semua spekulasi, Merkel berbicara dengan “profesional” soal “pertukaran yang baik dan terbuka” usai pertemuan.

  • Gaun Malam Angela Merkel saat menghadiri Opera di Oslo, Norwegia

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    Ribut-ribut soal baju Merkel

    Sebagai pemimpin perempuan, Merkel mau tidak mau juga harus menghadapi komentar tentang apa yang ia kenakan. Contohnya saat kunjungan ke opera di Oslo pada tahun 2008. Gaun dengan garis leher menjuntai yang ia pakai memicu perdebatan sampai-sampai juru bicaranya harus turun tangan mengatasi masalah tersebut. Setelah itu, Merkel lebih memilih memakai blazer dan celana panjang.

  • Angela Merkel dan Joachim Sauer

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    Kegemaran berkelana

    Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan pribadi Merkel, kecuali mungkin kecintaannya pada hiking. Pada tahun 2012 ia dan suaminya Joachim Sauer terpotret sedang berjalan-jalan di pulau Ischia, Italia.

  • Merkel Selebrasi Gol pada Piala Dunia 2014

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    Melompat kegirangan

    Merkel biasanya dianggap cukup pendiam. Tapi ketika tim Jerman mencetak gol di Piala Dunia 2014, Merkel tidak dapat menahan kegembiraannya. Menurut seorang ajudan dekat, dia adalah penggemar klub bintang Bundesliga Jerman, FC Bayern.

  • Ciri khas tangan Merkel

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    Ciri khas Merkel

    Kebiasaan Merkel yang mengatupkan tangan di depan perut, dengan ibu jari dan ujung jari bersentuhan membentuk bentuk berlian, menjadi ciri khasnya. Gestur yang dijuluki “berlian Merkel” itu tidak hanya digunakan dalam kampanye pemilu 2013, tapi juga mendapat emoji sendiri. Olaf Scholz, kandidat kanselir Sosial Demokrat di pemilu 2021, bahkan mengadopsi gestur yang terkenal itu.

  • Perusahaan Coburger Jerman memproduksi boneka beruang Merkel

    Melihat Kembali Momen Paling Berkesan dari Kepemimpinan Angela Merkel

    Kenang-kenangan yang tidak biasa

    Dengan blazer merah, rantai “Schland”, lengkap dengan gestur tangan yang jadi ciri khas Merkel, boneka beruang buatan bisnis keluarga Coburger ini bisa dengan cepat dikenali sebagai representasi Merkel. 500 boneka yang disebut sebagai “Merkel teddy” ini dengan cepat terjual habis yang salah satunya masih harus diberikan ke Kanselir yang akan segera mengakhiri masa jabatan.

    Penulis: Stephanie Höppner


Penulis terlaris Ukraina , Andrey Kurkov, baru-baru ini mengatakan kepada DW bahwa ia melihat peningkatan sentimen anti-Jerman di negaranya. “Secara terbuka, Angela Merkel disalahkan atas perkembangan terakhir,” ungkapnya.

Kritik juga disuarakan di Polandia dan negara-negara Baltik. Publik di negara itu bukan cuma menyalahkan Merkel, tapi seluruh politisi Jerman dan kebijakan perdagangan terhadap Rusia.

Mantan menteri luar negeri Jerman dan presiden saat ini, Frank-Walter Steinmeier, mengakui “salah penilaian” yang telah merugikan banyak kredibilitas Jerman. Yang paling memalukan adalah peran yang dimainkan oleh politisi dari Partai Sosial Demokrat sekaligus mantan kanselir, Gerhard Schröder yang hingga menolak untuk menjauhkan diri dari teman pribadinya, Vladimir Putin.

Tidak ada perubahan kebijakan yang berarti?

Ketika invasi terjadi, Kanselir Jerman Olaf Scholz memproklamirkan “Zeitenwende”. Istilah itu berarti perubahan paradigma untuk menggarisbawahi bahwa pemerintah Jerman bersedia mengambil tindakan untuk mendukung Ukraina.

Tapi, Scholz juga mempertimbangkan potensi perang dunia ketiga, dan ragu-ragu untuk berkomitmen pada pengiriman senjata serta boikot energi yang luas terhadap Rusia. Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki bahkan menuduh Scholz terus memblokir sanksi Uni Eropa yang lebih tegas.

Pakar politik, Volker Weichsel, menilai upaya yang sudah dilakukan Jerman ke Rusia juga tidak membuahkan hasil. Ilmuan pakar politik Eropa timur ini menyebut “Asumsi bahwa pemikiran Scholz akan diterima Rusia adalah salah. Sebaliknya, propaganda Moskow telah menyudutkan Jerman sebagai teman yang berlebihan, dan kini dicaci dengan cara yang berlebihan juga.”

  • Peluru kendali Javelin yang sudah digunakan dalam perang di Ukraina

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Amerika Serikat, Beragam Senjata

    Pentagon memasok beragam persenjataan ke Ukraina senilai 2,5 miliar USD. Antara lain peluru kendali anti pesawat terbang Javelin buatan Inggris (foto). Selain itu, AS merencanakan pengiriman 300 kendaraan lapis baja dan sejumlah meriam artileri yang bisa dikendalikan lewat GPS lengkap dengan amunisinya. Juga Washington akan kirim 11 helikopter transport tipe MI-17 buatan Uni Sovyet.

  • Drone Switchblade untuk Ukraina yang dijuluki rudal ransel

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Amerika Serikat, Drone Switchblade

    AS juga mengirim sekitar 300 Drone Switchblade yang dipuji gampang dikendalikan dan tidak perlu stasiun peluncur canggih di darat. Dengan bobot hanya beberapa kilogram Switchblade bisa diangkut dengan ransel dan punya daya jelajah hingga 10 km. Drone sekali pakai ini bisa dikendalikan secara presisi untuk diledakkan menghancurkan target musuh.

  • Tank anti serangan udara tipe Gepard buatan Jerman

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Jerman, Tank Gepard

    Pemerintah Jerman sudah menyetujui pengiriman senjata berat, berupa tank anti serangan udara jenis Gepard. Dikembangkan tahun 1970-an, tank ini selama tiga dekade jadi tulang punggung sistem pertahanan anti serangan udara Jerman. Dilengkapi meriam kaliber 23mm yang mampu menembus lapis baja, dulu terutama dirancang untuk melumpuhkan helikopter tempur MI-24 buatan Rusia.

  • MiliterUkraine mengujicoba Drone Bayraktar TB2 UAV

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Turki, Drone Bayraktar

    Turki sudah memasok 20 drone tempur Bayraktar TB2 ke Ukraina. Penjualan drone ini pada tahun 2021 mulanya tidak ada kaitannya dengan perang yang dilancarkan Rusia. Tapi seiring perkembangan situasi di Ukraina, drone buatan Turki ini jadi salh satu senjata berat yang dikirim ke Ukraina dari salah satu anggota NATO.

  • Praha mengirim amunisi dan tank tipeT-72 M4 buatan Uni Sovyet ke Ukraina

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Republik Ceko, Tank T-72 M4

    Republik Ceko menjadi negara pertama anggota NATO yang mengirim senjata berat ke Ukraina. Bulan Januari 2022 seiring penguatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, Praha mengirim amunisi dan granat anti panser. Setelah invasi Rusia, Republik Ceko mengirimkan tank tipeT-72 M4 buatan Uni Sovyet (foto) dan panser tipe MBP.

  • Jet tempur MiG-29 Poolandia yang rencananya akan diserahkan ke Ukraina

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Polandia, MIG-29

    Polandia merencanakan pengiriman sejumlah pesawat tempur tipe MIG-29 buatan Rusia ke Ukraina lewat negara ketiga. Namun NATO menolak rencana ini, karena dengan itu berarti pakta pertahanan Atllantik Utara akan dianggap terlibat secara langsung dalam perang di Ukraina. Warsawa akhirny hanya mengirim senjata tempur dan amunisinya.

  • Roket anti panser tipe AT4 dalam latihan perang di Polandia

    Negara Pemasok Senjata ke Ukraina

    Negara NATO Lain, Akan Kirim Senjata Taktis

    Anggota NATO lainnya seperti Inggris, Prancis, Belanda, Belgia dan Kanada sudah menjanjikan pengiriman bantuan persenjataan ke Ukraina. PM Inggris Boris Johnson sesumbar akan mengirim rudal anti armada laut, sementara PM Belanda Mark Rutte menjanjikan akan mengirim panser tempur. Namun sejauh ini belum ada yang melakukan pengiriman senjata (as/yf)

    Penulis: Agus Setiawan


“Uni Eropa mengharapkan kepemimpinan yang kuat dari Jerman. Namun dalam krisis saat ini, pemerintah Jerman terus-menerus bertindak sangat lambat dan hanya menanggapi tekanan eksternal,” kata Weichsel.

Jumat ini, duta besar Ukraina untuk Jerman, Andrij Melnyk, mengatakan kepada jaringan media RND bahwa dia yakin “kanselir tidak ingin menyerahkan” senjata ke Ukraina. “Orang bisa mendapat kesan bahwa mereka sedang menunggu gencatan senjata,” katanya. “Kemudian tekanan akan keluar dari Jerman, dan kemudian tidak perlu lagi membuat keputusan yang berani.”

Siapa yang memimpin Eropa?

Jika bukan Jerman, siapa yang bisa memimpin di Eropa? Pengamat politik mencatat bagaimana Presiden Ukraina mengambarkan percakapannya dengan sejumlah pimpinan Eropa pada minggu ini. Percakapan Zelenskyy dengan Olaf Scholz dinilai “cukup produktif”, sementara perbincangan telepon dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron disebut “substansial dan lama” untuk membuat Ukraina segera bergabung dengan Uni Eropa.

Namun pakar politik dari Dewan Hubungan Luar Negeri Jerman, Henning Hoff, menyebut kritik yang sama juga diberikan bagi kebijakan Presiden Prancis. “Ada banyak ketidakpercayaan terhadap Prancis,” katanya kepada DW. Macron memulai “dialog strategis dengan Putin pada 2019 tanpa konsultasi sebelumnya dengan Eropa tengah dan timur.”

Secara umum, Hoff menilai kebijakan Eropa tentang Rusia “tidak dapat diserahkan kepada Jerman atau Prancis. Orang-orang Eropa tengah dan timur, terutama negara-negara Baltik dan Polandia harus bersuara.”

Ilmuwan politik Weichsel memiliki tiga saran: “Dukung akses cepat Ukraina ke UE, berikan dukungan yang konsisten untuk pertahanan militer Ukraina, dan selesaikan pengalihan energi yang cepat dan sukses.”

“Hilangnya gengsi dalam beberapa minggu terakhir akan segera dilupakan jika Jerman menunjukkan bahwa ia memiliki model berkelanjutan untuk masa depan,” ujar Weichsel.

Hoff berpendapat Jerman perlu mengembangkan pendekatan politik baru untuk tetangga di timurnya. “pertama-tama harus fokus pada tetangga dekat Jerman dan mitra UE atau NATO, dan hanya dalam langkah kedua pada apa yang diharapkan akan segera menjadi Rusia pasca-Putin.”  Ia menambahkan Jerman hanya dapat memperoleh kembali kepercayaan publik Eropa mempertegas kebijakannya dan mau bekerja sama dengan mitra Eropa lainnya.

Volker Weichsel berpendapat bahwa Jerman harus berpikir ulang: “Selama 70 tahun, masyarakat Jerman percaya bahwa itu dapat mencegah perang dengan tidak pernah lagi berubah menjadi negara yang menyerang pihak lain. Mereka pikir peran mereka adalah terus meminta maaf atas tindakan masa lalu mereka. Gagasan bahwa negara lain dapat menjadi aggresor dan bahwa Jerman harus bergegas membantu korban dengan senjata. Hal itu tidak terpikirkan oleh sebagian besar masyarakat Jerman. Pemikiran ulang baru saja dimulai.”

(as/rs)

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.