Teknologi DNA pda GMO (Genetically Modified Organism) | GEOTIMES

by -4 views
teknologi-dna-pda-gmo-(genetically-modified-organism)-|-geotimes

Bioteknologi sampai saat ini menjadi sasaran teknologi bagi makhluk hidup. Bioteknologi merupakan teknologi pemanfaatan makhluk hidup yang bertujuan untuk memberikan produk serta memiliki nilai guna bagi manusia. GMO singkatan dari Genetically Modified Organism, yang memiliki arti organisme termodifikasi secara genetika atau melalui rekayasa genetika. Rekayasa genetika merupakan teknik pemindahan gen yang diinginkan agar menghasilkan atau memperbaiki sifat tanaman, hewan, ataupun makhluk hidup lain.

GMO merupakan organisme baik tanaman, hewan, maupun mikroorganisme yang produknya dihasilkan karena proses organisme yang gennya atau DNAnya diubah menggunakan rekaya genetika atau diubah secara sengaja bukan alamiah. Perubahan genetik ini dapat dilakukan dengan melakukan penambahan materi genetika, mutasi, ataupun penghapusan genetiknya. Proses terjadinya GMO yaitu seperti potongan gen hewan maupun potongan gen tumbuhan yang disisipkan kedalam gen bakteri, kemudian gen bakteri itu di masukkan ke dalam gen hewan ataupun ke dalam gen tumbuhan tersebut. Maka, gen tumbuhan atau gen hewan tersebut menghasilkan produksi yaitu GMO.

GMO dilakukan agar produk yang dihasilkan memiliki tingkat yang lebih unggul, menciptakan variasi yang lebih baru, membantu pelestarian lingkungan dan juga dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan manusia dengan menyediakan kebutuhan pangan masa depan  manusia dengan kualitas yang baik, serta bermanfaat dalam bidang pertanian dimana para petani lebih meminimalisir penggunaan pestisida kimia.

Banyak manfaat yang dapat diambil dari produk GMO, seperti pada tanaman yang dapat bertahan lebih lama terhadap hama dan meningkatkan hasil panen. Pada hewan dapat digunakan sebagai penelitian, dan pada virus dapat menyembuhkan penyakit. Sebenarnya GMO ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Maka, perkembangan produk GMO semakin lama semakin meningkat karena kebutuhan dan peminatnya yang tinggi.

Akan tetapi, dibalik keuntungan atau manfaat yang didapatkan. Tidak selamanya produk GMO menguntungkan, banyak beberapa kasus yang menghasilkan dampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan. Diantaranya, menyebabkan terjadinya evolusi secara cepat, mengganggu keseimbangan ekosistem atas spesies alami yang mana manusia akan lebih tertarik pada organisme baru sehingga spesies atau tanaman yang asli sedikit demi sedikit akan punah, menimbulkan alergi pada manusia, khawatir akan haramnya komposisi tersebut, dan gangguan pada kesehatan yang lainnya.

Produk rekayasa (GMO) pada tanaman di Indonesia diantaranya ialah jagung, kedelai, padi, tomat, tebu, kentang, singkong, dan lain sebagainya. Peneliti sudah memastikan bahwa produk-produk tersebut aman untuk di konsumsi.

Negara yang memiliki produk GMO terbanyak adalah Amerika Serikat. Produk GMO di Indonesia sudah berkembang karena penduduk lebih meminati produk hasil rekayasa genetika dari pada produk yang aslinya. Walaupun memang sebagian besar dari mereka tidak mengetahui produk GMO tersebut, akan tetapi dari keunggulan produknya lah yang membuat mereka lebih memilih produk GMO dari pada yang aslinya.

Maka dengan itulah, peneliti semakin tertuntut dalam mencari cara untuk meningkatkan hasil yang lebih tinggi dengan menggunakan metode rekayasa genetika, dan hal ini lah yang membuat produk GMO semakin meningkat dan berkembang di Indonesia.

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.