Teaser Novel The Eleventh Ex di Cabaca

by -2 views
teaser-novel-the-eleventh-ex-di-cabaca
Teaser Novel The Eleventh Ex di Cabaca

Teaser Novel The Eleventh Ex di Cabaca – “Woi, Kalya datang!”

Teriakan Yana yang lebih sering dipanggil si Cungkring, membuat semua siswa SMA Darma Bhakti bergegas berdiri mengatur posisi. Ya, yang semula mereka berbaur menjadi satu di lorong kelas, kini mulai membelah jalan demi menyambut kedatangan sang ratu.

“Kepada yang mulia Ratu Mantan, kami persilakan untuk memasuki jalur kehormatan yang telah kami persiapkan,” teriak Cungkring dengan badan tegap mirip pengawal kerajaan yang memberikan penghormatan.

Sang Ratu Mantan melempar senyum manisnya kepada semua orang yang ada di sana sambil menaikan dagunga penuh wibawa. Dinda dan Imey yang berdiri tepat di belakangnya hanya cekikikan.

Sambil melambaikan tangan, Kalya berjalan melewati para cowok kelas sebelas yang sudah menunggunya dari tadi. Suara tepukan tangan dari mereka semakin menambah kemeriahan pagi ini.

Dinda tertawa geli. “Kalau ditambah karpet merah, Kalya udah mirip juara kompetisi ajang kecantikan aja, Mey,” ujarnya.

“Ih, seru tahu. Ini perayaan terunik yang ada di sekolah kita,” balasnya sambil ikut tepuk tangan.

“Iya.. Iya.. Unik. Saking uniknya, cuma di sekolah kita aja yang temannya baru putus malah dirayain gini,” timpal Dinda menepuk jidat Imey gemas. Keduanya pun tertawa geli.

“Ssshhhht. Berisik. Fokus jalan ke kelas aja bisa gak?” ujar Kalya kepada kedua sahabatnya itu.

“Iya, Ratu Mantan!” samber Dinda dan Imey. Kini Kalya pun ikut tertawa.

Baca Juga: Teaser Novel Mbak Kunti Mencari SIM di Cabaca

Berbeda dengan Kalya yang terlihat bahagia dengan pencapaian konyolnya, Raldo malah tampak murung.  Sebenarnya dia tak ingin masuk sekolah hari ini, tetapi ulangan Fisika tak bagus jika dihindari. Bisa mati dia dikejar Pak Burhan.

Raldo mulai menyusuri lorong kelas dengan cara mengendap-ngendap. Kepalanya memutar ke kiri dan kanan untuk memastikan situasi aman terkendali.

“Sepi. Berarti, acara penyambutan Ratu Mantan sudah selesai,” ucap Raldo merasa lega.

Pemuda dengan ransel berwarna hitam itu kemudian berlari menuju kelas. Berharap tidak ada orang yang menyapa atau bahkan mengajaknya diskusi tentang kejadian tadi malam. Dia tidak akan pernah lupa. Betapa malunya dia ketika seseorang merekam dan menyebarkan video ketika Kalya memutuskannya.

“Baru juga jadian tujuh hari. Masa kita putus, Kal?” tanyanya malam itu.

“Kan lo yang salah. Gue bilang lagi kepingin sate taichan. Kenapa lo bawanya sate ayam Madura?”

“Tapi kan sama-sama sate ayam.” Kalya melengos enggan menanggapi pembelaan Raldo.

Malam itu, banyak yang menelpon Raldo untuk menanyakan tentang kebenaran video menyedihkan yang tersebar di grup Whatshapp kelas sebelas. Tidak ada pilihan lain, Raldo hanya bisa mengiakan. Dan harus pasrah menerima apa yang akan terjadi di sekolah, hari ini.

Baru saja Raldo merasa senang dan diistimewakan oleh teman-temannya di kelas karena menjadi pacar cewek terpopuler di sekolah, tetapi sayang, semua harus berakhir.

Raldo benar-benar sudah berusaha menjadi pacar yang baik untuk Kalya. Selalu mengalah, nurut, perhatian, tetapi, tetap saja akhirnya putus juga.

Raldo sebenarnya tidak buruk. Dia tampan, sering juara kelas dan berasal dari keluarga yang berada. Hanya saja, tidak pandai bergaul. Dia lebih suka menghabiskan jam istirahatnya di dalam perpustakaan seorang diri, dibanding nongkrong di kantin seperti cowok-cowok lainnya.

Ya, Raldo memang berbeda. Dia dikenal sebagai cowok kaku, minderan dan pemalu. Imey bilang, Raldo mungkin terlihat lebih keren kalau kacamatanya dilepas, dan jalannya jangan terlalu menunduk. Tetapi menurut Dinda, justru itulah ciri khasnya Raldo. Dan bagaimana kata Kalya?

Jangan tanyakan hal itu kepada Kalya. Dia tidak akan peduli. Dia hanya suka membuat cowok baper, kemudian memacarinya dan meninggalkannya.

Sekarang, Raldo sudah di depan kelas. Walau sedikit ragu untuk membuka pintu, dia yakin akan aman karena sebentar lagi Pak Burhan datang ke kelas.

Kreek! Pintu terbuka.

Semua temannya sedang duduk rapi di bangku masing-masing. Lagi-lagi Raldo lega.

“Pagi, Teman-Teman..” sapanya polos.

“Pagi, Raldo..” jawab mereka kompak. Raldo bergegas duduk di bangkunya.

“Do, itu..” kata Cungkring menunjuk ke papan tulis sambil menahan tawa.

~Selamat atas prestasimu menjadi mantan kesepuluh Kalya Amanda~

Raldo tertunduk lemas. Semua teman-temannya malah bersorak dan memberikan selamat.

baca selanjutnya di sini.

Baca Juga: Teaser Novel After School Investigation di Cabaca

Punya banyak mantan, bangga gak? Kalya pun mulai tertarik dengan seorang cowok… tapi semoga gak jadi mantan kesebelasnya. Novel teenlit Indonesia terbaru di Cabaca aplikasi Cabaca. Baca The Eleventh Ex karya Piet Genta, GRATIS.

Mau download pdf novel Indonesia yang ilegal demi bisa baca gratis? Sudah gak zaman! Toh sekarang ada aplikasi Cabaca, yang bikin kita bisa baca novel online gratis setiap hari mulai pukul 21.00 – 22.00 WIB di program Jam Baca Nasional. Di luar itu pun tetap gratis asalkan lakuin misi kerang atau top up kerang untuk baca novel Indonesia favoritmu. Pakai aplikasi Cabaca sekarang dan jadilah bagian dari pembaca zaman now!

Subscribe to Cabaca Blog

Get the latest posts delivered right to your inbox

Leave your vote

466 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *