Tafsir Surah an-Nisa Ayat 36: Perintah Berbuat Baik Kepada Tetangga Non Muslim

by -7 views
tafsir-surah-an-nisa-ayat-36:-perintah-berbuat-baik-kepada-tetangga-non-muslim

BincangSyariah.ComIslam merupakan agama kasih sayang, menjaga kerukunan dan serta berbuat baik kepada sesama manusia adalah salah satu yang diperintah oleh agama Islam. Tak terkecuali berbuat baik kepada tetangga sendiri, meski ia adalah non muslim. Berikut tafsir surah an-Nisa ayat 36, yang menyuruh berbuat baik pada tetangga.

Banyak dalil baik dari al-Qur’an maupun hadits yang memerintahkan untuk berbuat baik kepada tetangga. Dalam hadits, salah satunya ialah hadits riwayat Imam Ahmad berikut:

قال الامام أحمد: حدثنا سفيان عن داود بن شابور عن مجاهد عن عبد الله ابن عمر قال: قال رسول الله صم: ” ما زال جبريل يوصيني بالجار حتى ظننت أنه سيورثه”.

Imam Ahmad berkata: menceritakan kepadaku Sufyan dari Daud bin Syabur dari Mujahid dari Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah bersabda: “Jibril tak henti-hentinya berwasiat kepadaku terkait tetangga sehingga aku menyangka bahwa ia akan mewariskannya kepadaku”.

Tafsir Surah an-Nisa Ayat 36

Sedangkan dalam Al-Qur’an, salah satu ayat yang menyinggung masalah berbuat baik kepada tetangga ialah surah An-Nisa’: ayat 36 berikut:

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri”.

Dalam ayat tersebut, dapat diketahui akan pentingnya berbuat baik kepada sesama manusia: orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga, teman sejawat, ibnu sabil bahkan kepada hamba sahaya sekalipun. Lalu bagaimana jika tetangga tersebut non muslim?. 

Dalam menafsiri ayat tersebut terutama pada makna “al-Jaar dzil qurba” dan “al-Jaar al-junub” Ibnu Katsir dalam kitabnya “Tafsir al-Qur’an al-Adzim Juz II” hal 292 salah satunya mengutip pendapat Abu Ishak dari Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim berkata demikian:

وقال أبو إسحاق عن نوف البكالي في قوله: (والجار ذي القربى) يعني المسلم (والجار الجنب) يعني اليهودي والنصراني. رواه ابن جرير, وابن حاتم

“Abu Ishak dari Naufa al-Bikali terkait firman Allah (tetangga yang memiliki hubungan kekerabatan) berkata: maksudnya ialah orang Islam, sedangkan untuk firman Allah (tetangga jauh) maksudnya ialah orang Yahudi dan Nasrani. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim)”.

Sedangkan dalam tafsiran lain terkait makna kedua kalimat tersebut, Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas memaknainya dengan tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan yang tidak memiliki hubungan kerabat. 

Namun, hal tersebut juga tidak menafikan perintah untuk berbuat baik kepada tetangga non muslim. Karena hubungan persaudaraan tidak hanya ada dalam agama saja (Ukhuwah Islamiyah). Akan tetapi juga persaudaraan sesama manusia juga sesama warga negara (ukhuwah insaniyah dan wathaniyah).

Demikian penjelasan tafsir surah an-Nisa ayat 36, perintah berbuat baik kepada tetangga non muslim. Wallahu a’lam. (Baca: Berbuat Baik kepada Tetangga yang Non-Muslim, Bolehkah?).

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.