Syaikhah Karimah; Wanita Ahli Hadits dari Kota Damaskus | Bincang Syariah

by -6 views
syaikhah-karimah;-wanita-ahli-hadits-dari-kota-damaskus-|-bincang-syariah

BincangSyariah.Com– berikut ini biografi Syaikhah Karimah, seorang wanita ahli hadits dari Kota Damaskus. Kisah ini bisa menjadi teladan bagi kehidupan. Simak kisahnya berikut;

“Jika hendak mencari wanita salehah dengan pengabdian yang banyak kepada umat, kontribusi yang juga banyak untuk ilmu pengetahuan, serta sosok pendidik yang sangat tabah dan sabar, maka Karimah bint al-Muhaddits lah sosoknya.”

Kata di atas sangat tepat untuk menggambarkan wanita yang satu ini. Bagaimana tidak, semua hidupnya ia dedikasikan hanya untuk dua hal; (1) ilmu pengetahuan; dan (2) ibadah untuk mendekat kepada Allah ‘azza wa jalla.

Jika wanita pada umumnya masyhur dengan kehebatan spiritual yang ditandai dengan pemahaman luas akan dunia tasawuf, maka ia tidak. Justru, sosok Karimah adalah wanita yang sangat akar akan diskursus ilmu hadits, fiqih dan ilmu-ilmu syariat lainnya.

Namanya sangat populer (popular), khususnya di kota Syam. Bahkan, masyarakat di kota tersebut menjadikannya sebagai guru besar (Syaikhah), yang selalu dijadikan teladan, baik di masa hidupnya dengan belajar kepadanya, atau setelah kematiannya, dengan meneladani napak tilas yang pernah ia lakukan di dunia.

Nama Lengkap Syaikhah Karimah

Syaikhah Karimah, begitu namanya sangat dikenal dan masyhur bagi masyarakat, bahkan dalam kitab-kitab klasik (mu’tabarah) juga dikenal dengan sebutan tersebut. Ia benar-benar seorang guru wanita dengan penguasaan ilmu yang sangat luas. Oleh karenanya, tidak heran jika ada sebutan Syaikhah di awal namanya.

Nama lengkapnya adalah Karimah bint al-Muhaddits al-Adl Abi Muhammad Abdul Wahab bin Ali bin Khadir bin Abdullah bin Ali ad-Dimisyqiyah. Ia memiliki darah kebangsaan Syam, dan dilahirkan pada tahun 546 Hijriah.

Hanya saja, di usia pertumbuhannya ketika menginjak dewasa, orang tuanya pergi menuju kota Damaskus, sebagaimana yang tersemat di akhir namanya, yaitu ad-Dimisyqiyah.

Kendati terlahir sebagai wanita, Karimah tidak lantas putus asa dan menyerah untuk mencari ilmu, atau bahkah bermalas-malasan, tidak! Ia sangat sadar bahwa wanita tidak hanya memiliki peran dalam kamar bagi suaminya dan mengurus anak-anaknya ketika sudah menikah.

Lebih dari itu, ia memiliki keyakinan yang kuat, bahwa seorang ibu akan menjadi pendidik pertama bagi seorang anak.

Keyakinan itu membuat Karimah tidak henti-hentinya mengembara sebagai seorang pelajar. Ia sangat yakin bahwa wanita juga memiliki peluang yang sama sebagaimana seorang laki-laki. Jika laki-laki mampu menjadi seorang ahli hadits dengan penguasaan yang luas, maka seorang wanita pun juga bisa demikian.

Rihlah Intelektualitas Syaikhah Karimah

Karena minim seorang guru wanita yang memiliki penguasaan ilmu luas saat itu. Ia memulai pelajarannya kepada para ulama yang masyhur keilmuannya.

Pada mulanya, ia belajar hadits kepada Imam Abu Ya’la al-Khayubi, Abdurrahman bin Abil Hasan ad-Darani, Hissan bin Tamim az-Zayyat, Ali bin Mahdi al-Hilali, Ali bin Ahmad al-Harastani, dan beberapa ulama lain pada masa itu.

Di bawah bimbingan para ulama yang luas keilmuannya itu, Karimah tumbuh sebagai wanita yang benar-benar haus akan ilmu pengetahuan. Perlahan, semua pelajaran yang diterima olehnya bisa ia hafal dengan sangat mudah dan gampang.

Meski terlahir sebagai wanita, ketangkasan dan kecerdasannya dalam menerima ilmu pengetahuan tidak kalah dengan laki-laki cerdas pada umumnya. Bahkan, saat itu ia mampu mengalahkan kolega laki-laki yang sama-sama belajar di tempat tersebut.

Prestasi Keilmuan Syaikhah Karimah

Kegigihan dan semangatnya dalam menuntut ilmu, pada akhirnya bisa mengantarkan namanya menjadi sosok wanita dengan penguasaan ilmu yang luas.  Bahkan, ia mendapatkan gelar wanita muhadditsah (wanita ahli hadits) yang tidak diragukan riwayat-riwayat yang disampaikan olehnya.

Imam Syamsuddin Abu Abdillah ad-Dzahabi (wafat 748 H), dalam salah satu kitab monumentalnya pernah menyampaikan kejeniusan wanita tersebut dalam ilmu hadits, bahkan tidak sesekali meriwayatkan kitab Sahih Bukhari,

رَوَتْ اَلصَّحِيْحَ غَيْرَ مَرَّةٍ، وَرَوَتْ بِالْاِجَازَةِ عَنْ مَسْعُوْدِ اَلثَّقَفِيْ

Artinya, “(Karimah) meriwayatkan hadits Sahih Bukhari tidak hanya satu kali. Dan, ia telah meriwayatkannya dengan ijazah (sanad) dari Mas’ud ats-Tsaqafi.” (Imam adz-Dzahabi, Siyaru A’lami an-Nubala, [Muassasah ar-Risalah: 1985], juz XXIII, halaman 92).

Tidak hanya hebat dalam ilmu hadits, Imam ad-Dzahabi juga mengungkapkan kemasyhurannya sebagai wanita salehah yang sangat taat dalam beribadah. Dalam kitabnya disebutkan,

كَرِيْمَةُ: اَلشَّيْخَةُ الصَّالِحَةُ الْمُعَمَّرَةُ، مُسْنِدَةُ الشَّامِ، أُمُّ الْفَضْلِ الْقُرْشِيَّةِ، الدِّمِشْقِيَّةِ

Artinya, “Karimah: guru besar wanita yang sangat salehah yang dipanjangkan umurnya. Ia adalah ahli sanad (hadits) wanita dari Syam. Ibu keutamaan dengan keturunan Qursyiyah, Damaskus.” (adz-Dzahabi, Siyaru A’lami an-Nubala, 1985, 23/92).

Demikian sosok Syaikhah Karimah. Ia menjadi salah satu wanita pada abad kelima yang sukses menolak anggapan bahwa wanita memiliki peran yang sangat sempit dan sedikit dalam hidupnya.

Dengan bermodalkan semangat dan tekad yang kuat, ia mampu tumbuh sebagai sosok wanita yang bisa menguasai beragam cabang-cabang ilmu syariat, khususnya ilmu hadits.

Tepat pada tahun 641 hijriah, tepatnya di usianya yang sudah 95 tahun, Allah memilihnya untuk berpulang menuju rahmat-Nya. Ia sudah sangat banyak mengabdi untuk umat, maka di usia tersebut sudah saatnya mendapatkan beragam balasan yang mulia dari Allah ‘azza wa jalla atas segala amal kebaikannya selama di dunia.

Di saat yang bersamaan, bumi Damaskus berduka sangat mendalam. Bahkan, langit kota tersebut juga turut meratapi kepergiannya. Sosok wanita yang sangat sabar dan tabah dalam mendidik telah pergi meninggalkan mereka untuk selamanya di saat sangat cinta dan senang akan didikan yang diberikan olehnya.

(Baca: Mengenal Nyai Makkiyah As’ad: Ulama Perempuan Pengasuh Tiga Pondok Pesantren di Jawa Timur)

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.