Survei: Vaksin Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia dan Singapura

by -18 views
survei:-vaksin-bantu-pulihkan-ekonomi-indonesia-dan-singapura

Ekonom Asia telah merevisi perkiraan pertumbuhan mereka untuk ekonomi Singapura dan Indonesia, berkat peluncuran vaksin virus corona yang lebih cepat, menurut survei baru-baru ini.

Pusat Penelitian Ekonomi Jepang dan Nikkei melakukan survei triwulanan dari 5 hingga 26 Maret, mengumpulkan total 40 jawaban dari para ekonom dan analis di India dan lima anggota terbesar dari 10 negara ASEAN: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Baca juga: Mau Bagi-Bagi Vaksin COVID-19, Timor Leste Malah Kerendam Banjir

Para ekonom melihat bahwa lima negara ASEAN tersebut akan mencapai pertumbuhan positif pada 2021, menyusul penurunan tajam pada tahun lalu. Mereka merevisi proyeksi pertumbuhan Singapura, Indonesia dan India, dari survei sebelumnya yang dilakukan pada Desember.

Singapura diperkirakan akan mencapai pertumbuhan ekonomi 6,1 persen tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya 4,5 persen. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terlihat meningkat sebesar 3,9 persen, naik dari 3,6 persen pada survei terakhir. Perkiraan pertumbuhan PDB India adalah 11,2 persen, naik dari 9,1 persen yang diharapkan pada Desember.

Alasan utama dari revisi tersebut adalah program vaksinasi kedua negara yang relatif berhasil. Indonesia, yang merupakan salah satu negara yang terimbas pandemi terparah di kawasan itu tahun lalu, telah meluncurkan kampanye inokulasi massal pada Januari.

“Kami berharap vaksinasi menjadi pengubah permainan bagi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi pada 2021 untuk mencapai pandemi frequent atau pra-COVID-19 tingkat 2019,” kata Dendi Ramdani dari Bank Mandiri, sebagaimana dikutip dari Nikkei Asia.

Kebijakan moneter di Indonesia juga membantu, kata Dendi. “Bunga rendah merupakan hal positif untuk mendukung pemulihan ekonomi.” Survei JCER menunjukkan analis memperkirakan suku bunga Indonesia akan berada di sekitar 3,55 persen pada paruh kedua tahun 2021, turun dari 3,75 persen pada kuartal terakhir tahun 2020, tetapi lebih tinggi dari 3,5 persen saat ini.

Namun, Wisnu Wardana dari Bank Danamon mengatakan pada Nikkei Asia, dia tidak yakin suku bunga akan naik tahun ini. “Kami yakin Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga kebijakannya pada 3,5 persen di masa mendatang. Kenaikan suku bunga pertama akan terjadi pada 2022, dengan asumsi pemulihan domestik berjalan lancar.”

Negara dengan Varian Baru COVID-19

Seorang pekerja migran menjalani tes swab COVID-19 di sebuah asrama selama awal pandemi COVID-19 di Singapura pada 28 April 2020. (Foto: Reuters/Edgar Su)

Baca juga: Akhirnya, Vaksin COVID-19 Segera Tiba di Timor Leste

Singapura juga diperkirakan akan bangkit kembali tahun ini, meskipun pertumbuhannya bergantung pada permintaan eksternal, mengingat ketergantungannya pada ekspor. Dikutip dari Nikkei Asia, Manu Bhaskaran dari firma riset dan penasehat Centennial Asia Advisors di Singapura mengatakan: “Seiring program vaksinasi secara progresif membuka jalan bagi ekonomi global utama untuk dibuka kembali dan dinormalisasi, pertumbuhan PDB utama di Singapura harus mengungguli.”

Peluncuran vaksinasi COVID di negara itu sekarang telah mencapai hampir 7.000 per juta, berdasarkan rata-rata tujuh hari yang bergulir pada pertengahan Maret, jumlah yang jauh lebih tinggi daripada di negara-negara Asia lainnya, menurut knowledge Our World in Details, yang dilansir Nikkei Asia. Mengingat populasi perkotaannya yang kecil hanya 5,7 juta, program vaksinasi massal menjadi lebih mudah dan lebih cepat untuk diluncurkan.

Para ekonom memperkirakan India juga akan melakukan pemulihan yang cepat pada 2021, jika mampu mengikuti laju vaksinasi saat ini. Negara ini menghadapi ledakan kasus, melaporkan 103.558 infeksi baru pada 5 April, lompatan satu hari tertinggi. Saat ini terdapat 12,59 juta kasus COVID di negara tersebut dan 165.101 meninggal akibat penyakit tersebut.

Namun, Tirthankar Patnaik dari Bursa Efek Nasional India, mengatakan respons fiskal pemerintah yang kuat dan belanja modal yang lebih tinggi akan membantu perekonomian kembali ke tingkat sebelum pandemi pada kuartal terakhir tahun ini.

Dharmakirti Joshi dari CRISIL India, lembaga pemeringkat yang berbasis di India, bahkan lebih optimis, mengatakan dia memperkirakan India akan bangkit kembali pada akhir September.

Perekonomian Singapura, India, dan Indonesia terlihat berkontraksi dengan margin yang lebih kecil dibandingkan Malaysia, Filipina, dan Thailand untuk periode Januari-Maret.

Proyeksi setahun penuh untuk ketiga negara ini juga direvisi sedikit ke bawah. Meskipun mereka sudah mulai memvaksinasi populasinya, mereka berada di belakang Singapura, India, dan Indonesia.

Carlo Asuncion dari Union Bank of the Philippines mengharapkan ekonomi domestik baru akan pulih ke tingkat pra-pandemi pada pertengahan tahun 2022, jika negara tersebut berhasil melaksanakan vaksinasi. Asuncion mengatakan kepada Nikkei Asia, “Kami mengantisipasi bahwa pada akhir tahun 2021, 70 juta orang Filipina akan diinokulasi, dan Filipina setidaknya akan mencapai setidaknya 60 persen populasinya, cukup untuk mencapai kekebalan kawanan.”

Perkiraan pertumbuhan Malaysia 2021 juga diturunkan menjadi rata-rata 5,3 persen, dari 5,9 persen karena kembalinya infeksi pada awal Januari. Wan Suhaimie dari Bank Investasi Kenanga Malaysia melihat beberapa risiko penurunan seperti penyebaran vaksin yang “lebih lambat dari perkiraan” dan ketegangan baru antara AS dan China atau AS dan Iran.

Secara keseluruhan, Thailand diperkirakan akan memiliki kinerja terburuk, karena analis merevisi turun pertumbuhan 2021 menjadi hanya 2,6 persen, dari 3,5 persen yang mereka prediksi pada Desember.

Sektor terkait pariwisata, yang memberikan kontribusi relatif tinggi bagi lapangan kerja Thailand, terpukul parah oleh pandemi dan kemungkinan akan membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya, kata Lalita Thienprasiddhi di Kasikorn Research Heart yang berbasis di Bangkok.

Pasar tenaga kerja akan terus “rapuh,” kata Thienprasiddhi, mengingat angka Bank Dunia yang menunjukkan penerimaan pariwisata internasional mencapai 12 persen dari PDB Thailand. Dia percaya bahwa pengangguran di antara pekerja berpenghasilan rendah dan tidak terampil akan tetap tinggi, yang menyebabkan meningkatnya kemiskinan dan melebarnya ketimpangan pendapatan.

Pengangguran Thailand naik 1,6 persen pada 2020, dari tahun lalu. Angka itu diperkirakan naik menjadi 1,9 persen pada 2021, menurut survei JCER.

Tingkat pertumbuhan gabungan untuk lima negara Asia Tenggara diperkirakan mencapai 5,5 persen pada 2022, revisi naik dari 5,0 persen pada survei sebelumnya.

Para analis mengatakan, salah satu risiko utama untuk pemulihan regional adalah percepatan inflasi. Hal ini terutama terjadi di Filipina, di mana inflasi diperkirakan akan naik menjadi 4,5 persen pada 2021 dari perkiraan 2,7 persen pada survei sebelumnya.

“Demam babi Afrika menaikkan harga daging babi, sementara harga minyak mentah global meningkatkan biaya transportasi,” ujar Nicholas Mapa dari ING Bank Philippines kepada Nikkei Asia. Demam babi merebak di China pada 2018 dan Filipina masih menderita akibatnya sampai saat ini.

Terlepas dari keberhasilan Singapura dalam mengatasi pandemi, para ekonom mengatakan, meningkatnya pengangguran adalah risiko utama bagi negara kota itu.

“Masalah ketenagakerjaan, termasuk reaksi terhadap penarikan dukungan upah, masih menjadi risiko utama,” jelas Randolph Tan dari Universitas Ilmu Sosial Singapura, dilansir dari Nikkei Asia.

Penerjemah: Nur Hidayati

Editor: Aziza Larasati

Keterangan foto utama: Bendera Indonesia. (Foto: Reuters)

Survei: Vaksin Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia dan Singapura

COVID-19, Ekonomi Indonesia, Indonesia, Pandemi, Program Vaksinasi, Singapura, Vaksin

Leave your vote

263 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *