30.7 C
Jakarta
Thursday, May 19, 2022

Sudah Dua Pekan, 100-an Pengungsi Longsor di Cilacap Belum Diizinkan Kembali – kbr.id

BeritaSudah Dua Pekan, 100-an Pengungsi Longsor di Cilacap Belum Diizinkan Kembali - kbr.id
Longsor di Cilacap

Foto udara longsor di Desa Kutabima, Kec. Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah. (Foto: Dinas Permukiman Rakyat dan Kawasan Permukiman Prov Jateng)

KBR, Cilacap – Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah mengerahkan tiga alat berat untuk penanganan longsor di Dusun Citulang, Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu.

Bencana longsor di Kutabima terjadi pada 1 April 2021 lalu.

Alat berat tersebut merupakan alat milik BPBD dan bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan saat ini alat berat telah hampir menyelesaikan pekerjaan menormalisasi sungai, pembukaan akses jalan dan penguatan tebing. Selain itu, area permukiman juga sudah dibersihkan dengan alat berat ini.

Gatot mengatakan pengerjaan lainnya juga masih dikebut, di antaranya pemasangan bronjong batu di tebing rawan longsor dan pembuatan jembatan darurat.

“BBWS itu mengerjakan yang di sungai. Beberapa tanggul ada yang kritis. Itu yang diperbaiki. Kemudian yang di atas itu ditangani oleh eskavatornya PUPR, dengan sasaran pembersihan jalan. Di mulai dari titik ujung yang paling selatan. Kemudian, penguatan lereng yang ada di tujuh titik longsor,” kata Gatot Arif Widodo, Rabu (13/4/2022).

Baca juga:


Gatot Arif menambahkan, meski penanganan longsor sudah hampir selesai, akan tetapi warga masih belum diperbolehkan kembali ke permukiman.

Dikhawatirkan masih bisa terjadi longsor susulan, lantaran saat ini curah hujan masih tinggi. Jumlah pengungsi kurang lebih 100 orang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Wijonardi mengatakan logistik kebutuhan bagi pengungsi mencukupi hingga dua bulan ke depan.

Karena itu, Wijonardi berharap para donatur menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa uang tunai. Tujuannya agar dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemulihan pascabencana seperti perbaikan sarana dan prasarana yang rusak akibat longsor.

Editor: Agus Luqman

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles