Sosok Arifudin Hamdy, Pria yang Tumbalkan Ibu Kandungnya Hidup-hidup Demi Harta Karun

by -2 views
sosok-arifudin-hamdy,-pria-yang-tumbalkan-ibu-kandungnya-hidup-hidup-demi-harta-karun

INDOZONE.ID – Arifudin Hamdy (36 tahun), pria yang mengubur ibunya hidup-hidup demi mendapatkan harta karun di sebuah bangunan terbengkalai milik PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, mengaku mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan harta karun itu dari seorang dukun bernama Joni di Kecamatan Wlingi, Blitar.

Ia bertemu dengan dukun Joni bersama ibunya, Mistrin (56 tahun) pada Januari 2021 lalu. Dari dukun tersebut, mereka diberi petunjuk perihal titik persis keberadaan harta karun berupa berlian.

“Dari Pak Joni. Bilangnya gini, ibaratnya kalau dapat harta karun bisa biayai keluarga sama bayar utang,” kata Arifudin, saat gelar perkara di Mapolres Malang, Sabtu (13/2/2021).

Sepulang dari Blitar, tepatnya pada 26 Januari 2021, Mistrin mendatangi bangunan kosong yang diyakini sebagai tempat keberadaan harta karun tersebut, sesuai petunjuk si dukun.

Waktu itu, Mistrin berangkat seorang diri tanpa mengajak Arifudin. Arifudin sendiri disuruh untuk tetap tinggal di rumah dan menjaga warung mereka. 

Hari sudah menjelang waktu Ashar ketika Mistrin tiba di lokasi bangunan terbengkalai tersebut. Dengan gerak cepat, ia menggali tanah di satu titik di lokasi bangunan tersebut, yang ia yakini sebagai posisi harta karun berada.

Merasa curiga terhadap ibunya yang ia kira ingin mengusai harta karun itu, Arifudin lantas datang menyusul ke lokasi bangunan tersebut. Tanpa memedulikan warungnya, ia bergegas menuju lokasi harta karun yang diarahkan si dukun.

Tiba di lokasi, Arifudin melihat ibunya tergeletak karena kelelahan. Melihat ibunya demikian, ia bukannya menolong, malah ia benamkan tubuh ibunya ke dalam lubang yang telah digali ibunya dengan susah payah, lantas menimbun ibunya dengan tanah galian, dengan posisi kepala di dalam tanah dan kaki di atas tanah.

Arifudin mengaku melakukan perbuatan itu lantaran mendapat bisikan gaib. 

“Ada yang bisiki saya. Penghuni yang ada di situ,” katanya.

Tiga hari kemudian, 29 Januari 2021, Arifudin datang lagi ke lokasi tersebut untuk mengecek harta karun. Namun, alih-alih harta karun, yang ia dapati justru mayat ibunya.

“Pada saat ditemukan, itu mayat tertanam ke dalam tanah untuk bagian kepala sampai dada. Bagian kaki dan bagian paha ke atas, keluar di atas tanah,” terang Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Selanjutnya, mayat Mistrin diketahui seorang pembabat rumput yang bekerja di lokasi pada 11 Februari 2021 dalam kondisi telah membusuk. Pembabat rumput itu kaget bukan kepalang saat melihat sesosok mayat terkubur separuh badan.

“Setelah dilakukan otopsi di RS Saiful Anwar, diketahui mayat ini sudah meninggal kurang lebih dua minggu. Ada sedikit perbedaan antara bagian tubuh yang tereksplor ke udara dan yang tertanam ke tanah,” jelas Hendri.

Kini, Arifudin dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan junto Pasal 351 Ayat 3 tentang Penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut tentang kondisi kejiwaan si tersangka. Karena ada beberapa hal, sepeti mendengar bisikan gaib, dan berusaha mendapatkan harta karun. Nanti kami akan bawa ke psikiater dan juga ke ahli psikologi Polda untuk menemukan fakta kondisi kejiwaan si tersangka ini,” pungkas Hendri.

Artikel Menarik Lainnya:


Leave your vote

554 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia #RumahBlogInspirasi #KabarWarga #MenabarInformasiAntiBasi Official Kabarwarga

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *