Sistem Pemilu di Jerman: Dua Suara Pemilih dan Ambang Batas 5%

by -1 views
sistem-pemilu-di-jerman:-dua-suara-pemilih-dan-ambang-batas-5%

Pada tanggal 26 September, warga Jerman akan memberi suara dalam pemilihan parlemen yang akan menentukan siapa pemimpin baru yang akan menggantikan Angela Merkel. Seperti apa sistem pemilu di Jerman?

Pemilihan umum yang akan dilangsungkan 26 September mendatang akan menentukan siapa saja yang bakal  duduk di parlemen Jerman, Bundestag. Kemudian Bundestag akan memilih pemimpin pemerintahan, yaitu Kanselir.

Sistem pemilu di Jerman adalah campuran dari sistem proporsional dan sistem pemilihan langsung. Artinya, setiap pemilih Jerman memiliki dua suara. Dengan suara pertama mereka memilih nama kandidat yang mereka inginkan sebagai wakil rakyat (pemilihan langsung), dengan suara kedua mereka memilih partai politik (pemilihan proporsional).

Siapa yang punya hak pilih?

Pemilih adalah semua warga Jerman yang genap berusia 18 tahun pada hari pemilihan, sedikitnya pada tiga bulan terakhir tinggal di Jerman, dan tidak sedang dicabut hak pilihnya. Berbeda dengan Indonesia, Jerman tidak melaksanakan pemungutan suara di luar negeri. Mereka yang tinggal di luar negeri bisa mengajukan permohonan ikut pemilu lewat pos.

Menurut data statistik aktual, ada 60,4 juta orang yang berhak memilih dalam pemilu 2021. Dari jumlah tersebut, 31,2 juta adalah perempuan dan 29,2 juta adalah laki-laki, dengan sekitar 2,8 juta pemilih pemula. Lebih dari sepertiga pemilih berusia di atas 60 tahun, yang berarti generasi yang lebih tua punya peluang besar menentukan hasil pemilu.

Tingkat partisipasi pada pemilu tahun 2017 adalah sekitar 70 persen. Jumlah pemilih terbanyak ada di negara bagian Nordrhein-Westafalen (NRW).

Tingkat partisipasi pemilu di Jerman 1949-2017

Tingkat partisipasi pemilu di Jerman 1949-2017

Setiap pemilih punya dua suara

Dengan suara pertama, pemilih memilih nama calon wakil rakyat yang diajukan masing-pasing partai di daerah pemilihan mereka. Seluruhnya ada 299 daerah pemilihan, di setiap daerah pemilihan diperebutkan 1 kursi untuk pemilihan langsung. Kandidat independen juga dapat mencalonkan diri – jika mereka sebelumnya mengumpulkan setidaknya 200 tanda tangan dari pendukungnya dan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilu.

Dengan suara kedua, pemilih memilih partai favorit mereka. Dalam hal ini juga berlaku: setiap daerah pemilihan memperebutkan 1 kursi untuk partai. Sehingga jumlah kursi di parlemen Jerman  Bundestag teoritis menjadi 2×299, yaitu 598 kursi.

Dari suara kedua, dihitung persentase yang dimenangkan masing-masing partai politik yang ikut pemilu. Persentase yang dimenangkan akan berpengaruh pada jumlah kursi yang mereka rebut di Bundestag.

Partai politik mengajukan kandidatnya dalam suatu daftar nama. Biasanya susunan nama itu ditetapkan dalam sebuah kongres atau rapat umum partai berdasarkan negara bagian. Nama yang tertera paling atas yang paling berhak masuk ke parlemen. Jadi, urutan nama juga akan menentukan peluang seorang kandidat untuk masuk parlemen.

Surat suara pemilu

Setiap pemilih punya dua suara di surat suara: suara pertama (Erststimme) dan suara kedua (Zweitstimme)

Aritmetika pemilu dan mandat tambahan

Dengan sistem dua suara, seorang pemilih boleh saja memilih satu partai politik dengan suara kedua, tetapi dengan suara pertama memilih calon wakil rakyat yang tidak berasal dari parpol yang dipilihnya.

Terkadang, sebuah partai dari perolehan suaranya menerima lebih banyak kursi di parlemen dalam pemilihan langsung (dari suara pertama), daripada jumlah kursi yang ditetapkan dengan persentase proporsional (suara kedua). Dalam hal ini, kandidat yang memenangkan pemilihan langsung di satu daerah pemilihan tetap akan menjadi anggota Bundestag. Namun, agar adil partai-partai politik lain juga ditambah kursinya, sehingga proporsi perolehan suaranya tidak berubah. Inilah yang disebut sebagai mandat tambahan. Itu berarti, jumlah kursi di Bundestag juga akan bertambah.

Itu sebabnya, jumlah anggota Bundestag yang sebenarnya biasanya jauh lebih banyak daripada jumlah teoritis 598 kursi. Bundestag saat ini misalnya beranggotakan 709 orang. Menghadapi fenomena ini, sekarang ada usulan untuk menghapus atau membatasi jumlah maksimal anggota parlemen, karena jika tidak, jumlah anggota Bundestag bisa terus membengkak melewati 1.000 orang.

Ambang batas 5 persen

Agar sebuah partai dapat memasuki Bundestag, partai itu harus memenangkan setidaknya 5 persen suara kedua. Sistem ini diberlakukan untuk mencegah partai-partai kecil masuk parlemen sehingga terlalu banyak partai duduk di Bundestag, hal yang bisa mengganggu efektivitas kerjanya.

Saat ini, ada enam partai atau kubu politik yang berhasil menembus ambang batas 5 persen: Aliansi CDU/CSU, SPD, Partai Hijau, Partai Kiri Die Linke, AfD, dan FDP.

  • Armin Laschet, ketua partai CDU sekaligus kandidat utama

    Pemilu Jerman 2021: Inilah Para Kandidat Utama

    Armin Laschet (CDU)

    Armin Laschet (60 tahun) adalah ketua CDU dan saat ini menjabat sebagai perdana menteri Nordrhein Westfalen (NRW), negara bagian dengan penduduk terpadat di Jerman. Di parlemen, CDU bergabung dengan partai kecil CSU dan membentuk fraksi CDU/CSU. Laschet dikenal sebagai pendukung utama Angela Merkel. Dia dikenal sebagai politisi yang berusaha merangkul semua dan siap berkompromi.

  • Annalena Baerbock dari Partai Hijau

    Pemilu Jerman 2021: Inilah Para Kandidat Utama

    Annalena Baerbock (Partai Hijau)

    Annalena Baerbock, 40 tahun, adalah salah satu ketua Partai Hijau sejak 2018. Ahli hukum lulusan London School of Economics ini dikenal sebagai pekerja keras yang kompeten. Lawan politiknya mengatakan dia kurang cocok memimpin Jerman karena belum punya pengalaman di pemerintahan. Tapi di bawah pimpinannya, popularitas Partai Hijau terus naik dan sekarang berada di peringkat kedua setelah CDU.

  • Olaf Scholz, Menteri Keuangan dan kandidat utama SPD untuk pemilu 2021

    Pemilu Jerman 2021: Inilah Para Kandidat Utama

    Olaf Scholz (SPD)

    Olaf Scholz, 62 tahun, punya segudang pengalaman di pemerintahan. Saat ini dia menjabat sebagai Menteri Keuangan sekaligus wakil kanselir. Mantan walikota Hamburg ini memang tidak jago pidato, tetapi selalu siap dengan data dan analisa. Tapi dalam jajak pendapat, popularitas SPD terus turun, bahkan jauh tertinggal dari Partai Hijau.

  • Christian Lindner, ketua FDP

    Pemilu Jerman 2021: Inilah Para Kandidat Utama

    Christian Lindner (FDP)

    Pemimpin Liberaldemokrat FDP berusia 42 tahun ini selalu siap tampil prima di depan kamera. Dia masuk FDP pada usia 16 tahun dan memimpin partai itu sejak 2013. Lindner bermaksud menggiring partainya ke dalam koalisi pemerintahan setelah pemilu September nanti. Tapi untuk memiliki daya tawar, FDP harus memenangkan suara di atas 10 persen.

  • Janine Wissler dan Dietmar Bartsch, kandidat utama Partai Kiri

    Pemilu Jerman 2021: Inilah Para Kandidat Utama

    Janine Wissler dan Dietmar Bartsch (Partai Kiri Die Linke)

    Partai kiri mengajukan dua kandidat utama, Janine Wissler (39 tahun) dan Dietmar Bartsch (63 tahun). Wissler dikenal sebagai tokoh sayap kiri, sedangkan Bartsch lebih moderat dan sudah lama lalu lalang di panggung politik. Sayap kiri di Partai Kiri mengambil posisi jauh lebih radikal dari kubu moderatnya. Mereka misalnya menuntut pembubaran NATO dan penarikan pasukan Jerman dari luar negeri.

  • Alice Weidel dan Tino Chrupalla , kandidat utama AfD

    Pemilu Jerman 2021: Inilah Para Kandidat Utama

    Alice Weidel dan Tino Chrupalla (AfD)

    Partai ultra kanan AfD memilih Alice Weidel (42) dan Tino Chrupalla (46) sebagai kandidat utama. AfD pada pemilu lalu berhasil menembus ambang batas 5 persen dan masuk parlemen. Mereka terutama akan mengangkat isu pengungsi dan politik migrasi. Kedua politisi yang terpilih sebagai kandidat utama mendapat dukungan besar dari kelompok-kelompok yang berhaluan lebih radikal. (hp/gtp)

    Penulis: Rina Goldenberg


Siapa yang memilih kanselir?

Pemilih di Jerman tidak secara langsung memilih kanselir sebagai kepala pemerintahan. Kanselir dipilih oleh parlemen berdasarkan suara mayoritas. Tergantung dari hasil pemilu, perundingan koalisi untuk membentuk pemerintahan bisa berlangsung cepat atau juga sangat alot. Dalam sebuah koalisi, partai terbesar biasanya yang menentukan siapa yang akan mengisi jabatan kanselir.

Presiden Jerman adalah kepala negara yang biasanya hanya memainkan peran seremonial. Secara formal, presiden yang mengusulkan seorang calon kanselir kepada parlemen, kemudian parlemen memilihnya dengan suara terbanyak. Presiden juga yang, atas usulan parlemen, membubarkan dewan perwakilan dan menentukan pemilu baru.

(hp/ha)

Leave your vote

754 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *