Siapa Islamic State Khorasan Yang Sekarang Hantui Afganistan?

by -5 views
siapa-islamic-state-khorasan-yang-sekarang-hantui-afganistan?

Serangan bom di Kabul menjadikan Afganistan sebagai medan jihad paling dinamis bagi Islamic State. Kelompok ini bermusuhan secara ideologis dengan Taliban, tapi bertautan lewat pihak ketiga. Siapa mereka?

Seratusan warga sedang mengantri pemeriksaan di tepi kanal air di luar bandar udara Hamid Karsai, Kabul, Afganistan, ketika ledakan besar menghempaskan puluhan jiwa menuju kematian, Kamis (26/8). Perempuan dan anak-anak disebut turut menjadi korban.

Ledakan di dekat gerbang Abbey itu sebelumnya didahului bom di dekat Hotel Baron, yang diinapi perwira militer Inggris, lapor BBC. Hingga tengah malam, sejumlah ledakan susulan mengoyak keheningan di penjuru ibu kota.

Serangan terkoordinasi di Kabul diklaim oleh Islamic State Khorasan atau IS-K, kelompok yang sempat tenar pada 2017 silam ketika menjadi sasaran serangan bom konvensional terbesar di dunia, GBU-43/B, atau dijuluki “ibu semua bom,” yang diperintahkan Presiden AS, Donald Trump.

Peringatan adanya ancaman serangan di Kabul bahkan sudah dilayangkan oleh komunitas intelijen barat sejak beberapa minggu sebelum serangan terjadi. 

“Setiap hari kita bertahan di sana, adalah hari di mana kita tahu, bahwa ISIS-K akan membidik bandara dan menyerang warga AS, para sekutu dan warga sipil tidak berdosa,” ungkap Presiden Joe Biden di Gedung Putih, Kamis (26/8).

Siapa IS Provinsi Khorasan? Beberapa bulan setelah Islamic State mendeklarasikan kekhalifahan Islam di Irak dan Suriah pada 2014, ratusan gerilayawan Tehrik-e Taliban Pakistan, TTP, melarikan diri ke Afganistan untuk mendirikan cabang IS-K, dan berbaiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi. 

Mereka mengambil nama Khorasan, sebuah kawasan historis yang dibentuk di era Kekaisaran Sasani di Persia, dan kini mencakup Iran, Pakistan, Afganistan dan Asia Tengah. 

Selama bertahun-tahun kemudian, kelompok ini berusaha memperluas wilayah kekuasaan untuk mengimbangi ekspansi di wilayah Sham. Wall Street Journal melaporkan, sejak beberapa tahun terakhir, simpatisan IS giat merekrut santri di madrasah-madrasah Pakistan.

Tapi hingga jatuhnya kekhalifahan al-Baghdadi di Raqqa, Suriah, pada 2019, aktivitas IS-K tercatat masih terbatas di provinsi Kunar, Nangarhar dan Nuristan, di timur laut Afganistan.

Laju ekspansi IS-K menemui kebuntuan akibat perlawanan keras militer Afganistan dan Taliban. Tapi jika permusuhan dengan pemerintah pusat dukungan Amerika Serikat berkesan kuat, relasi antara IS-K dan Taliban bernuansa lebih dinamis, terutama di level akar rumput.

Taliban vs IS-K Kedua kelompok sejatinya bermazhab Sunni Islam. Tapi jika Taliban lahir dari kalangan Pashtun berpaham Deobandi dengan misi utama merebut kembali Afganistan, IS-K adalah gerakan Jihadisme Salafi yang mengimpikan negara pan-Islam.

Perbedaan akar ideologi di antara kedua kelompok itulah yang pada akhirnya mengundang perpecahan.

IS Khorasan banyak aktif di kawasan perbatasan dengan Pakistan, antara lain di provinsi Nangarhar.

Ketika Taliban mulai menyetujui perundingan damai dengan pemerintahan Donald Trump di AS, beberapa komandan yang merasa dikhianati memilih membelot dan bergabung dengan Islamic State, lapor Reuters.

Insiden itu bukan kali pertama Taliban kehilangan gerilyawannya yang matang di medan tempur kepada ISK. Mereka sudah “dideklarsikan sebagai musuh” oleh Taliban, kata Biden dalam pidatonya.

Pertautan via ‘pihak ketiga’ Meski diwarnai permusuhan ideologi, pertalian individual antara gerilayawan Taliban dan jihadis Khorasan diyakini tetap erat. Kedua kelompok terutama dihubungkan oleh sebuah jaringan teror yang kini menginduk kepada Taliban, Haqqani Network.

Jaringan Haqqani yang sering disebut sebagai pasukan elit Taliban berulangkali tercatat bergandeng tangan dengan IS-K untuk melancarkan serangan teror di Pakistan dan Afganistan. Haqqani dikenal memiliki tenaga spesialis yang mampu melancarkan serangan kompleks dengan beberapa target sekaligus.

Pada Juni silam, PBB melaporkan jejaring teror itu juga menjadi “penghubung” utama antara Taliban dan al-Qaida.

Ironisnya, meski pemerintah Pakistan memerangi IS-K dan TTP, Jaringan Haqqani pernah disebut sebagai “tangan kanan” dinas rahasia Pakistan oleh Admiral AS, Mike Mullen, pada 2011 silam, tulis kantor berita AFP.

Seorang pakar intelijen berjuluk “Mr. Q” mengatakan kepada AFP bahwa “kemenangan Taliban ikut memperkuat IS-K.” Menurutnya, antara 1 Januari hingga 11 Agustus silam, IS Khorasan melancarkan 216 serangan teror, dibandingkan 34 serangan dalam periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Ini membuat Afganistan sebagai provinsi Islamic State paling dinamis saat ini,” imbuhnya.

rzn/vlz (rtr,afp, wsj, nytimes)

Adegan Rusuh di Kabul saat Warga Melarikan Diri dari Taliban Kerusuhan di Bandara Kabul Milisi Taliban berjaga di bagian luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul (foto dari 16/08). Ribuan orang memadati bandara itu dalam upaya melarikan diri dari negara tersebut, setelah Taliban mengambil alih kekuasaan dengan sangat cepat.

Adegan Rusuh di Kabul saat Warga Melarikan Diri dari Taliban Pemandangan dari Satelit Foto satelit dari Planet Labs Inc., menunjukan lautan manusia di landasan Bandara Internasional Kabul 16 Agustus 2021. Ribuan warga memadati bandara ibu kota Afganistan tersebut, memenuhi landasan pacu dengan harapan amat tipis untuk bisa naik ke dalam pesawat terbang dari negara manapun dan hengkang dari negaranya.

Adegan Rusuh di Kabul saat Warga Melarikan Diri dari Taliban Tentara AS Berjaga dan Siaga Tentara AS yang menjaga bagian dalam bandara Kabul berulang kali melepaskan tembakan peringatan dalam upaya menahan kerumunan warga. Diperkirakan 3.500 tentara AS saat ini sudah berada di Afganistan, dan pasukan tambahan sedang dalam perjalanan.

Adegan Rusuh di Kabul saat Warga Melarikan Diri dari Taliban Militer Perancis memulai Evakuasi Warga Prancis dan Afganistan berbaris untuk menaiki pesawat angkut militer Prancis di Bandara Kabul pada 17 Agustus 2021. Pesawat militer Prancis pertama sudah tiba di Abu Dhabi di malam hari, lapor Kementerian Pertahanan Prancis.

Adegan Rusuh di Kabul saat Warga Melarikan Diri dari Taliban Putus Asa Mencoba Melarikan Diri Foto dramatis dari ribuan warga Afganistan yang mengerumuni dan mencoba menaiki pesawat angkut militer AS saat meluncur di landasan pacu Senin, 16 Agustus, dengan cepat beredar ke seluruh dunia. Foto menunjukkan, beberapa warga bahkan nekat mencegat dan menghalangi pesawat saat hendak lepas landas.

Adegan Rusuh di Kabul saat Warga Melarikan Diri dari Taliban Situasi Panik Helikopter Apache milik AS telah mencoba membuka jalan dan membersihkan landasan dari kerumunan penduduk sipil dengan terbang rendah. Namun, masih banyak warga yang sudah putus asa, nekat bergantungan di sisi pesawat transport C-17 Angkatan Udara AS, beberapa diantaranya dilaporkan tewas karena jatuh dari pesawat tersebut.

Adegan Rusuh di Kabul saat Warga Melarikan Diri dari Taliban Pengungsi Memenuhi Pesawat C-17 Angkatan Udara AS Pesawat angkut C-17 Globemaster III Angkatan Udara AS ini lepas landas dengan membawa sekitar 640 warga Afghanistan dan terbang menuju Qatar dari Kabul pada 15 Agustus 2021. Banyak orang berhasil naik ke pesawat melalui pintu yang setengah terbuka. (MN/as)

Penulis: Kevin Mertens


Tanggal 27.08.2021 Tema Terorisme, Abu Sayyaf, Cina, Taliban, Uighur , Afganistan Kata Kunci Islamic State Provinsi Khorasan, IS-K, ISIS-K, Terorisme, Taliban, Jaringan Haqqani, Amerika Serikat, Kabul, Afganistan, Pakistan, TTP, Cina, Uighur Feedback: Kirim Feedback Cetak Cetak halaman ini Permalink https://p.dw.com/p/3zYXd

Leave your vote

712 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia. Kami bukan penulis, kami adalah baris-baris kode yang menghimpun tulisan bermutu yang berserakan di jagat maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *