Shanghai Hirup Udara Bebas, Beijing Bersiap Lockdown | DW | 03.05.2022

by -5 views
shanghai-hirup-udara-bebas,-beijing-bersiap-lockdown-|-dw-|-0305.2022

Sejumlah warga di Shanghai diperbolehkan berjalan kaki singkat di luar dan berbelanja di supermarket, setelah lebih dari sebulan menjalani lockdown ketat. Situasi kontras sebaliknya berlangsung di Beijing.

Pada Selasa (3/5), media sosial Cina dibanjiri video-video yang menampilkan warga sedang berjalan kaki di kompleks perumahan sendiri atau menganteri di supermarket yang kembali dibuka. Dalam sebuah gambar, seorang ibu terlihat memanggul sebatang pipa besi yang dipenuhi kantung-kantung belanja.

Kembalinya banalitas keseharian di Shanghai merupakan bagian dari pelonggaran kecil-kecilan yang ditetapkan pemerintah kota sejak Minggu (1/5). Bagi sebagian orang, ini adalah kali pertama mereka diizinkan meninggalkan apartemennya sejak beberapa pekan terakhir.

Namun meski meski sempat mencitpakan kelangkaan pangan dan memicu keresahan sosial, pemerintah Cina tidak menunjukkan tanda-tanda akan menjauh dari kebijakan “Nol-Covid.” Padahal, tingginya tingkat vaksinasi di negara lain memungkinkan kebijakan yang lebih longgar.

Ketatnya lockdown ala Cina tidak hanya memutus rantai distribusi makanan di Shanghai, tetapi juga mengancam sumber pendapatan banyak warga miskin dan melumpuhkan layanan medis di rumah sakit. 

Situasi ini mengarah pada letupan langka frustasi warga Shanghai yang mulai terlihat sejak beberapa pekan lalu. Kebijakan nol-Covid diyakini berangkat dari tingkat vaksinasi yang rendah di kalangan manula di Cina. 

Otoritas mencatat sebanyak 20 kasus kematian baru akibat Covid-19 pada 2 Mei, semua di Shanghai. Jumlah tersebut menambah kasus kematian di Cina menjadi 5.112 orang sejak awal pandemi.

Lockdown di Beijing

Dengan belasan kasus harian selama dua pekan terakhir, Beijing pun bersiap mengikuti langkah Shanghai mengunci total kehidupan publik. Saat ini pemerintah masih melakukan pengujian massal untuk menghindari lockdown.

Saat ini restoran dan pusat wisata dipadamkan, sementara acara publik mewajibkan tes PCR sebagai syarat masuk. Sekolah juga belum akan dibuka setidaknya selama sepekan ke depan, kata pejabat Beijing dalam sebuah jumpa pers, Selasa (3/5).

Warga mengantri giliran tes di Beijing, Senin (2/5).

Pemerintah Beijing menggalakkan pengujian massal untuk menghindari lockdown total. Terlihat, warga sedang mengantri giliran tes di Beijing, Senin (2/5).

Sepanjang liburan Mei, jalan-jalan ibu kota yang biasa sibuk terlihat lengang. Warga khawatir kompleks apartemennya akan dikunci dari luar jika ada yang kedapatan terpapar virus corona.

Pemerintah Cina menyaratkan periode bebas infeksi bagi pelonggaran restriksi pandemi. Hal ini terutama berlaku kompleks apartemen atau perumahan yang menjalani karantina lokal. 

  • Chinese medical staff carry a box outside a hospital (Reuters/Str)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara Global

    Virus Corona Baru Diidentifikasi

    Ilmuwan Cina pada 7 Januari mengumumkan, berhasil identifikasi virus corona jenis baru yang menyerang Wuhan dan memicu infeksi paru-paru yang kemudian diberi nama SARS-CoV-2. Berbeda virus corona pemicu SARS sebelumnya, virus baru menyerang saluran pernafasan bawah. Gejala penyakitnya: demam, batuk kering, kesulitan bernafas dan paru-paru berisi cairan.

  • Chinese workers rush to build a hospital in Wuhan to deal with the coronavirus outbreak (AFP/STR)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara Global

    Jutaan Warga Dikarantina

    Cina mengkarantina Wuhan pada 23 Januari dalam upaya membatasi penyebaran virus corona. Pekerja berupaya untuk segera membangun rumah sakit baru untuk merawat pasien terinfeksi, yang jumlahnya lebih dari 830 orang dan jumlah kematian yang meningkat menjadi 26 orang pada 24 Januari. Para pejabat akhirnya memperluas lockdown ke 13 kota lain, yang memengaruhi setidaknya 36 juta orang.

  • The hospital in Munich where the first case of German coronavirus is being held in quarantine

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara Global

    Jerman Batasi Kontak Sosial

    Pada tanggal 27 Januari, Jerman mengumumkan kasus virus corona pertama yang teridentifikasi. Pasiennya seorang pria berusia 33 tahun di Bayern yang kontak langsung dengan rekan kerja dari Cina selama pelatihan di tempat kerja. Tanggal 22 Maret Jerman umumkan lockdown parsial dan sosial distancing. Tanggal 6 April, John Hopkins konformasi lebih 100.000 kasus di Jerman dengan lebih 1.500 kematian.

  • Tourist at the Colosseum (Reuters/R. Casilli)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara Global

    Italia Berlakukan Lockdown

    Kasus infeksi Covid-19 di Italia meningkat secara dramatis. Pada 3 Maret dikonfirmasi 77 kematian dan ribuan kasus infeksi corona. Pada 8 Maret, pemerintah Italia memerintahkan “lockdown“ seluruh kawasan Lombardy yang berpenghuni 16 juta orang. Italia pada 5 April masih memegang rekor jumlah infeksi dan kematian terbanyak di Eropa, dengan lebih 128.000 kasus dan lebih 15.000 kematian.

  • People walk in front of sign showing stock markets (picture-alliance/Jiji Press/M. Taguchi)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara Global

    Ekonomi Terjun Bebas

    Pasar saham Eropa dan AS anjlok pada 6 Maret, menjadi minggu terburuk sejak krisis keuangan 2008. Efek pandemi pada bisnis global sangat signifikan. Banyak perusahaan melaporkan kerugian. Sektor industri pariwisata dan maskapai penerbangan terpukul. 10 Maret, Uni Eropa menjanjikan dana investasi sebesar € 7,5 miliar ($ 8,4 miliar) untuk mencoba menghentikan zona euro merosot ke situasi resesi.

  • Tedros Adhanom Ghebreyesus (picture-alliance/Photoshot)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara Global

    WHO Deklarasikan Pandemi

    Ketika kasus terinfeksi di seluruh dunia mencapai 127.000 orang dan 4.700 korban meninggal, Organisasi Kesehatan Dunia pada 11 Maret menyatakan wabah global ini sebagai “pandemi”. Presiden AS Trump mengumumkan pembatasan perjalanan bagi wisatawan yang datang dari Zona Schengen di Eropa. Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengumumkan bahwa 70% populasi di Jerman dapat terinfeksi virus corona.

  • A screen in Madrid shots Spain'd Prime Minister speaking as he announces a state of emergency for 15 days on March 13 (picture-alliance/dpa/AAB. Akbulut)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara Global

    Kehidupan Publik Berhenti di Eropa

    Pada 14 Maret, Spanyol mengikuti langkah Italia melakukan lockdown secara nasional untuk 46 juta warganya, dengan tujuan untuk mencegah penyebaran virus corona. Spanyol berada di peringkat kedua kasus di Eropa, dengan 131.000 terinfeksi dan lebih 12.000 meninggal. Di Prancis, kafe, restoran, dan toko-toko tutup pada 15 Maret.

  • New York hospital ship (picture-alliance/Photoshot/J. Fischer)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara Global

    AS Terpukul Telak

    Pada 27 Maret, Jumlah terinfeksi di AS melampaui Cina. Ini terjadi ketika Presiden Donald Trump mengklaim bahwa negara akan kembali pulih “dengan cukup cepat.” AS mencatat lebih 337.000 kasus infeksi dan hampir 10.000 meninggal (6/4). New York terdampak yang paling parah, dengan 63.000 kasus Covid-19 dan lebih 3000 meninggal. Kapal rumah sakit dikerahkan untuk membantu tenaga medis.

  • USA Coronavirus (Reuters/J. Redmond)

    Linimasa Penyebaran Virus Corona Secara Global

    Lebih 1 Juta Orang Terinfeksi Covid-19

    Universitas Johns Hopkins mengumumkan, Senin (6/4), lebih 1.2 juta kasus virus corona yang dikonfirmasi di seluruh dunia. Sekitar 70.000 orang meninggal akibat Covid-19. AS mencatat rekor infeksi dengan jumlah tiga kali lipat dari Cina, tempat virus itu muncul pada Desember 2019. Kemungkinan kondisi pandemi akan semakin buruk dengan jumlah yang terinfeksi dan meninggal terus naik. (fs/as)

    Penulis: Richard Connor


Kasus infeksi di Beijing terus meningkat sejak kasus pertama dideteksi pada 22 April silam. Pada Senin (2/5) kemarin, jumlah infeksi harian dilaporkan sebanyak 62 kasus. Selama dua pekan pertama, pemerintah mencatat 450 kasus infeksi corona.

Media-media pemerintah juga melaporkan sebuah rumah sakit darurat berkapasitas 1.000 pasien di pinggir Beijing sudah siap beroperasi. Adapun laporan lain menyebutkan adanya sebuah pusat karantina berkapasitas ribuan tempat tidur di luar bandar udara Beijing. 

rzn/vlz (rtr,ap)

Leave a Reply

Your email address will not be published.