26.8 C
Jakarta
Sunday, May 22, 2022

Inilah Tutorial Shalat Bagi Orang yang Sakit | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com–  Shalat merupakan ibadah paling...

Hukum Bersentuhan dengan Bukan Mahram Saat Thawaf | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Termasuk dari syarat thawaf...

Shanghai Berlakukan Penguncian, Warga Panik Borong Bahan Pokok di Pasar-pasar Swalayan | DW | 29.03.2022

RagamShanghai Berlakukan Penguncian, Warga Panik Borong Bahan Pokok di Pasar-pasar Swalayan | DW | 29.03.2022

Jumlah kasus baru COVID-19 di Shanghai terus melonjak dan catat rekor kasus terbanyak di Cina sejak pandemi dimulai. Otoritas memberlakukan penguncian di kota metropolitan penyangga ekonomi Cina berpenduduk 26 juta itu.

Jumlah kasus COVID-19 di kota Shanghai, Cina terus bertambah. Pada Selasa (29/03), Cina mencatat 6.886 kasus COVID-19 domestik di mana lebih dari 4.400 kasus berada di Shanghai. Kini, Shanghai dilaporkan jadi kota dengan kasus COVID-19 terbanyak di Cina semenjak pandemi dimulai.

Pada Senin (28/03), Shanghai mencatat sedikitnya 4.381 kasus baru tak bergejala dan 96 kasus dengan gejala. Sebelumnya pada hari Minggu (27/03), kota ini mencatat 3.450 kasus baru tak bergejala dan 50 kasus dengan gejala.

Meningkatnya kasus baru Covid itu menimbulkan kepanikan di kota berpopulasi 26 juta jiwa tersebut. Warga Shanghai dilaporkan melakukan pembelian panik di pasar-pasa swalayan. Rak-rak di pasar-pasar swalayan dilaporkan kosong akibat kehabisan barang.

“Setelah tidak mendapatkan barang belanjaan apa pun pagi ini, saya kembali tidur, dan saya bermimpi membeli makanan di supermarket,” tulis salah satu pengguna Weibo, platform mirip Twitter di Chna.

“Saya tidak pernah menyangka bahwa masyarakat saat ini akan khawatir berlebihan membeli bahan makanan,” sambungnya.

Warga di distrik barat kota dilaporkan terus memenuhi toko grosir dan pasar sayuran untuk membeli persediaan selama penguncian, menciptakan antrean panjang dan kerumunan.

Seorang kurir mengantarkan pesanan makanan di kota Shanghai yang mengalami penguncian

Seorang kurir mengantarkan pesanan makanan di kota Shanghai yang mengalami penguncian

Penguncian dibagi dua zona

Shanghai sendiri sudah memasuki hari kedua penguncian. Pada hari Senin (28/03), kota tersebut dibagi ke dalam dua zona, di mana warga yang berada di distrik timur kota yang dikenal sebagai Pudong – mencakup bandara utama internasional dan pusat keuangan – diminta untuk tetap di rumah selama empat hari dan mengikuti tes COVID-19.

Di penguncian hari kedua ini warga mengatakan, sekarang mereka samasekali tidak diperkenankan meninggalkan rumah.

“Kemarin, anak-anak masih bisa piknik dan bermain di luar,” kata seorang warga di daerah Huangpu yang tidak mau disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters, Selasa (29/03).

Wu Qianyu, pejabat komisi kesehatan kota Shanghai hari Selasa (29/03) mengatakan, penduduk tidak diperkenankan keluar dari rumah untuk mengambil hewan peliharaan atau untuk sekadar membuang sampah.

  • Orang-orang berjalan mengenakan masker di London, Inggris

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Varian Alpha mutasi dari Inggris

    Varian dengan nama ilmiah B.1.1.7 ini terdeteksi pertama kali di Kent, Inggris Raya. Beberapa peneliti menganggap varian ini jauh lebih menular dibanding virus asli SARS-CoV-2 di Wuhan, Cina. Peneliti Lembaga Molekuler Eijkman Prof. Amin Subandrio sebut varian ini sudah ditemukan pada awal Maret 2021 di Jakarta.

  • Kondisi COVID-19 di Zimbabwe

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    B.1.351 atau Varian Beta

    Mutasi jenis ini ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada Oktober 2021. Varian ini disebut-sebut 50% lebih menular. Vaksinasi menggunakan Novavax dan Johnson & Johnson dianggap tidak efektif menghadapi varian ini. Delirium atau kebingungan menjadi salah satu gejala varian Beta.

  • Tes COVID-19 di Rio de Janeiro, Brasil

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Mutasi P.1 di Brasil

    Varian ini diberi nama varian Gamma oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mutasi berasal dari kota Manaus, provinsi Amazonas, Brasil. Virus ini pertama kali terdeteksi oleh ilmuwan Jepang yang meneliti sampel seorang warga yang pulang dari Manaus pada Desember 2020.

  • Krisis kesehatan di India

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Delta, mutasi paling menular asal India

    Dengan nama B.1.167.2, Delta dianggap 50% lebih menular dibanding varian Alpha yang disebut 50% lebih menular dari virus aslinya. Varian ini pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020. Mutasi ini memicu gelombang kedua COVID-19 di India.

  • Perawatan pasien COVID-19 di Piura, Peru

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Mutasi dari Amerika latin, Lambda

    Bernama ilmiah C.37, Lambda pertama kali terdeteksi di Peru pada Agustus 2020. Pada 15 Juni 2021, WHO menetapkannya sebagai varian yang menjadi perhatian. Tercatat 81% kasus aktif di Peru pada musim semi 2021 akibat varian ini.

  • Kerumunan orang di New Delhi, India

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Mutasi varian Kappa asal India

    Pada Oktober 2020, terdeteksi varian 1.167.2 di India. Gejalanya tidak berbeda jauh dengan gejala varian asli COVID-19. Namun, pakar epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman, menyebut gejala campak muncul pada awal infeksi varian ini.

  • Kemacetan di Lagos, Nigeria

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Eta, varian yang sama dengan Gamma dan Beta

    Varian ini membawa mutasi E484-K yang juga ditemukan di varian Gamma dan Beta. Kasus pertama varian ini dlaporkan di Inggris Raya dan Nigeria pada Desember 2020. Ditemukan di 70 negara di dunia, Kanada mencatat rekor 1.415 kasus Eta pada Juli 2021.

  • Lokasi tes COVID-19 di New York, AS

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Varian asal New York, B.1.526

    Iota merupakan satu-satunya Variant of Concern (VoC) WHO di Amerika Serikat. Dideteksi pada November 2020, jenis virus ini disebut lebih menular dari varian sebelumnya. Para peneliti menyebut varian Iota meningkatkan angka kematian 62-82% bagi para penderita COVID-19 yang berusia lebih tua.

  • Tes COVID-19 di Buenos Aires, Argentina

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Varian Mu asal Kolumbia di awal tahun 2021

    Dengan nama ilmiah B.1.621, varian Mu ditemukan pertama kali di Kolumbia pada Januari 2021.Varian ini sempat dikhawatirkan dapat kebal dari vaksin. Bahkan WHO memperingatkan varian ini memiliki mutasi yang lebih tahan vaksin.

  • Foto ilustrasi Omicron

    Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi

    Ditemukan di Afrika Selatan, Omicron lebih gampang menular

    Varian ini ditemukan di Afrika Selatan pada November 2021. Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan sebut gejala dari varian ini sangat ringan. Dilaporkan tidak ada gejala anosmia pada varian ini. Namun, 500 kali lebih cepat menyebar dibanding varian lain. (Berbagai sumber) (mh/ha)

    Penulis: Muhammad Hanafi


Menjaga ekonomi tetap berjalan

Untuk menjaga perputaran roda ekonomidi Shanghai, otoritas Cina berusaha untuk tidak menerapkan penguncian ketat seperti yang diberlakukan di kota-kota lain di negara itu. Penguncian di Shanghai dilakukan secara lokal dan bergilir.

Penguncian di bagian timur akan berlangsung hingga hari Jumat (01/04), kemudian beralih ke bagian kota yang lebih padat penduduknya di distrik barat Puxi.

Bandara, stasiun kereta dan pelabuhan pelayaran internasional tetap beroperasi, sementara industri manufaktur juga telah beroperasi kembali, setelah sempat dihentikan beberapa waktu.

Cina secara umum mampu mengendalikan penyebaran virus corona selama dua tahun terakhir melalui kebijakan ketat, termasuk penguncian dan pengujian massal kota dan provinsi, untuk jumlah kasus yang bahkan sedikit. Namun, virus corona varian Omicron telah terbukti dapat menyebar lebih cepat.

Tim ahli COVID-19 Shanghai, Wu Fan mengatakan, “perlu untuk mengambil langkah-langkah lebih tegas” untuk menghilangkan transmisi lokal.

Pada hari Senin (28/03), sebanyak 17.000 petugas dikerahkan di 6.300 tempat pengujian COVID-19 di kota Shanghai. Sekitar 8,26 juta penduduk telah mengikuti tes.

rap/as (AFP, Reuters)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles