31.1 C
Jakarta
Wednesday, May 25, 2022

Serangan IS di Israel: Dua Orang Tewas dan Empat Lainnya Terluka | DW | 28.03.2022

WorldSerangan IS di Israel: Dua Orang Tewas dan Empat Lainnya Terluka | DW | 28.03.2022

Mereka yang menyebut diri sebagai Islamic State (IS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Hadera, Israel. Pihak berwenang melaporkan bahwa dua orang tewas dan sepuluh lainnya terluka.

Menurut keterangan pihak kepolisian dan tim medis, kelompok bersenjata telah menewaskan dua warga Israel di kota Hadera, Minggu (27/03). Mereka yang menyebut diri sebagai Islamic State (IS) mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan tersebut dan merilis video dari para penyerang yang diduga telah berikrar setia pada kelompok teror itu.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dilaporkan menuju ke lokasi kejadian tidak lama setelah kabar itu tersiar.

Apa yang kita ketahui sejauh ini?

Kepolisian Israel menyebut telah menembak dua pelaku penyerangan. Tim medis mengatakan bahwa empat orang terluka, di antaranya dua orang mengalami luka serius, dalam insiden yang terjadi di kota pesisir itu. Layanan darurat nasional Israel mengkonfirmasi kematian satu pria dan satu wanita.

Surat kabar Times of Israel mengutip layanan ambulans Magen David Adom yang mengatakan bahwa orang-orang yang terluka termasuk dua pria berusia 20-an dengan luka parah, seorang pria berusia 45 tahun, dan seorang wanita berusia 20 tahun.

Dalam rekaman video yang dirilis oleh media Israel, dua pria bersenjata terlihat melepaskan tembakan sebelum mereka sendiri ditembak. Seorang juru bicara kepolisian mengatakan beberapa penjaga perbatasan yang sedang duduk di restoran terdekat berlari ke tempat kejadian dan menembak mati para penyerang.

Siapa yang berada di balik serangan itu?

Polisi menyebut para penyerang sebagai “teroris”, sebuah istilah yang biasanya terbatas pada pelaku Arab. The Times of Israel melaporkan bahwa polisi mengatakan orang-orang itu adalah orang Arab Israel.

Penduduk di kota Arab Israel, Umm El Fahm, dekat Hadera, mengatakan bahwa banyak polisi telah dikerahkan di sana.

Sementara itu, Hamas menyebut serangan itu sebagai “operasi heroik” dan “respons yang wajar dan sah” terhadap “kejahatan Israel terhadap rakyat kami.” Kelompok Islamis lainnya, Jihad Islam, mengatakan serangan itu adalah “pesan fasih dari orang-orang kami (jihad Islam) terhadap upaya untuk mematahkan keinginan kami”.

Pasukan keamanan Israel berkumpul di lokasi serangan di kota utara Hadera

Serangan itu terjadi ketika diplomat asing berkumpul di Israel untuk pertemuan puncak regional

Serangan saat KTT berlangsung

Serangan terbaru terjadi ketika diplomat Amerika Serikat dan Arab Saudi bertemu di wilayah selatan Negev, Israel, untuk pertemuan puncak regional yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid.

“Saya memberi pengarahan kepada peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negev tentang perincian serangan Hadera,” kata Lapid dalam sebuah pernyataan.

“Semua menteri luar negeri mengutuk serangan itu, mengirimkan bela sungkawa mereka kepada keluarga para korban dan berharap pemulihan yang cepat bagi yang terluka.”

  • Irak Scharfschütze in Mosul (Reuters/Y. Boudlal)

    Sepak Terjang “Sniper” Pembasmi ISIS

    Penembak mahir

    Sniper atau penembak runduk, adalah seorang prajurit yang punya kemampuan khusus membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan. Istilah ini muncul tahun 1770-an. Berasal dari kata snipe, yaitu sejenis burung yang sangat sulit untuk didekati dan ditembak, maka para penembak yang mahir memburu burung ini diberi julukan “sniper”

  • Irak Scharfschütze in Mosul (Reuters/K. al Mousily)

    Sepak Terjang “Sniper” Pembasmi ISIS

    Bertebaran di berbagai sudut kota

    Sniper menguasai teknik bersembunyi, pengintaian dan pengamatan, serta kemampuan infiltrasi garis depan. Berusaha mempertahankan Mosul dan melumpuhkan para militan ISIS, dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Irak juga memanfaatkan kelihaian para sniper ini. Mereka menebar para penembak ini di Mosul yang menjadi benteng pertahanan terakhir ISIS.

  • Irak Scharfschütze in Mosul (Reuters/T. Al-Sudani)

    Sepak Terjang “Sniper” Pembasmi ISIS

    Memuluskan jalan

    Di Kota Tua Mosul barat, puluhan penembak runduk disebar di dalam gedung-gedung dan puncak-puncak gedung untuk melumpuhkan militan-militan ISIS sehingga memuluskan jalan bagi pasukan Irak merangsek ke jantung pertahanan ISIS di Masjid Al-Nuri.

  • Irak Scharfschütze in Mosul (Reuters/K. al Mousily)

    Sepak Terjang “Sniper” Pembasmi ISIS

    Mencari posisi

    Di antara bangunan atau reruntuhan gedung, para sniper mencari posisi yang paling dirasa tepat untuk menembak target sasaran mereka, militan ISIS.

  • Irak Scharfschütze in Mosul (Reuters/T. Al-Sudani)

    Sepak Terjang “Sniper” Pembasmi ISIS

    Sembunyi di gedung museum

    Salah satu bangunan yang jadi tempat persembunyian sniper saat melakukan serangan terhadap ISIS di Mosul adalah bangunan bekas museum yang sudah porak poranda akibat perang. Sepak terjang mereka berhasil membuat militan ISIS di Mosul kocar-kacir.

  • Irak Scharfschütze in Mosul (Reuters/Y. Boudlal)

    Sepak Terjang “Sniper” Pembasmi ISIS

    Mereka dibantu pasukan koalisi

    Tampak para sniper berjaga-jaga di sebuah bangunan di distrik Bab al Jadid. ISIS tadinya menguasai banyak wilayah Irak bagian utara dan barat sejak 2014, namun operasi militer Irak di bawah dukungan koalisi pimpinan AS telah membuat kelompok militan itu kehilangan banyak daerah kekuasaannya.

  • Irak Scharfschütze in Mosul (Reuters/K. al Mousily)

    Sepak Terjang “Sniper” Pembasmi ISIS

    Membidik kemanusiaan.

    Namun operasi yang didukung pasukan koalisi yang dipimpin AS dihujani kritik. Amnesty International menyebutkan ratusan warga sipil tewas dalam beberapa bulan terakhir di Mosul akibat serangan pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat. Meskipun diduga kematian warga lebih banyak akibat serangan udara.

  • Irak Luftangrif in Al-Jadida, Mosul (Getty Images/AFP/A. Al-Rubaye)

    Sepak Terjang “Sniper” Pembasmi ISIS

    Warga jadi korban

    Operasi merebut Mosul barat telah memaksa 180.000 orang meninggalkan rumah mereka. Lebih dari seratus ribu orang mengungsi di kamp-kamp terdekat dan pusat-pusat penampungan, sedangkan yang lainnya mengungsi ke kerabat mereka di luar kota Mosul. Ed : ap/yf(rtr/berbagai sumber)


Blinken mengutuk ‘tindakan kekerasan yang tidak masuk akal’

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, salah satu diplomat yang ambil bagian dalam KTT itu, mengutuk serangan tersebut dalam pesan terpisah di Twitter.

“Tindakan kekerasan dan pembunuhan yang tidak masuk akal seperti itu tidak memiliki tempat di masyarakat. Kami mendukung mitra Israel kami dan mengirimkan bela sungkawa kami kepada keluarga para korban,” katanya.

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada AFP bahwa KTT yang direncanakan sedang berlangsung dan para diplomat makan bersama sebelum pertemuan selanjutnya hari Senin (28/03).

yas/ha (AFP, Reuters, AP, dpa)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles