Sepulang Piknik dari Malang, 7 Warga Kota Solo Positif COVID-19

by -1 views
sepulang-piknik-dari-malang,-7-warga-kota-solo-positif-covid-19

Sepulang Piknik dari Malang, 7 Warga Kota Solo Positif COVID-19 Anggota Polresta Surakarta melakukan penyemprotan disenvektan jelang PPKM Darurat, Jumat (2/7). (MP/Ismail)

MerahPutih.com – Banyaknya warga yang terpapar COVID-19 membuat dua kelurahan di Kota Solo menerapkan karantina wilayah. Keduanya yakni Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres dan Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan.

Sementara itu, Kelurahan Jagalan diberlakukan lockdown salah satunya karena warga nekat piknik di Malang, Jawa Timur. Alhasil sepulang piknik, tujuh orang positif COVID-19.

Baca Juga

Vaksin COVID-19 Moderna Resmi Dapat Izin Edar, Bisa Digunakan untuk Penderita HIV

Pelaksana Harian (Plh) Jogo Tonggo COVID-19 Kelurahan Jagalan, Murjioko mengatakan, karantina wilayah sudah dilakukan mulai Selasa (29/6) lalu. Di mana saat itu diketahui ada 33 warga yang positif COVID-19 yang tersebar di empat RT di RW 8.

“Jumlah warga yang positif COVID-19 kembali bertambah. Setelah rombongan warga yang nekat piknik ke Malang pulang kita cek ternyata tujuh dinyatakan positif,” ujar Murjioko, Jumat (2/7).

Poldokkes Polresta Surakarta melakukan tes swab antigen acak di tempat umum, Jumat (2/7). (MP/Ismail)

Dikatakannya, total di Kelurahan Jagalan ada 40 orang positif. Mereka jalani isolasi wilayah di Asrama Haji Donohudan (AHD) dan ada yang di Solo Techno Park (STP).

“Lockdown kami berlakukan di empat RT yang warganya banyak terpapar. Yakni di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 05,” tutur dia.

Sementara itu, di Kelurahan Sondakan, karantina wilayah diberlakukan di RT 3 RW 8. karantina dilakukan sejak Minggu (27/6), setelah 20 warganya terkonfirmasi positif COVID-19. Namun, warga menolak untuk menjalani isolasi terpusat di AHD.

“Sebanyak 20 warga terkonfirmasi positif COVID-19 ini menghuni tujuh rumah. Satu orang dirawat di rumah sakit. Dan sisanya orang tanpa gejala menolak ke di karantina di AHD,” papar Lurah Sondakan, Prasetyo Utomo.

Ia mengatakan seharusnya sesuai aturan SE Wali Kota Solo tidak boleh ada karantina mandiri di rumah. Sementara itu, kebutuhan tujuh rumah tersebut selama ini dipenuhi oleh Satgas Jogo Tonggo Kelurahan yang mendapat dropping logistik dari Dinas Sosial (Dinsos).

“Selama karantina wilayah akses keluar masuk kita tutup. Warga yang negatif boleh beraktivitas tapi di dalam lingkungan saja dan tidak boleh berkerumun,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Bansos COVID-19 PPKM Darurat Segera Dicairkan Pekan Kedua Juli

Home Banner Lapsus Bolaskor

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *