in

LOVELOVE

#SangBaday Doa Seutas Harapan

JAKARTA, KABARWARGA.COM – Hidup tidak melulu bicara tentang apa yang kita alami hari ini. Hidup adalah gerak kesadaran antara harapan dan kenyataan. Ada suka, duka, bahagia, diantara permenungan lahirlah notasi indah, bagi jiwa yang diberi talenta, mengalirlah musik penggugah jiwa, notasi pengingat segala yang lena di antara jiwa-jiwa manusia, menjadi “radar” cuaca pengingat alfa. Itulah sejatinya musik.

Begitulah kira-kira latar lahirnya calon album #SANGBADAY. Sebuah tadahan harapan bagi jiwa-jiwa yang rindu keindahan, kebahagiaan diantara cobaan-cobaan hidup yang datang silih berganti, menari dalam rindu yang mencekam. Diantara sunyi dan malam yang tak bertepi lahirlah lagu-lagu yang mengajak berkaca, membasuh jiwa yang alfa, karena manusia bisa lupa dan lalai kapan saja.

Di album yang belum usai ini, #SANGBADAY mencoba mengusik jiwa-jiwa liar kita untuk menghayati musik dengan cara yang berbeda. Musik tidak melulu hingar bingar, tidak mesti meneteskan air mata ketika mendengarnya. Musik sejatinya mestinya sebuah instrument masuknya kesadaran sejati siapa diri ini diantara jalinan peristiwa yang datang dan pergi, siapa yang menggerakakan kehidupan dan siapa sang maha pengatur kisah hidup kita.

Karena hidup manusia ibarat sebatang rokok. Api rokok adalah semangat yang membutuhkan waktu untuk membakar batang rokok. Abu rokok adalah kegagalan yang jatuh ke bawah dalam upaya mengeluarkan asap rokok yang membumbung tinggi ibarat sebuah cita-cita.  Begitulah manusia hidup, butuh waktu, punya semangat, dan kadangkala mengalami kegagalan dalam menggapai cita-citanya. Tidak ada kesuksesan hidup yang digapai secara instan.

Untuk menggapai cita-cita, tujuan, atau harapan dalam hidupnya manusia senantiasa berusaha (ikhtiar). #SANGBADAY Album adalah sebuah ikhtiar anak manusia. Mercusuar yang dipanahkan ke langit kuasa dari hamba kepada Rabb-nya.

Begituah untaian hidup, pun seperti AlBUM ini, ia adalah guratan keinginan, sebuah munajat tanpa henti tentang arti hidup dan bagaimana menjadi manusia yang bisa dikenang karena karyanya. Seperti pepatah, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama dan karya. Disitulah letaknya doa, ikhtair tanpa henti, merunduk kata dalam segala munajat, berharap ALLAH SWT Sang Pencita Mengabulkan segala hajat dan doa.

Mari kita bantu langitkan doa-doanya… Aamiin ya Rabbal Alamin…

Cover Depan Album

Cover Dalam Album

Cover CD

Cover Luar Belakang Album

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

What do you think?

792 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

A-Z Omnibus Law: Panduan Memahami Omnibus Law Secara Sederhana

Dagelan Soal Berhenti Merokok Mencegah Corona