31.1 C
Jakarta
Wednesday, May 25, 2022

Rusia Memasukkan Deutsche Welle ke Daftar 'Agen Asing' | DW | 29.03.2022

RagamRusia Memasukkan Deutsche Welle ke Daftar 'Agen Asing' | DW | 29.03.2022

Rusia memasukkan lembaga penyiaran internasional Deutsche Welle ke dalam daftar “agen asing”, bersama dengan sejumlah media asing dan LSM lainnya yang menerima dana dari luar negeri.

Kementerian Kehakiman Rusia pada hari Senin (28/03) menempatkan lembaga penyiaran internasional Jerman, Deutsche Welle (DW), ke dalam daftar “agen asing.”

“Keputusan ini dibuat berdasarkan dokumen yang diterima dari otoritas negara yang berwenang,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang tidak merinci dokumen atau otoritas yang dimaksud.

Direktur Jenderal DW Peter Limbourg dalam tanggapannya mengatakan: “Ini adalah serangan lebih lanjut terhadap kebebasan pers dan upaya baru untuk menghentikan akses informasi masyarakat Rusia dari media yang bebas dan independen. Dimulai dengan penutupan paksa studio kami di Moskow pada awal Februari lalu, kemudian situs web kami (semua bahasa) diblokir di Rusia, diikuti pembatasan bertahap pada layanan media sosial dan sekarang DW telah dicap sebagai ‘agen asing.’ Keputusan ini tidak akan menghentikan kami untuk terus menyediakan cakupan informasi yang komprehensif dan independen dari Rusia dan sekitarnya, dari studio baru kami di Latvia dan dari Jerman.”

Eksistensi DW di Rusia

Pada 3 Februari 2022, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan akan mengambil “tindakan pembalasan terhadap media Jerman” yang bekerja di Rusia setelah pihak berwenang Jerman melarang operasional saluran TV Rusia yang dikelola negara, RT DE.

Langkah ini termasuk “mengakui DW sebagai outlet media asing yang memenuhi fungsi agen asing,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

DW terpaksa menutup kantornya di Moskow dan para jurnalisnya di Rusia harus melepaskan kredensial mereka, sehingga tidak mungkin bekerja di Rusia. Pada awal Maret, situs web DW diblokir oleh regulator komunikasi negara, Roskomnadzor. Tak lama setelah itu, DW memindahkan kantornya di Moskow ke ibu kota Latvia, Riga.

“Pemerintah Rusia dengan jelas menyatakan ‘perang informasi’ terhadap DW,” kata Christian Trippe, Direktur DW Rusia, Ukraina, dan Eropa Timur. “Kami para jurnalis terus melakukan pekerjaan kami dan memberikan informasi yang dapat diandalkan untuk audiens kami di Rusia.”

Deutsche Welle adalah layanan penyiaran publik internasional Jerman yang didanai dari uang pajak dan menghasilkan produk jurnalistik yang dapat diakses secara bebas dalam 32 bahasa.

Dewan Penyiaran Republik Federal Jerman — sebuah badan independen non-partisan yang bebas dari pengaruh pemerintah — mengawasi kepatuhan DW dengan mandat hukumnya untuk menyediakan informasi independen kepada orang-orang di seluruh dunia. DW mempekerjakan sekitar 4.000 orang, yang sebagian besar bekerja di studio di Bonn dan Berlin.

  • Kerumunan warga di lokasi wartawan Peter R de Vries ditembak orang tak dikenal

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Amsterdam syok berat

    Peter R. de Vries, wartawan kriminal terkemuka ditembak orang tidak dikenal saat meninggalkan studio televisi Selasa, 6 Juli 2021 malam di pusat kota Amsterdam, Belanda. Beberapa indikasi menunjukan sindikat kriminal terorganisir menjadi otak penyerangan tersebut. Dua orang tersangka diamankan beberapa jam setelah penembakan.

  • Peter R de Vries wartawan kriminal beken di Belanda

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Wartawan kriminal terkemuka di Belanda

    De Vries telah meliput kejahatan terorganisir di Belanda selama bertahun-tahun. Sebelum aksi penembakan, dia jadi penasihat pribadi seorang saksi mahkota yang akan bersaksi terhadap seorang pimpinan organisasi kriminal besar. Saudara dan pengacara saksi mahkota tersebut telah dibunuh beberapa tahun lalu. Saat ini De Vries masih berjuang antara hidup dan mati di sebuah rumah sakit.

  • Bunga dan lilin menelilingi kartu ucapan Fight Peter,

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Harapan dan ketakutan

    “Kejadian seperti ini tidak boleh terjadi di jantung Eropa!” Begitu reaksi dari masyarakat Belanda atas kejadian penembakan Selasa malam tersebut. Sejumlah orang terlihat di TKP meninggalkan bunga dan ucapan belasungkawa. Sayangnya, de Vries bukanlah jurnalis pertama yang menjadi korban pembunuhan berencana di benua Eropa.

  • Bunga disematkan di lokasi wartawan Yunai Giorgos Karaivaz ditembak orang tak dikenal

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Negara tempat demokrasi dilahirkan

    Jurnalis Yunani, Giorgos Karaivaz dibunuh di selatan kota Athena pada 9 April 2021. Dua orang bermasker yang mengendarai sepeda motor menembak wartawan kriminal senior ini sebanyak 10 kali. Sebagai wartawan berpengalaman, Karaivaz telah meliput sejumlah kasus korupsi yang melibatkan otoritas Yunani dan sindikat kriminal terorganisir.

  • Karangan bunga warna-warni di depan foto hitam putih Daphne Caruana Galizia

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Dibunuh menggunakan bom mobil

    Daphne Caruana Galizia (53), seorang jurnalis investigasi yang meliput kasus korupsi dalam bidang politik dan bisnis di Malta, tewas setelah mobilnya diledakkan menggunakan bom yang dipicu dari jarak jauh 16 Oktober 2017. Pelakunya divonis 15 tahun penjara setelah mengakui perbuatannya. Namun, dalang kejahatan, seorang pebisnis terkenal masih diadili untuk pembunuhan itu.

  • Karangan bunga dan lilin di depan rumah Jan Kuciak dan Martina Kusnirova yang ditembak mati pembunuh bayaran atas pesana politisi korup

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Dibunuh di kediaman pribadi

    Jurnalis investigasi Slovakia, Jan Kuciak dan tunangannya, Martina Kusnirova ditembak pembunuh bayaran 21 Februari 2018. Jurnalis berusia 28 tahun ini memfokuskan liputannya pada sindikat kriminal terorganisir, pengemplang pajak dan korupsi di kalangan politisi dan penguasa Slovakia. Pembunuhannya mengejutkan Eropa dan berujung dengan pengunduran diri Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico.

  • Plakat dalam bahasa Polandia Wolne Media! atau Free Media bersebelahan dengan bendera pelangi

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Bebaskan media!

    Lukasz Masiak, jurnalis Polandia, dipukuli hingga tewas di pusat boling, 2015 silam. Masiak meliput kasus korupsi, bisnis narkoba dan penangkapan sewenang-wenang. Pemerintah Polandia dikritik karena makin membatasi kebebasan pers. Warga Polandia memprotes aturan baru pemerintah di Warsawa untuk terus membatasi kebebasan pers.

  • Banner Je suis Charlie saat aksi protes menentang serangan teror anggota Islam radikal ke kantor redaksi Charlie Hebdo

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Saya adalah Charlie

    12 orang dibunuh dalam serangan teror di kantor majalah satire Prancis Charlie Hebdo, tahun 2015. Ratusan ribu orang di seluruh dunia berdemonstrasi untuk kebebasan berbicara dan pers menggunakan tagar “Saya adalah Charlie”. Pada November, jurnalis musik Guillaume Barreau-Decherf dibunuh saat serangan teroris di teater Bataclan, Paris yang tewaskan ratusan penonton.

  • Screenshot Twitter yang diposting Erk Acarer menunjukkan wajahnya yang bengap akibat dipukuli pendukung Erdogan di Berlin

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Jurnalis Turki diserang di Berlin

    Jurnalis Turki di Jerman, Erk Acarer, pengkritik Presiden Recep Tayyip Erdogan, diserang oleh tiga orang tak dikenal di kediamannya pada 7 Juli 2021. Dalam Bahasa Turki, Acarer menceritakannya di Twitter: “Saya diserang menggunakan pisau dan dipukuli di rumah saya di Berlin.“ Tiga orang pelaku juga mengancam akan datang kembali kalau dia tidak berhenti melakukan reportase.

  • Polisi dengan peralatan antihuru-hara menghadang warga dengan simbol Press yang sedang bertugas meliput aksi demonstrasi di Prancis

    Kekerasan terhadap Jurnalis di Jantung Eropa

    Wartawan dengan pembatasan?

    Bukan hanya kasus yang membahayakan nyawa wartawan yang ditakuti. Namun, sering wartawan yang dihambat saat bertugas, seperti oleh pengunjuk rasa yang murka, polisi atau pihak berwenang. Pada foto terlihat polisi antihuru-hara Prancis menghadang seorang pekerja pers saat demonstrasi menentang peraturan keamanan yang baru.

    Penulis: Burak Ünveren


Apa itu daftar ‘agen asing’?

Sejak 2012, daftar “agen asing” telah digunakan Moskow untuk membatasi operasi media internasional dan organisasi nirlaba yang menerima dana asing, terutama yang aktif dalam politik. Semua publikasi yang masuk dalam daftar itu ditandai sebagai badan atau lembaga yang berasal dari “agen asing” dan wajib menyerahkan laporan kegiatan mereka setiap enam bulan.

Lebih dari 100 media dan individu saat ini ada masuk dalam daftar tersebut, termasuk lembaga penyiaran publik Amerika Serikat, Voice of America, Radio Free Europe/Radio Liberty, serta Amnesty International, dan Human Rights Watch.

Novaya Gazeta tak beroperasi hingga perang di Ukraina selesai

Novaya Gazeta, salah satu surat kabar independen terakhir Rusia yang tersisa, mengumumkan pada hari Senin (28/03) mereka menangguhkan publikasi “sampai akhir ‘operasi khusus di wilayah Ukraina.'”

Pemenang Nobel Perdamaian Dmitry Muratov

Editor Dmitry Muratov dan reporternya menyayangkan keputusan tersebut

“Kami menangguhkan penerbitan surat kabar di situs web kami, jaringan media sosial, dan media cetak hingga berakhirnya ‘operasi khusus di wilayah Ukraina’,” surat kabar itu mengumumkan di situs webnya.

Dalam pesan terpisah kepada pembaca, Editor Dmitry Muratov dan wartawannya mengatakan, keputusan itu sulit diterima. “Tidak ada pilihan lain,” kata catatan itu. “Bagi kami, dan saya tahu, bagi Anda, ini adalah keputusan yang buruk dan sulit.”

Regulator media pemerintah mengatakan, telah memberi Novaya Gazeta peringatan baru karena gagal mengidentifikasi dengan benar sebuah organisasi yang dianggap sebagai “agen asing” oleh pihak berwenang dalam publikasinya, menurut komentar di kantor berita Rusia.

Media independen di Rusia

Tekanan terhadap media liberal Rusia telah meningkat sejak Kremlin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Sebagian besar media arus utama dan organisasi yang dikendalikan negara, berpegang erat pada bahasa yang digunakan oleh Kremlin untuk menggambarkan konflik tersebut.

Wartawan Rusia dilarang menggunakan istilah-istilah seperti perang, invasi, dan serangan untuk menggambarkan apa yang terjadi di Ukraina, alih-alih diinstruksikan untuk menyebutnya sebagai “operasi militer khusus”.

Tak hanya itu, Presiden Vladimir Putin baru-baru ini menandatangani undang-undang yang memperkenalkan hukuman penjara hingga 15 tahun kepada mereka yang menerbitkan berita “palsu” tentang perang Ukraina.

ha/ (Reuters, AFP, AP)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles