28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 24, 2022

Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu

BincangSyariah.Com– Sahabat Bincang Syariah, kali...

Tata Cara Tahallul: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

BincangSyariah.Com– Tahallul secara bahasa artinya adalah...

Berikut Tata Cara Shalat Tasbih

BincangSyariah.Com–  Sahabat Bincang Syariah yang...

Roman Abramovich Diduga Keracunan Setelah Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina | DW | 29.03.2022

RagamRoman Abramovich Diduga Keracunan Setelah Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina | DW | 29.03.2022

Kelompok investigasi jurnalistik Bellingcat telah mengungkapkan bahwa beberapa negosiator dialog damai Rusia-Ukraina pada awal Maret diduga menderita keracunan. Miliarder Rusia Roman Abramovich termasuk di antaranya.

Setidaknya dua anggota tim negosiasi Ukraina dan oligarki Rusia, Roman Abramovich, menderita gejala keracunan setelah pembicaraan damai antara delegasi Rusia dan Ukraina pada 3 Maret lalu, seperti dikutip dari The Wall Street Journal pada hari Senin (28/03).

Laporan yang dikonfirmasi oleh kelompok jurnalistik investigasi Bellingcat itu, mengatakan gejalanya yang dialami adalah iritasi kulit dan mata. Namun, tampaknya membaik dalam sehari.

“Kondisi mereka yang dilaporkan menderita efek keracunan telah membaik dan tidak ada yang dalam bahaya, ” demikian laporan The Wall Street Journal.

Diduga keracunan bahan kimia

Peristiwa ini terjadi selama pembicaraan damai yang diadakan di Ukraina. Menurut Bellingcat, negosiator Ukraina pertama kali merasakan gejala pada malam harinya setelah kembali ke Kyiv.

Gejalanya termasuk “radang mata dan kulit dan rasa sakit yang menusuk di mata,” cuit Bellingcat di Twitter.

Para negosiator kemudian menghubungi Bellingcat, yang menghubungkan mereka dengan spesialis senjata kimia untuk pemeriksaan.

“Para ahli menyimpulkan bahwa gejalanya kemungkinan besar akibat keracunan internasional dengan senjata kimia yang belum diketahui,” jelas kelompok investigasi itu.

Para ahli juga memberi tahu mereka bahwa bahwa tujuan dari serangan racun tersebut kemungkinan besar hanya untuk memberi rasa takut kepada korban. Sebab, dosis atau jenis racun yang digunakan untuk menyerang Abramovich dan negosiator lainnya tidak mengancam nyawa.

Abramovich sang mediator

Kremlin mengatakan bahwa Abramovich terlibat dalam pembicaraan damai putaran awal, sebelum diambil alih negosiator Rusia di putaran-putaran selanjutnya.

Miliarder sekaligus pemilik klub sepak bola Inggris, Chelsea ini telah melakukan perjalanan antara Moskow dan Lviv dalam upaya untuk menengahi kedua belah pihak.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Abramovich ingin melakukan sesuatu untuk menolong dengan tujuan deeskalasi. Abramovich juga dikenal telah lama memiliki hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Abramovich telah menjadi subjek sanksi individu setelah invasi Rusia ke Ukraina. Sejumlah aset miliknya dibekukan. Dia pun telah mengumumkan bahwa dia akan menjual klub miliknya, Chelsea.

Meskipun tidak jelas siapa yang berada di balik dugaan peracunan, taktik ini dianggap sering digunakan untuk melawan musuh Kremlin.

  • Alexei Navalny (Getty Images/AFP/K. Kudrayavtsev)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Alexei Navalny

    Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny dilarikan ke rumah sakit di Siberia, setelah merasa tidak enak badan dalam penerbangan ke Moskow. Para ajudannya menuduh bahwa Navalny diracun sebagai balas dendam atas kampanyenya melawan korupsi. Mantan pengacara (44) itu menenggak teh hitam sebelum lepas landas dari bandara Omsk. Timnya meyakini teh tersebut mengandung racun yang membuatnya koma.

  • Pjotr Wersilow (picture-alliance/dpa/Tass/A. Novoderezhkin)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Pyotr Verzilov

    Pada 2018, aktivis keturunan Rusia-Kanada, Pyotr Verzilov dilaporkan dalam kondisi kritis setelah diduga diracun di Moskow. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah dia mengkritik sistem hukum Rusia dalam sebuah wawancara TV. Verzilov, juru bicara tak resmi untuk grup band feminis Pussy Riot ini akhirnya dipindahkan ke rumah sakit di Berlin. Dokter mengatakan “sangat mungkin” dia telah diracuni.

  • Sergei Skripal (picture-alliance/dpa/Tass)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Sergei Skripal

    Mantan mata-mata Rusia berusia 66 tahun, Sergei Skripal, ditemukan tak sadarkan diri di bangku yang terletak di luar pusat perbelanjaan di kota Salisbury, Inggris. Ia disebut terpapar racun saraf Novichok. Juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, menyebut situasi itu “tragis”, tetapi berkata “Kami tidak punya informasi tentang apa yang menjadi penyebab” insiden itu.

  • Kim Jong Nam (picture-alliance/AP Photo/S. Kambayashi)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Kim Jong Nam

    Saudara tiri Kim Jong Un ini tewas pada 13 Februari 2018 di bandara Kuala Lumpur, setelah dua perempuan diduga mengoleskan racun saraf kimia VX di wajahnya. Pada bulan Februari, pengadilan Malaysia mendengar bahwa Kim Jong Nam telah membawa selusin botol penawar racun saraf mematikan VX di tasnya pada saat keracunan.

  • Alexander Litvinenko (picture-alliance/dpa/S. Kaptilkin)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Alexander Litvinenko

    Mantan mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko pernah bekerja untuk Dinas Keamanan Federal (FSB) sebelum ia membelot ke Inggris. Ia lalu menjadi jurnalis dan menulis dua buku tuduhan terhadap FSB dan Putin. Ia jatuh sakit setelah bertemu dengan dua mantan perwira KGB dan meninggal pada 23 November 2006. Penyelidikan menemukan, ia dibunuh oleh radioaktif polonium-210 yang dimasukkan ke dalam tehnya.

  • Viktor Kalashnikov (picture-alliance/dpa/RIA Novosti)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Viktor Kalashnikov

    Pada November 2010, dokter di rumah sakit Charité Berlin menemukan kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuh pasangan pengkritik pemerintah Rusia. Terdapat 3,7 mikrogram merkuri di tubuh Kalashnikov, seorang jurnalis lepas dan mantan kolonel KGB. Sementara di tubuh istrinya terdapat 56 mikrogram merkuri. Kalashnikov mengatakan kepada majalah Jerman Focus, bahwa “Pemerintah Rusia meracuni kami.”

  • Viktor Yushchenko (Getty Images/AFP/M. Leodolter)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Viktor Yushchenko

    Pemimpin oposisi Ukraina Yushchenko jatuh sakit pada September 2004 dan didiagnosis dengan pankreatis akut yang disebabkan infeksi virus dan zat kimia. Penyakit itu mengakibatkan kerusakan wajah, perut kembung akibat gas berlebih dan penyakit kuning. Dokter mengatakan perubahan pada wajahnya berasal dari chloracne, akibat dari keracunan dioksin. Yushchenko mengklaim, agen pemerintah meracuninya.

  • Munir Said Thalib indonesischer Menschenrechtsaktivist (AFP/Getty Images/Dewira)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Aktivis HAM Munir diracun dalam penerbangan ke Amsterdam tahun 2004

    Munir Said Thalib, aktivis KONTRAS tewas diracun dengan arsenium dalam penerbangan ke Amsterdam dengan pesawat Garuda, September 2004. Kasusnya sampai sekarang belum terungkap tuntas, sekalipun ada tertuduh yang diadili dan dijatuhi hukuman penjara. Pemerintahan Jokowi hingga kini menolak mengusut kembali kasus ini.

  • Exiled Hamas leader Khaled Meshaal (Getty Images/AFP/A. Sazonov)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Khaled Meshaal

    Pada 25 September 1997, badan intelijen Israel berusaha membunuh pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, di bawah perintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dua agen menyemprotkan zat beracun ke telinga Meshaal saat dia masuk ke kantor Hamas di Amman, Yordania. Upaya pembunuhan tersebut tidak berhasil dan tidak lama kemudian kedua agen Israel tersebut ditangkap.

  • Georgi Markov (picture-alliance/dpa/epa/Stringer)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Georgi Markov

    Pada 1978, pengkritik pemerintah Bulgaria, Georgi Markov, merasakan tusukan di pahanya saat sedang menunggu di halte bus. Dia membalikkan badan dan melihat seorang pria membawa payung. Setelahnya sebuah benjolan kecil muncul di pahanya dan empat hari kemudian dia meninggal. Otopsi menemukan dia dibunuh dengan zat 0,2 miligram risin. Banyak yang percaya panah beracun itu ditembakkan dari payung.

  • Grigori Rasputin (picture-alliance/ IMAGNO/Austrian Archives)

    Para Pengkritik Pemerintah Ini Telah Merasakan Pahitnya Racun

    Grigori Rasputin

    Pada 30 Desember 1916, Grigori Rasputin yang dipercaya punya kekuatan mistik tiba di Istana Yusupov di St Petersburg atas undangan Pangeran Felix Yusupov. Di sana, Rasputin memakan kue yang telah dicampur dengan kalium sianida. Kemudian Rasputin juga menenggak anggur yang gelasnya telah dilapisi sianida. Tidak berhasil diracun, Rasputin akhirnya ditembak dan dibunuh.


Sebelumnya, tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny diracun dengan racun era Soviet Novichok saat dalam penerbangan domestik dan harus dibawa ke Berlin untuk menjalani perawatan.

Peringatan terhadap ‘spekulasi’

Negosiator Ukraina dan penasihat presiden Mykhailo Podolyak memperingatkan terhadap informasi palsu menyusul adanya laporan dugaan keracunan.

“Di bidang informasi saat ini ada banyak spekulasi, teori konspirasi yang berbeda, dan elemen dari satu permainan informasi atau lainnya,” kata Podolyak.

Rustem Umerov, seorang anggota delegasi Ukraina yang disebut sebagai salah satu korban keracunan, menulis di akun Twitternya pada Senin (28/03) pagi bahwa dia merasa “baik-baik saja.”

“Ini adalah tanggapan saya terhadap semua ‘gosip’ jurnalisme kuning yang menyebar. Tolong jangan percaya pada informasi yang belum diverifikasi. Kami juga memiliki perang informasi yang sedang berlangsung,” katanya.

rap/pkp (EFE, Reuters, AFP, dpa)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles