Respons Pemimpin Dunia atas Tragedi Penembakan di Sekolah Texas | DW | 26.05.2022

by -9 views
respons-pemimpin-dunia-atas-tragedi-penembakan-di-sekolah-texas-|-dw-|-2605.2022

Para pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa atas penembakan massal di Texas. Presiden Joe Biden menyerukan kontrol senjata yang lebih ketat, seraya bertanya mengapa AS “bersedia hidup dengan pembantaian?”

Para pemimpin dunia terkejut dan mengungkapkan kekhawatiran serta duka mendalam atas penembakan yang terjadi di Texas, Amerika Serikat, yang menewaskan 19 murid sekolah dasar dan dua guru di Robb Elementary School di kota Uvalde.

Insiden itu menjadi salah satu yang pertama dan termasuk yang paling mematikan di AS sejak seorang pria bersenjata menewaskan 20 siswa dan enam orang dewasa di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut, pada 2012.

Bagaimana dunia bereaksi terhadap penembakan di sekolah Texas?

Paus Fransiskus mengatakan kepada masyarakat di Lapangan Santo Petrus bahwa ”hatinya hancur” mengetahui insiden itu pada hari Rabu (25/05).

“Sudah waktunya mengatakan ‘cukup’ untuk perdagangan senjata tanpa pandang bulu. Mari kita semua membuat komitmen agar tragedi seperti ini tidak terjadi lagi,” kata Paus Fransiskus.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan belasungkawa “kepada semua kerabat dan anggota keluarga dari anak-anak yang tewas dalam penembakan mengerikan di Texas di sebuah sekolah,” saat berbicara dari Ukraina dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Melalui Twitter, Kanselir Jerman Olaf Scholz mencuitkan: “Pikiran kami bersama mereka yang terluka dan kehilangan para korban pembantaian yang tak terbayangkan ini, yang hampir tidak dapat diucapkan dengan kata-kata.”

Hal senada juga diungkapkan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan: “Kami juga terkejut dan merasakan duka rakyat Amerika, dan kemarahan mereka yang berjuang untuk mengakhiri kekerasan.”

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan “hatinya hancur” setelah penembakan itu. “Warga Kanada berduka bersama Anda, dan kami di sini untuk Anda,” cuitnya.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengirimkan belasungkawa terdalamnya. “Pikiran saya tertuju pada orang-orang Amerika Serikat setelah serangan mengerikan di Texas,” katanya di Twitter, seraya menambahkan bahwa ”hati saya hancur dengan hilangnya begitu banyak nyawa tak berdosa yang tidak masuk akal.”

Seruan kontrol senjata yang lebih ketat di AS

Dalam pidato TV pada hari Selasa (24/05) malam, Presiden AS Joe Biden menuntut tindakan dan kontrol senjata yang lebih ketat.

“Sebagai sebuah bangsa, kita harus bertanya: Kapan, demi Tuhan, kita akan menentang lobi senjata?” kata Biden. “Kapan, demi Tuhan, kita akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan? Mengapa kita rela hidup dengan pembantaian ini?” Dia menambahkan bahwa dia muak dan lelah, “Kita harus bertindak.”

  • USA Schießerei in Las Vegas (Getty Images/D. Becker)

    Rekam Kasus Penembakan Massal di AS

    Las Vegas, Nevada 2017

    Penembakan yang terjadi Minggu (1/10) saat konser musik berlangsung di Las Vegas dilaporkan menyebabkan sedikitnya 58 orang meregang nyawa dan lebih dari 400 lainnya terluka. Angka ini menetapkan peristiwa di Las Vegas sebagai tragedi penembakan terburuk dalam sejarah penggunaan senjata di AS.

  • USA Orlando Florida Untersuchungen zum Attentat am Club Pulse (Reuters/C. Allegri)

    Rekam Kasus Penembakan Massal di AS

    Orlando, Florida 2016

    Akhir pekan pada pertengahan bulan Juni 2016 menjadi saat paling mencekam bagi para pengunjung kelab malam gay Pulse Orlando, saat Omar Mateen mengarahkan senjata AR-15. Pria yang mengaku kepada 911 sebagai simpatisan ISIS tersebut membunuh 50 orang dan menyebabkan 53 lainnya terluka. Omar Mateen tewas saat baku tembak dengan polisi terjadi.

  • USA Schießerei in Grundschule von San Bernardino (Getty Images/D. McNew)

    Rekam Kasus Penembakan Massal di AS

    San Bernardino, California 2015

    Insiden penembakan pada awal Desember 2015 itu terjadi di Inland Regional Center. Saat kejadian ada lebih dari ratusan orang di dalam gedung. 14 orang tewas dan 18 lainnya terluka di tangan pasangan suami istri berlatar belakang Pakistan, Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik.

  • Schießerei an einer Grundschule in Connecticut (Reuters)

    Rekam Kasus Penembakan Massal di AS

    Sandy Hook, Connecticut 2012

    Sebanyak 27 orang tewas dalam insiden penembakan di SD Sandy Hook di Newtown, Connecticut, 20 diantaranya anak-anak. Tersangka bernama Adam Lanza (20 tahun) terlebih dulu membunuh ibunya, guru TK di Sandy Hook. Kelas tempat ibu tersangka bekerja menjadi asal mayoritas korban. Penembakan di SD Sandy Hook menjadi penembakan sekolah kedua paling mematikan dalam sejarah AS setelah Virginia Tech.

  • USA Schießerei in Denver bei Filmpremiere (picture-alliance/dpa)

    Rekam Kasus Penembakan Massal di AS

    Aurora, Colorado 2012

    Seorang pria melepaskan tembakan saat pemutaran perdana tengah malam film The Dark Knight Rises di sebuah bioskop di Colorado. Insiden ini menewaskan 12 orang dan melukai 58 lainnya. Pelaku diketahui bernama James Holmes, pemuda putus kuliah dan berusia 24 tahun. Kasus ini memicu perdebatan kontroversial mengenai kepemilikan senjata api di Amerika.

  • USA Schießerei und Geiselnahme in Binghamton NY (AP)

    Rekam Kasus Penembakan Massal di AS

    Binghamton, New York 2009

    Seorang pria bersenjata menyandera sedikitnya 40 orang di pusat imigrasi di Binghamton, New York, sebelum akhirnya membunuh 13 orang sanderaannya. Pelaku bernama Jiverly Voong (41 tahun) menembak dirinya ketika dikepung aparat keamanan.

  • Jahresrückblick 2007 April Virginia Tech (AP)

    Rekam Kasus Penembakan Massal di AS

    Virginia Tech, Virginia 2007

    Mahasiswa asal Korea Selatan, Cho Seung-Hui adalah pelaku penembakan di ruang kuliah Insitut Politeknik dan Universitas Negeri Virginia. Sebelum melakukan penembakan di ruang kelas, pelaku menembak dua mahasiswa di asrama kampus. 32 orang berikut Si Pelaku menjadi korban tewas. Salah seorang mahasiwa asal Indonesia, Partahi Lumbantoruan, berada di antara korban tewas di ruang kuliah. (ts/vlz)


O’Rourke sebut Gubernur Texas tidak melakukan pencegahan

Beto O’Rourke, mantan kandidat presiden dari Partai Demokrat, menyela Gubernur Texas Greg Abbott dalam konferensi pers yang membahas tragedi penembakan pada hari Rabu (25/05), sambil berteriak, “Anda tidak melakukan apa-apa!”

“Ini benar-benar dapat diprediksi,” kata O’Rourke, menuduh Abbott dan para pemimpin Republik lainnya tidak berbuat tindakan untuk mencegah penembakan semacam itu. Namu, petugas keamanan bergerak untuk mengawalnya keluar dari ruangan.

Komentar O’Rourke, yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Texas melawan Greg Abbott dari Partai Republik, dipandang sebagai isu potensial dalam pemilihan November mendatang, mengingat budaya ramah senjata di Texas.

Berbicara kepada wartawan di luar ruangan, O’Rourke berkata: “Ini benar-benar salah, gila, bahwa kami mengizinkan anak berusia 18 tahun untuk membeli AR-15. Apa yang akan dia lakukan dengan itu?”

ha/pkp (Reuters)

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.