25.6 C
Jakarta
Tuesday, May 17, 2022

AS akan Hapus Lima Kelompok Ekstremis dari Daftar Teroris Asing | DW | 16.05.2022

Amerika Serikat akan menghapus lima kelompok teroris...

Finlandia dan Swedia Siap Gabung NATO, Turki Suarakan Keberatan | DW | 16.05.2022

Finlandia dan Swedia tetap netral selama beberapa...

Resolusi Baru PBB: Suara Non-Anggota akan Didengar sebelum Penggunaan Hak Veto | DW | 27.04.2022

WorldResolusi Baru PBB: Suara Non-Anggota akan Didengar sebelum Penggunaan Hak Veto | DW | 27.04.2022

Majelis Umum PBB mengambil langkah pertama pada Selasa (26/04), untuk menempatkan lima anggota tetap Dewan Keamanan jauh dari sorotan setiap kali mereka menggunakan hak veto, sebuah langkah yang menarik perhatian Rusia.

Hasil akhir sebuah resolusi yang diadopsi oleh konsensus dalam Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang tidak menghilangkan atau membatasi hak veto anggota tetap Dewan Keamanan seperti Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, dan Prancis. Namun, untuk pertama kalinya Majelis Umum akan diminta “mengadakan debat tentang situasi” yang memicu penggunaan veto di Dewan Keamanan dalam waktu 10 hari kerja. Majelis tidak diharuskan untuk mengambil atau mempertimbangkan tindakan apa pun di bawah resolusi tersebut, tetapi diskusi dapat membiarkan banyak negara lain didengar.

Duta Besar Liechtenstein untuk PBB Christian Wenaweser, yang mempelopori resolusi, mengatakan bahwa resolusi itu bertujuan “untuk mempromosikan suara kita semua yang bukan pemegang hak veto dan yang bukan anggota Dewan Keamanan, tentang masalah perdamaian dan keamanan internasional karena itu mempengaruhi kita semua.”

Saat mempresentasikan resolusi kepada majelis pada Selasa (26/04) pagi, Wenaweser menyinggung invasi Rusia ke Ukraina dan kegagalan Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan, dengan mengatakan: “Tidak pernah ada kebutuhan yang lebih kuat untuk multilateralisme efektif daripada hari ini, dan tidak pernah ada kebutuhan yang lebih kuat untuk inovasi mengamankan peran sentral dan suara PBB.”

Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard menyebut resolusi itu sebagai “langkah pertama menuju peningkatan biaya penggunaan veto dan itu tidak mungkin terjadi cukup cepat.”

Resolusi tersebut memiliki sekitar 80 co-sponsor, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Namun, usulan itu juga mendapat penolakan dari Rusia dan sekutu dekat Belarus serta anggota dewan terpilih saat ini Gabon dan India, serta negara-negara anggota PBB lainnya.

Reformasi Dewan Keamanan yang dibebankan di bawah Piagam PBB untuk memastikan perdamaian dan keamanan internasional, telah diperdebatkan selama lebih dari 40 tahun. Lebih dari 200 proposal Dewan Keamanan yang berbeda telah diveto, menurut catatan PBB. Subjeknya berkisar dari Perang Korea dan konflik Israel-Palestina hingga perubahan iklim, pelaporan stok senjata, dan pemerintahan bagian dari negara Samudra Hindia, Komoro.

Wakil Duta Besar AS Richard Mills mengatakan setelah pemungutan suara bahwa Amerika Serikat “sangat terganggu oleh pola Rusia yang menyalahgunakan hak vetonya selama dekade terakhir.”

  • Seorang pelanggan menggunakan lembaran uang lima euro untuk membayar di kios buah dan sayuran. picture-alliance/dpa

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Belanja Semakin Mahal di Jerman

    Konsumen di Jerman merasakan kenaikan biaya hidup. Konsekuensi dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mulai terasa. Pada bulan Maret, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak 1981. Pemerintah Jerman ingin segera mengembargo batubara Rusia, tetapi masih memperdebatkan pelarangan impor gas dan minyak dari Rusia.

  • Mobil terjebak dalam antrean hingga ke bagian luar SPBU di Nairobi. (Foto SIMON MAINA/AFP via Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Antrian Mengisi Bahan Bakar di Kenya

    Antrian panjang mobil di SPBU Nairobi. Di Kenya, warga juga merasakan dampak perang di Ukraina. Bahan bakar kian mahal, dan pasokannya terbatas, belum lagi krisis pangan. Duta Besar Kenya untuk PBB Martin Kimani dalam sidang Dewan Keamanan menyatakan keprihatinannya, dan membandingkan situasi di Ukraina timur dengan perubahan yang terjadi di Afrika setelah berakhirnya era kolonial.

  • Dua tukang roti di Istanbul, dan roti-roti di latar depan. (Foto Burak Kara/Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Siapa Amankan Suplai Gandum ke Turki?

    Rusia adalah produsen gandum terbesar di dunia. Karena larangan ekspor dari Rusia, harga roti sekarang naik di banyak tempat, termasuk di Turki. Sanksi internasional telah mengganggu rantai pasokan. Ukraina juga merupakan salah satu dari lima pengekspor gandum terbesar di dunia, tetapi perang dengan Rusia membuat mereka tidak dapat mengirimkan barang dari pelabuhannya di Laut Hitam.

  • Seorang pekerja tengah menumpuk karung besar berisi tepung terigu di pasar Jamila, Baghdad.+++ dpa-Bildfunk +++

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Harga Gandum Melonjak di Irak

    Seorang pekerja tengah menumpuk karung-karung tepung tergu di pasar Jamila, pasar grosir terpopuler di Baghdad. Harga gandum telah meroket di Irak sejak Rusia menginvasi Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang setidaknya 30% dari perdagangan gandum dunia. Irak tetap netral sejauh ini, tetapi poster-poster pro-Putin sekarang telah dilarang di negara itu.

  • Pengunjuk rasa yang menggunakan masker di jalannan di Lima, dengan gas air mata di udara. (Foto oleh ERNESTO BENAVIDES/AFP via Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Unjuk Rasa di Peru

    Para demonstran bentrok dengan polisi di ibukota Peru, Lima. Mereka memprotes kenaikan harga pangan, satu di antara rangkaian kenaikan harga. Krisis semakin diperburuk dengan adanya perang di Ukraina. Presiden Peru, Pedro Castillo memberlakukan jam malam dan keadaan darurat untuk sementara. Tapi jika peraturan tersebut dicabut, protes akan terus berlanjut.

  • Para pengunjuk rasa yang memprotes kenaikan harga pangan di Sri Lanka, 15 Maret 2022. (Credit Image: © Pradeep Dambarage/ZUMA Press Wire

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Keadaan Darurat di Sri Lanka

    Di Sri Lanka, warga turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Beberapa hari lalu, ada yang mencoba menyerbu kediaman pribadi Presiden Gotabaya Rajapaksa. Memuncaknya protes terhadap kenaikan biaya hidup, kekurangan bahan bakar, dan pemadaman listrik, mendorong presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, sekaligus meminta bantuan pengadaan sumber daya dari India dan Cina.

  • Seorang pengunjuk rasa di Glasgow memegang plakat bertuliskan Tidak seorang pun harus memilih antara pemanasan & makan. (Jeff J Mitchell/Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Warga Skotlandia Sudah Muak!

    Warga di Skotlandia juga memprotes kenaikan harga makanan dan energi. Di seluruh Inggris, serikat pekerja telah mengorganisir demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Brexit telah mengakibatkan kenaikan harga di banyak area kehidupan, dan perang di Ukraina makin memperburuk keadaan.

  • Tiga porsi ikan dan kentang goreng yang tersusun rapi di atas koran, secara berdampingan. (Foto oleh ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Harga Ikan Goreng di Inggris Melonjak

    Warga Inggris punya alasan untuk khawatir terkait hidangan nasional tercinta mereka “fish and chips”. Sekitar 380 juta porsi goreng ikan dan kentang dikonsumsi di Inggris setiap tahun. Tetapi sanksi keras saat ini, berarti harga ikan putih dari Rusia, minyak goreng dan energi, semuanya melonjak naik. Pada Februari 2022, tingkat inflasi Inggris mencapai 6,2%.

  • Tangan yang sedang mengemas tepung di Nigeria. (PIUS UTOMI EKPEI/AFP via Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Peluang Ekonomi bagi Nigeria?

    Seorang pedagang di Ibafo, Nigeria, tengah mengemas tepung untuk dijual kembali. Nigeria telah lama ingin mengurangi ketergantungannya pada makanan impor, dan membuat ekonominya lebih tangguh lagi. Orang terkaya di Nigeria Aliko Dangot, baru-baru ini membuka pabrik pupuk terbesar di negara itu, dan berharap memiliki banyak pembeli. Apakah itu sebuah peluang? (kp/as)


Penolakan resolusi dari sejumlah negara

Wakil Duta Besar Rusia Gennady Kuzmin menyebut hak veto tersebut sebagai “landasan arsitektur PBB” dan memperingatkan bahwa “tanpa itu Dewan Keamanan akan menjadi badan stempel karet, keputusan-keputusan yang meragukan yang dipaksakan oleh mayoritas nominal yang pelaksanaannya akan sulit bisa jadi.”

Penasihat Tiongkok Jiang Hua mengatakan resolusi yang memicu pertemuan Majelis Umum secara otomatis mengenai resolusi yang diveto “dalam praktiknya kemungkinan akan menyebabkan kebingungan dan inkonsistensi prosedural.”

India dan Brasil, yang telah mencari kursi permanen di Dewan Keamanan selama bertahun-tahun dan saat ini menjalani masa jabatan dua tahun di badan tersebut, keduanya mengeluh bahwa resolusi tersebut tidak membahas masalah sebenarnya dalam mereformasi dewan tersebut.

“Dewan perwakilan yang mencerminkan sistem internasional saat ini adalah pusat pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional dan masa depan organisasi ini,” kata Duta Besar Brasil Ronaldo Costa Filho.

Sementara Wakil Duta Besar India Ravindra Raguttahalli mengatakan bahwa “minoritas vokal penentang” yang mendukung status quo di Dewan Keamanan telah menyandera upaya reformasi. Dia mengatakan resolusi veto mengabaikan akar penyebab masalah merestrukturisasi dewan untuk mencerminkan “realitas geopolitik kontemporer.”

bh/ha (AP)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles