Putra Mahkota Saudi Dituntut di Jerman, RSF: Dunia Tak Mentolerir Kejahatan Kemanusiaan

by -5 views
putra-mahkota-saudi-dituntut-di-jerman,-rsf:-dunia-tak-mentolerir-kejahatan-kemanusiaan

Reporters Without Borders (RSF) mengajukan tuntutan di peradilan Jerman atas dugaan peran Mohammed bin Salman dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khasoggi. RSF juga mencatat penahanan sewenang-wenang terhadap 34 jurnalis.

Reporters Without Borders (RSF) pada Selasa (02/03) mengatakan telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman ke kantor kejaksaan umum federal Jerman. Pengaduan tersebut berkaitan atas dugaan perannya dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan penahanan terhadap awak media lainnya.

Tuntutan diajukan pada Senin (01/03) di salah satu pengadilan tinggi Jerman di Karlsruhe. RSF mengajukan tuntutan atas dugaan bin Salman yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, serta penahanan sewenang-wenang terhadap 34 jurnalis.

Sebanyak 33 jurnalis yang namanya terdaftar dalam dokumen setebal 500 halaman itu masih ditahan, termasuk blogger liberal Arab Saudi, Raif Badawi, yang membuat situs Free Saudi Liberals.

“Pembukaan resmi investigasi kriminal di Jerman atas kejahatan terhadap kemanusiaan di Arab Saudi akan menjadi yang pertama di dunia,” kata Direktur RSF Jerman Christian Mihr dalam sebuah pernyataan.

“Kami meminta Jaksa Penuntut Umum untuk membuka analisis situasi, dengan maksud untuk secara resmi meluncurkan penyelidikan penuntutan dan mengeluarkan surat perintah penangkapan.”

Pengajuan tuntutan menjerat beberapa nama pejabat Saudi

“Di Arab Saudi, jurnalis, yang merupakan penduduk sipil menurut hukum internasional, menjadi korban serangan yang meluas dan sistematis atas alasan politik sebagai kelanjutan dari kebijakan negara yang bertujuan untuk menghukum atau membungkam mereka,” kata RSF lewat sebuah pernyataan. “Lima tertuduh yang diidentifikasi dalam pengaduan itu bertanggung jawab penuh.”

Pengaduan tersebut mengidentifikasi empat tertuduh utama selain bin Salman, termasuk penasihat dekat putra mahkota Saud al-Qahtani dan tiga pejabat tinggi Saudi lainnya. 

  • Saudi-Arabien Prinz Al-Walid bin Talal (picture-alliance/dpa/H. Ammar)

    Mereka yang ditahan dan tersingkir

    Pangeran Al-Waleed bin Talal

    Sang pangeran dikenal sebagai seorang miliuner dan pemilik perusahaan investasi raksasa Kingdom Holding. Keluarga kerajaan yang dikenal lantang bersuara ini, diketahui memiliki saham di perusahaan raksasa dunia seperti Twitter, Apple dan Citigroup. Pria yang aktif mengadvokasi hak perempuan ini dituding melakukan praktik pencucian uang dan penyuapan serta memeras pejabat.

  • Prinz Miteb bin Abdullah (Reuters/P. Wojazer)

    Mereka yang ditahan dan tersingkir

    Pangeran Miteb bin Abdullah

    Ada dua putra mendiang Raja Abdullah yang ditahan. Putra pertama adalah Pangeran Miteb, yang dulunya dianggap berpotensi menduduki tahta Putra Mahkota. Sebelum ditahan, ia terlebih dahulu dilengserkan dari posisinya sebagai menteri garda nasional. Ia dituding melakukan penggelapan dan memberi kontrak ke perusahaannya untuk proyek walkie talkie & perlengkapan militer bernilai miliaran Riyal Saudi.

  • Saudi-Arabien Riad König Philippe Belgien Turki bin Abdullah al-Saud (R) (Ausschnitt) (picture-alliance/dpa/SPA)

    Mereka yang ditahan dan tersingkir

    Pangeran Turki bin Abdullah

    Putra mendiang Raja Abdullah lainnya yang ditahan adalah Pangeran Turki. Mantan gubernur Riyadh ini ditahan karena diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek Metro Riyadh dan memanfaatkan pengaruhnya untuk mendapatkan kontrak proyek yang diberikan ke perusahaannya sendiri.

  • Saudi-Arabien Symbolbild Unterhaltung (Getty Images/AFP/A. Hilabi)

    Mereka yang ditahan dan tersingkir

    Pangeran lainnya…

    Ada dua nama pangeran yang terungkap turut ditahan yakni Pangeran Fahad bin Abdullah bin Mohammad al-Saud, mantan wakil menteri pertahanan dan Pangeran Turki bin Nasser, mantan kepala pusat Meteorologi dan Lingkungan Hidup. Belum diketahui pada kasus korupsi apa keduanya diduga terlibat.

  • Saudi-Arabien Geschäftsmann Waleed Al Ibrahim (picture-alliance/abaca/Balkis Press)

    Mereka yang ditahan dan tersingkir

    Alwalid al-Ibrahim

    Pengusaha Saudi ini dikenal memiliki koneksi dekat dengan keluarga kerajaan. Ia memimpin grup Middle Eastern Broadcasting Company (MBC), perusahaan media swasta terbesar di Timur Tengah dan Afrika Utara. Setelah beroperasi 26 tahun, MBC kini memiliki 18 saluran televisi. Sosoknya kerap masuk daftar 50 pengusaha berpengaruh versi Arabian Business. Penyebab pengusaha ini ditahan belum diketahui.

  • Saudi Arabien Ibrahim Al-Assaf (Getty Images/AFP/F. Nureldine)

    Mereka yang ditahan dan tersingkir

    Ibrahim Al-Assaf

    Ibrahim al-Assaf, dulunya adalah mantan menteri keuangan dan anggota komisaris perusahaan minyak nasional, Aramco. Al-Assaf ditahan atas tuduhan melakukan penggelapan dana dalam proyek perluasan Masjidil Haram. Selain itu, ia juga diduga memanfaatkan jabatannya untuk meraih informasi internal dalam upaya membeli sejumlah tanah.

  • Saudi-Arabien Wirtschaftsminister Adel Fakih (picture-alliance/dpa/M. Kappeler)

    Mereka yang ditahan dan tersingkir

    Adel al-Fakieh

    Sejak April 2007, ia menjabat sebagai menteri keuangan hingga akhirnya dicopot dari posisinya bersamaan waktunya dengan penggulingan Pangeran Miteb bin Abdullah dari posisi menteri garda nasional. Ia pernah memainkan peran penting dalam menyusun reformasi yang disiapkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Tidak diketahui alasan pasti penangkapannya. ts/rzn (ap, reuters, bbc)


RSF: tuntutan diajukan untuk ‘mengirim sinyal yang jelas‘

Direktur kampanye internasional RSF Rebecca Vincent mengatakan saat ini ada “impunitas total” untuk kejahatan terhadap jurnalis, dan pengaduan tersebut bertujuan untuk membangun akuntabilitas.

“Jika berhasil, kami yakin ini bisa menjadi pengubah keadaan,” kata Vincent kepada DW.

“Tuntutan ini akan mengirimkan sinyal yang jelas kepada orang-orang di Arab Saudi dan … di bagian lain dunia yang telah melakukan kejahatan serupa terhadap jurnalis, bahwa dunia tidak akan mentolerir ini, bahkan jika mereka menghindari keadilan di negara mereka sendiri, akan ada cara lain untuk mencapai akuntabilitas,‘‘ tambahnya.

RSF mengutip Kode Kejahatan terhadap Hukum Internasional (VStGB), di mana organisasi tersebut mengatakan bahwa jurnalis adalah korban dari berbagai tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan, “termasuk pembunuhan yang disengaja, penyiksaan, kekerasan dan pemaksaan seksual, penghilangan paksa, perampasan ilegal kebebasan fisik, dan penganiayaan. “

“35 kasus yang dirinci dalam pengaduan tersebut mengungkapkan sebuah sistem yang mengancam kehidupan dan kebebasan jurnalis mana pun di Arab Saudi – khususnya mereka yang berbicara secara terbuka menentang pemerintah Saudi,” kata RSF.

Peradilan Jerman adalah pilihan yang ‘ideal’

Pengaduan dari RSF muncul seminggu setelah pengadilan Jerman menjatuhkan hukuman penjara terhadap mantan agen dinas rahasia Suriah. Vonis itu menandai pertama kalinya pengadilan di luar Suriah memutuskan perkara terkait penyiksaan yang didukung negara oleh rezim Presiden Suriah Bashar Assad. 

Pengadilan Jerman memvonis bersalah mantan anggota dinas rahasia Suriah atas kasus kejahatan terhadap kemanusiaan

Pengadilan di Koblenz, Jerman, mencatat sejarah usai memvonis penjara mantan anggota dinas rahasia Suriah atas kasus kejahatan terhadap kemanusiaan.

Agen dinas rahasia Suriah, Eyad A., dijatuhi hukuman empat setengah tahun penjara atas tuduhan membantu dan mendukung kejahatan terhadap kemanusiaan. Dia ditangkap pada tahun 2019 di Jerman. Dalam menangani kasus ini, jaksa Jerman menggunakan prinsip yurisdiksi universal dalam hukum internasional, yang memungkinkan kejahatan perang yang dilakukan oleh orang asing dituntut di negara lain.

RSF memutuskan untuk mengajukan pengaduan ke pengadilan Jerman, karena organisasi advokasi menetapkan bahwa undang-undang Jerman memberi mereka yurisdiksi terbanyak atas kejahatan yang dilakukan di luar negeri.

“Pengadilan Jerman telah menunjukkan kesiapan dan kesediaan untuk menuntut pelaku kejahatan internasional,” kata pernyataan RSF. Selain itu, pejabat Jerman menyatakan kepedulian mereka terhadap kasus Khashoggi dan Badawi, bersama dengan kasus lain yang melibatkan kebebasan pers.

Khashoggi, jurnalis The Washington Post sekaligus kritikus ternama bin Salman, dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. Putra Mahkota Arab Mohammed bin Salman dilaporkan oleh badan intelijen Amerika Serikat terlibat dalam pembunuhan itu.

pkp/gtp

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *