Putin: Menyingkirkan Minyak Rusia sama dengan Bunuh Diri Ekonomi | DW | 18.05.2022

by -3 views
putin:-menyingkirkan-minyak-rusia-sama-dengan-bunuh-diri-ekonomi-|-dw-|-1805.2022

Pelarangan impor minyak tidak mungkin dilakukan oleh beberapa negara Eropa yang bergantung pada Rusia, kata Presiden Vladimir Putin, setelah Uni Eropa gagal mencapai konsensus untuk memberlakukan tindakan tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa (17/05) mengatakan, negara-negara Eropa tidak akan dapat memberlakukan larangan impor minyak Rusia.

Pernyataan itu muncul ketika Uni Eropa pada pekan ini gagal untuk menegosiasikan usulan embargo terhadap minyak Rusia setelah sekelompok kecil negara anggota terus menentang rencana tersebut. Embargo yang diusulkan merupakan bagian dari tindakan yang lebih luas oleh Barat terhadap Moskow atas invasinya ke Kyiv.

“Jelas, beberapa negara Uni Eropa, yang keseimbangan energinya berbagi peranan yang cukup tinggi dengan hidrokarbon Rusia, tidak akan dapat melakukan ini untuk waktu yang lama, untuk menyingkirkan minyak kita,” kata Putin dalam pidatonya yang disiarkan televisi.

Putin mengatakan, Eropa akan melihat harga energi dan inflasi yang lebih tinggi sebagai akibat dari usulan embargo minyak Rusia.

“Tentu saja, bunuh diri ekonomi seperti itu adalah urusan domestik negara-negara Eropa,” katanya.

Amerika Serikat dan Inggris telah memberlakukan embargo minyak, meski diketahui kedua negara tersebut adalah pengekspor minyak bersih, sehingga langkah ini lebih mudah diambil.

Putin mengakui bahwa pasar minyak Rusia telah dilanda “perubahan tektonik” di tengah sanksi akibat invasi ke Ukraina, dia menambahkan bahwa Moskow akan membantu produsen minyak dalam negeri, termasuk memfasilitasi akses ke pinjaman dan asuransi.

  • Seorang pelanggan menggunakan lembaran uang lima euro untuk membayar di kios buah dan sayuran. picture-alliance/dpa

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Belanja Semakin Mahal di Jerman

    Konsumen di Jerman merasakan kenaikan biaya hidup. Konsekuensi dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mulai terasa. Pada bulan Maret, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak 1981. Pemerintah Jerman ingin segera mengembargo batubara Rusia, tetapi masih memperdebatkan pelarangan impor gas dan minyak dari Rusia.

  • Mobil terjebak dalam antrean hingga ke bagian luar SPBU di Nairobi. (Foto SIMON MAINA/AFP via Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Antrian Mengisi Bahan Bakar di Kenya

    Antrian panjang mobil di SPBU Nairobi. Di Kenya, warga juga merasakan dampak perang di Ukraina. Bahan bakar kian mahal, dan pasokannya terbatas, belum lagi krisis pangan. Duta Besar Kenya untuk PBB Martin Kimani dalam sidang Dewan Keamanan menyatakan keprihatinannya, dan membandingkan situasi di Ukraina timur dengan perubahan yang terjadi di Afrika setelah berakhirnya era kolonial.

  • Dua tukang roti di Istanbul, dan roti-roti di latar depan. (Foto Burak Kara/Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Siapa Amankan Suplai Gandum ke Turki?

    Rusia adalah produsen gandum terbesar di dunia. Karena larangan ekspor dari Rusia, harga roti sekarang naik di banyak tempat, termasuk di Turki. Sanksi internasional telah mengganggu rantai pasokan. Ukraina juga merupakan salah satu dari lima pengekspor gandum terbesar di dunia, tetapi perang dengan Rusia membuat mereka tidak dapat mengirimkan barang dari pelabuhannya di Laut Hitam.

  • Seorang pekerja tengah menumpuk karung besar berisi tepung terigu di pasar Jamila, Baghdad.+++ dpa-Bildfunk +++

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Harga Gandum Melonjak di Irak

    Seorang pekerja tengah menumpuk karung-karung tepung tergu di pasar Jamila, pasar grosir terpopuler di Baghdad. Harga gandum telah meroket di Irak sejak Rusia menginvasi Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang setidaknya 30% dari perdagangan gandum dunia. Irak tetap netral sejauh ini, tetapi poster-poster pro-Putin sekarang telah dilarang di negara itu.

  • Pengunjuk rasa yang menggunakan masker di jalannan di Lima, dengan gas air mata di udara. (Foto oleh ERNESTO BENAVIDES/AFP via Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Unjuk Rasa di Peru

    Para demonstran bentrok dengan polisi di ibukota Peru, Lima. Mereka memprotes kenaikan harga pangan, satu di antara rangkaian kenaikan harga. Krisis semakin diperburuk dengan adanya perang di Ukraina. Presiden Peru, Pedro Castillo memberlakukan jam malam dan keadaan darurat untuk sementara. Tapi jika peraturan tersebut dicabut, protes akan terus berlanjut.

  • Para pengunjuk rasa yang memprotes kenaikan harga pangan di Sri Lanka, 15 Maret 2022. (Credit Image: © Pradeep Dambarage/ZUMA Press Wire

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Keadaan Darurat di Sri Lanka

    Di Sri Lanka, warga turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Beberapa hari lalu, ada yang mencoba menyerbu kediaman pribadi Presiden Gotabaya Rajapaksa. Memuncaknya protes terhadap kenaikan biaya hidup, kekurangan bahan bakar, dan pemadaman listrik, mendorong presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, sekaligus meminta bantuan pengadaan sumber daya dari India dan Cina.

  • Seorang pengunjuk rasa di Glasgow memegang plakat bertuliskan Tidak seorang pun harus memilih antara pemanasan & makan. (Jeff J Mitchell/Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Warga Skotlandia Sudah Muak!

    Warga di Skotlandia juga memprotes kenaikan harga makanan dan energi. Di seluruh Inggris, serikat pekerja telah mengorganisir demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Brexit telah mengakibatkan kenaikan harga di banyak area kehidupan, dan perang di Ukraina makin memperburuk keadaan.

  • Tiga porsi ikan dan kentang goreng yang tersusun rapi di atas koran, secara berdampingan. (Foto oleh ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Harga Ikan Goreng di Inggris Melonjak

    Warga Inggris punya alasan untuk khawatir terkait hidangan nasional tercinta mereka “fish and chips”. Sekitar 380 juta porsi goreng ikan dan kentang dikonsumsi di Inggris setiap tahun. Tetapi sanksi keras saat ini, berarti harga ikan putih dari Rusia, minyak goreng dan energi, semuanya melonjak naik. Pada Februari 2022, tingkat inflasi Inggris mencapai 6,2%.

  • Tangan yang sedang mengemas tepung di Nigeria. (PIUS UTOMI EKPEI/AFP via Getty Images)

    Bagaimana Perang Putin Mempengaruhi Ekonomi Dunia

    Peluang Ekonomi bagi Nigeria?

    Seorang pedagang di Ibafo, Nigeria, tengah mengemas tepung untuk dijual kembali. Nigeria telah lama ingin mengurangi ketergantungannya pada makanan impor, dan membuat ekonominya lebih tangguh lagi. Orang terkaya di Nigeria Aliko Dangot, baru-baru ini membuka pabrik pupuk terbesar di negara itu, dan berharap memiliki banyak pembeli. Apakah itu sebuah peluang? (kp/as)


Mengapa Uni Eropa tidak memberlakukan embargo minyak?

Pada hari Senin (16/05), menteri luar negeri dari 27 anggota serikat berkumpul untuk membahas larangan impor minyak Rusia untuk dimasukkan sebagai bagian dari sanksi keenam terhadap Moskow.

Anggota UE harus mencapai konsensus untuk menerapkan sanksi, tetapi sekelompok negara – yang dipimpin oleh Hungaria – menentang tindakan tersebut.

Uni Eropa telah menawarkan Hungaria, Republik Ceko, dan Slovakia lebih banyak waktu untuk perlahan lepas dari ketergantungan mereka pada minyak Rusia. Namun, Budapest belum setuju, dengan pemerintahnya mengatakan €800 juta (Rp12,17 triliun) dana Uni Eropa diperlukan untuk melengkapi kembali fasilitas kilang dan meningkatkan kapasitas pipa ke Kroasia.

Hungaria juga berusaha agar tidak disertakan dari embargo yang diusulkan, setidaknya selama empat tahun.

Di mana posisi Jerman?

Berlin awalnya menentang embargo minyak dengan alasan ketergantungannya yang besar pada energi Rusia. Namun, belum lama ini Jerman mengubah pendiriannya, dengan mengatakan akan setuju jika sekutu Barat melakukannya dan mencoba membantu untuk mengaktifkannya.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock, Selasa (17/05), memperingatkan terkait perpecahan di antara negara-negara Uni Eropa.

“Kesatuan kami sebagai UE telah menjadi kekuatan kami sejauh ini,” katanya, dengan banyak pengamat terkejut dengan kemudahan yang diberikan oleh 27 anggota UE untuk mendukung beberapa sanksi ekonomi paling keras yang pernah diberikan dalam ekonomi modern.

Namun, Baerbock juga menyatakan pemahamannya untuk beberapa negara anggota UE yang memiliki masalah dalam melepaskan diri dari ketergantungan terhadap energi Rusia, dengan mengatakan bahwa semua sudut pandang yang berbeda harus direkonsiliasi.

“Tidak ada jalan keluar di mana ‘satu solusi cocok untuk semua’,” katanya.

yas/ha (AFP, Reuters)

More

Leave a Reply

Your email address will not be published.