Pro dan Kontra Face Oil, Baca Sebelum Putuskan Beli

by -1 views
pro-dan-kontra-face-oil,-baca-sebelum-putuskan-beli

Oleh Dwi Ayu Silawati

24 Agustus 2021

unsplash.com

Dibalik khasiatnya yang kaya, face oil ternyata sering dihindari para pemilik kulit sensitif, berminyak, dan acne-prone. Namun, apakah face oil memang semengerikan hingga dihindari? 

Coba simak ulasan lengkap tentang pro kontra face oil di bawah ini, deh. Siapa tahu tercerahkan. 

1. Fungsi face oil

unsplash.com

Sebenarnya kulit manusia normalnya memiliki kemampuan menghasilkan minyak atau sebum guna menghidrasi kulit dan membersihkan racun. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan tersebut bisa saja berkurang dan kulit jadi rawan kering. 

Untuk itulah, face oil diciptakan guna membantu mengembalikan kelembapan kulit dan melindungi sel dari kerusakan. Meski tujuannya baik, jika sebum tersebut berlebih, ia bisa membuat bakteri penyebab jerawat mudah menempel di kulit.  

Face oil lebih disarankan untuk orang yang tinggal di wilayah dengan tingkat kelembapan rendah. Dengan begitu sebenarnya Indonesia tidak termasuk, tetapi kamu tetap boleh memasukkannya dalam rezim skincare, kok. 

2. Face oil untuk kulit berminyak dan acne prone

unsplash.com

Alasan tersebut adalah jawaban mengapa banyak orang dengan kondisi kulit berminyak memilih untuk menghindari face oil. Namun, sebenarnya ada beberapa minyak wajah yang masih diperbolehkan untuk tipe kulit ini, antara lain

Jojoba disarankan karena ia bisa membantu mengontrol produksi sebum di kulit sehingga tidak berlebih dan menumpuk bakteri di wajah 

Grape seed juga punya fungsi yang kurang lebih sama dengan jojoba. Ditambah dengan kandungan anti inflamasi dan vitamin C-nya, grape seed memang pilihan yang lebih komplit 

Cengkeh memiliki agen antibakteri yang cocok untuk kulit acne prone 

Tea tree sudah lama dikenal sebagai agen anti mikroba dan jamur terbaik. Ia cocok untuk kamu yang memiliki kulit berminyak dan masalah beruntusan. Jika hendak menggunakan minyak wajah tea tree, gabung dengan bahan yang melembabkan seperti sandalwood atau lavender. 

Untuk tipe kulit ini pilihlah minyak yang bersifat plant-based dan hindarilah yang bersifat sintetik seperti mineral oil.  

3. Face oil untuk kulit kering dan kombinasi

unsplash.com

Untuk kulit kering dan kombinasi pun kamu tidak bisa sembarangan pilih face oil. Berikut beberapa yang disarankan. 

Alpukat dan argan kaya akan vitamin E dan sterolin yang bisa melembutkan wajah dan menyelamatkannya dari dehidrasi. Keduanya juga mengandung asam lemak yang bisa menyalurkan nutrisi ke jaringan kulit terdalam. 

Mawar bisa jadi alternatif karena kaya vitamin A dan kandungan anti penuaan. 

Kelapa, almond, dan shea butter bisa dipilih jika kamu memiliki masalah kulit kering dan terasa tertarik. 

4. Cara mengaplikasikan face oil

unsplash.com

Banyak yang memperdebatkan urutan penggunaan face oil, sebelum atau sesudah pelembap sih sebenarnya? Gunakan rumus ini saja deh biar tak bingung. 

Urutan mengaplikasikan skincare di wajah harus dimulai dari yang bahannya paling ringan ke yang berat. Ringan di sini adalah skincare yang bahan dasarnya air atau water-based dan berat adalah yang berbahan minyak atau oil-based. 

Dalam hal ini pelembap biasanya merupakan kombinasi air dan minyak sehingga disarankan untuk diaplikasikan dulu sebelum face oil yang bahan dasarnya murni minyak. Namun, ini berlaku untuk pemilik kulit kering dan kombinasi. Untuk tipe kulit berminyak dan acne prone, kamu sebenarnya disarankan memilih salah satu antara pelembap atau face oil saja. Tak perlu keduanya.

Saat mengaplikasikan face oil pun kamu dianjurkan untuk menepuk-nepuknya ke wajah, bukan mengoles dan memijatnya. 

Itu tadi beberapa poin penting tentang face oil yang wajib kamu tahu sebelum memutuskan membelinya. Silakan dipikirkan masak-masak dulu, ya. 

Leave your vote

754 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *