Presiden Israel Tunjuk PM Benjamin Netanyahu untuk Membentuk Pemerintahan

by -8 views
presiden-israel-tunjuk-pm-benjamin-netanyahu-untuk-membentuk-pemerintahan

Meski memberi mandat kepada PM Benjamin Netanyahu untuk membentuk pemerintahan baru, presiden Israel mengatakan “tidak ada kandidat yang memiliki peluang realistis” setelah berlangsungnya pemilu “yang tidak meyakinkan”.

Presiden Israel Reuven Rivlin pada hari Selasa (06/04) mengatakan tidak ada pemimpin partai yang memiliki cukup dukungan untuk membentuk koalisi mayoritas. Hal tersebut mendorong Rivlin untuk mencalonkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membentuk pemerintahan.

Netanyahu memegang dukungan terbanyak dengan 52 kursi dari total 120 kursi di Knesset (parlemen Israel). Jumlah yang masih belum memenuhi purpose mayoritas tipis 61 kursi parlemen.

“Saya telah mengambil keputusan berdasarkan jumlah rekomendasi (dari anggota parlemen), yang menunjukkan bahwa Benjamin Netanyahu memiliki peluang yang sedikit lebih tinggi untuk membentuk pemerintahan. Saya telah memutuskan untuk mempercayakan Netanyahu untuk melakukannya”, kata Presiden Reuven Rivlin menambahkan.

“Tidak ada calon yang memiliki peluang realistis untuk membentuk pemerintahan yang akan mendapat kepercayaan dari Knesset,” kata Rivlin.

“Saya tahu posisi yang dipegang oleh banyak orang, bahwa presiden seharusnya tidak memberikan peran kepada kandidat yang menghadapi tuntutan pidana,” kata Rivlin, mengisyaratkan posisi Netanyahu yang kini tengah menjalani proses peradilan dugaan kasus korupsi.

  • USA UN Generalversammlung New York Benjamin Netanjahu (picture-alliance/dpa/J. Lane)

    Tiga Skandal Mengancam Nasib Netanyahu

    Tiga Menohok Netanyahu

    Sejumlah skandal pernah menerpa orang nomor satu di Israel ini. Tapi karir politik Benjamin Netanyahu tidak pernah menyurut. Terutama ketika kelompok oposisi melemah dan Donald Trump menduduki Gedung Putih, Sang Perdana Menteri sepantasnya merasa tak tersentuh. Namun tiga kasus dugaan korupsi kini mengancam menamatkan karirnya.

  • Israel Benjamin Netanjahu und Ehefrau Sara Netanjahu (picture-alliance/dpa/A. Sultan)

    Tiga Skandal Mengancam Nasib Netanyahu

    Perhiasan buat Sara

    Skandal pertama yang membelit Netanyahu melibatkan hadiah bernilai tinggi yang ia dapat dari Arnon Milchan, taipan Yahudi yang memiliki bisnis hiburan di Amerika Serikat. Polisi meyakini Milchan memberikan beragam hadiah bernilai hingga 180.000 Buck AS, termasuk di antaranya cerutu, champagne dan perhiasan buat sang Isteri, Sara.

  • Arnon Milchan Regisseur Filmproduzent (Ben Horton/Getty Images for Magnolia Pictures)

    Tiga Skandal Mengancam Nasib Netanyahu

    Kepentingan Bisnis Konglomerat Hiburan

    Dugaan korupsi dilayangkan karena Milchan pada saat itu memiliki stasiun televisi Israel Channel 10 yang membutuhkan bantuan dana dari pemerintah untuk bertahan hidup. Polisi sedang menyidik apakah kepentingan bisnis Milchan berkaitan dengan pemberian hadiah bernilai mahal tersebut.

  • Israel 50. Jahrestag der Eroberung Ost-Jerusalems (Reuters/G. Tibbon)

    Tiga Skandal Mengancam Nasib Netanyahu

    Bola Panas Mozes

    Skandal kedua melibatkan konglomerat lain, Arnon Mozes, pemilik koran beroplah terbesar kedua di Israel, Yedioth Achronoth. Meski awalnya bermusuhan secara politis, Netanyahu kemudian bersedia membantu Mozes menggembosi oplah Israel At the moment time yang merupakan pesaing terbesar Yedioth Achronoth. Sebagai imbalannya Mozes menjanjikan dukungan lewat harian miliknya tersebut.

  • USA Whashington DC Miriam Ochsorn (M) und Sheldon Gary Adelson, Besitzer der Las Vegas Sands-Gruppe (Getty Images/W. McNamee)

    Tiga Skandal Mengancam Nasib Netanyahu

    Pengkhianatan Teman Lama

    Rekaman percakapan antara Mozes dan Netanyahu jatuh ke tangan kepolisian secara tidak sengaja, ketika penyidik sedang menginvestigasi kasus lain. Kebocoran itu menjadi petaka buat Netanyahu karena Sheldon Adelson, pemilik harian Israel At the moment time, banyak membiayai kampanye Netanyahu sebelum menjadi perdana menteri. Sheldon lantas terang-terangan mengaku “kecewa” terhadap bekas anak didiknya itu.

  • Deutschland Israel U-Boot Lieferung (picture alliance/Photoshot/Pool/A. Cohen)

    Tiga Skandal Mengancam Nasib Netanyahu

    Kapal Selam Datangkan Petaka

    Adapaun skandal terakhir yang menerpa Netanyahu dipicu oleh perjanjian pembelian kapal selam dari Jerman senilai dua miliar Buck AS. Tersangka utama kasus korupsi dalam pembelian kapal selam itu adalah David Shimron, kuasa hukum dan keponakan Netanyahu. Ia ditangkap polisi bersama Mickey Ganor yang melobi pemerintah Israel untuk membeli produk ThyssenKrupp.

  • Deutschland Israel U-Boot Dolphin Submarine (Getty Images/AFP/J. Guez)

    Tiga Skandal Mengancam Nasib Netanyahu

    Space Tersangka dari Kepolisian

    Kasus terakhir tergolong pelik karena bekas kepala staf Netanyahu, Ari Harow, telah sepakat untuk menjadi saksi kunci dalam kasus tersebut. Bersamaan dengan itu polisi mengumumkan bahwa Netanyahu secara resmi menjadi tersangka dalam setidaknya dua kasus “penipuan dan korupsi.”

  • Israel Wahlen 2015 Likud-Wahlplakate in Tel Aviv (DW/T. Kraemer)

    Tiga Skandal Mengancam Nasib Netanyahu

    Tak Surutkan Dukungan Politik

    Skandal seputar Netanyahu akhirnya membuat Partai Likud ketar ketir. Petinggi partai berulangkali terlibat adu mulut antara satu sama lain di depan publik mengenai masa depan sang Perdana Menteri. Namun hingga kini Likud belum mengubah sikap terkait Netanyahu. “Perdana menteri tidak perlu mengundurkan diri. Dia cuma harus membuktikan diri tak bersalah,” kata Ketua Dewan Koalisi Likud, David Bitan.


Sesuai peraturan undang-undang

Penunjukkan tersebut memberi kesempatan baru bagi Netanyahu untuk mencoba menyelamatkan kariernya.

Netanyahu memiliki waktu 28 hari untuk membentuk pemerintahan baru, dengan kemungkinan perpanjangan waktu selama dua minggu sebelum Presiden Rivlin memilih kandidat lain.

Berdasarkan hasil konsultasi Rivlin dengan partai politik pada hari Senin (05/04) kemarin terkait pemberian mandat pembentukan koalisi, Netanyahu menerima lebih banyak dukungan dibandingkan dengan para penantangnya.

Dalam sambutan yang disiarkan televisi, Rivlin mengatakan bahwa di bawah hukum Israel, Netanyahu sebagai perdana menteri saat ini tidak didiskualifikasi dari penugasan meskipun dia didakwa atas tuduhan korupsi.

Meski skeptis, Rivlin menyadari bahwa dia terikat secara hukum untuk mencalonkan seseorang untuk membentuk pemerintahan baru.

Pemilu Israel yang berlangsung pada 23 Maret lalu berakhir dengan baik, sayap kanan dan blok agama yang dipimpin Netanyahu merebut  kursi terbanyak di parlemen.

Keputusan Rivlin tuai kontroversi

“Presiden memenuhi tugasnya dan dia tidak punya pilihan, tetapi memberikan mandat kepada Netanyahu adalah noda yang memalukan bagi Israel,” kata saingan terkuat Netanyahu, politisi sentris Yair Lapid.

Netanyahu telah mencoba untuk memecahkan kebuntuan dengan mendesak dua saingan sayap kanan – mantan Kepala Pertahanan Naftali Bennett dan politisi veteran Gideon Saar – untuk bergabung dengannya dalam pemerintahan konservatif.

Bennett, yang mengepalai Partai Yamina memilih tidak berkomitmen. Sementara Saar, pemimpin faksi Contemporary Horizon, secara terbuka mengesampingkan tugasnya di bawah Netanyahu dengan mengatakan perubahan dalam kepemimpinan nasional sangat penting.

Lapid, yang memimpin partai Yesh Atid, mengatakan pada hari Senin (05/04) bahwa dia telah mengusulkan kesepakatan koalisi ke Bennett. Di bawah pengaturan tersebut, Bennett akan menjabat sebagai perdana menteri.

Bennett tidak segera menanggapi tawaran Lapid. Pengamat politik mengatakan kesepakatan semacam itu mungkin juga membuka jalan bagi Saar untuk bergabung dengan Lapid, dengan prospek Bennett yang merupakan seorang rekan konservatif berada di pucuk pimpinan.

ha/as (Reuters, AFP)

Leave your vote

333 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *