28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 24, 2022

Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu

BincangSyariah.Com– Sahabat Bincang Syariah, kali...

Tata Cara Tahallul: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

BincangSyariah.Com– Tahallul secara bahasa artinya adalah...

Berikut Tata Cara Shalat Tasbih

BincangSyariah.Com–  Sahabat Bincang Syariah yang...

Potret Kuburan Massal dan Kehancuran di Bucha dan Hostomel | DW | 14.04.2022

WorldPotret Kuburan Massal dan Kehancuran di Bucha dan Hostomel | DW | 14.04.2022

Setelah pasukan Rusia ditarik, di pinggiran kota Kyiv, ranjau dibersihkan dan mayat warga sipil digali dari kuburan massal untuk proses identifikasi. Reporter DW Alexander Savitsky melaporkan dari Hostomel dan Bucha.

Hostomel adalah salah satu dari sejumlah pinggiran kota yang menyenangkan di tepi barat laut Kyiv. Namun, sekarang setelah penarikan pasukan Rusia, jalanan terpantau kosong dipenuhi dengan tiang listrik yang ambruk dan pagar yang hancur. Banyak bangunan yang merupakan blok apartemen lima lantai kini mayoritas tidak lagi memiliki atap.

Selama sekelompok jurnalis berada di Hostomel, satu-satunya orang yang kami lihat adalah satu pria dan satu perempuan, setengah baya, yang menoleh ke arah bus pers dengan harapan di mata mereka. 

Antonov Airlines, sebuah mimpi yang hancur

Bandara Hostomel yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kyiv adalah pusat di mana Antonov Airlines berada. Dikenal dengan pesawat kargonya, yang termasuk pesawat terbesar di dunia: Antonov An-225 “Mriya” memiliki arti “Mimpi.” Jalan menuju bandara telah rusak parah oleh serangan tembakan pasukan Rusia. Terdapat banyak peralatan militer Rusia yang hangus berserakan di bandara.

Rumah-rumah hancur di Hostomel

Hostomel mengalami kehancuran yang signifikan

Yang tersisa dari satu-satunya An-225 “Mriya” adalah bagian hidung dan sayapnya, serta enam mesin. Bagian dalam pesawat besar yang terbakar itu terlihat melalui lubang menganga di tengahnya. Para jurnalis diperbolehkan untuk mengambil foto pemandangan yang luar biasa ini, tetapi tidak boleh terlalu dekat dengan puing-puingnya, karena bandara masih dipenuhi dengan peluru senapan mesin berat dan persenjataan yang belum meledak.

“Para ahli hanya akan dapat memeriksa pesawat dan menentukan penyebab kebakaran setelah area tersebut dibersihkan,” kata Menteri Dalam Negeri Ukraina, Denys Monastyrskiy, yang menemani kunjungan para jurnalis.

Seorang prajurit Ukraina berjalan melewati pesawat Antonov An-225 yang terbakar

Setelah pertempuran sengit di bandara Hostomel, pasukan Ukraina berhasil merebutnya kembali

Hostomel: Dipertahankan, tetapi ditinggalkan

Monastyrskiy mengatakan penjajah Rusia menduduki bandara pada hari pertama serangan di Kyiv, 24 Februari 2022. Belasan helikopter tempur Rusia terbang sangat rendah di atas reservoir Kyiv, sehingga tidak terlihat oleh radar. Sebanyak 500 penerjun payung Rusia pertama kemudian mendarat di Hostomel.

“Pasukan Ukraina berhasil menembak jatuh enam helikopter musuh dalam pertempuran yang sangat brutal,” kata Monastyrskiy, seraya menambahkan bahwa ratusan pasukan terjun payung tewas. Militer Ukraina menggunakan peluncur roket yang mampu memusnahkan salah satu unit elit pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov dengan semua peralatannya.

Monastyrskiy mengatakan Rusia kemudian mengirim bala bantuan besar-besaran sehingga mereka dapat merebut bandara dan kota. Tujuannya, kata menteri, adalah agar Hostomel berfungsi sebagai tempat pendaratan pasukan Rusia yang akan menaklukkan dan menduduki Kyiv. Namun, Ukraina telah meledakkan landasan pacu sehingga akhirnya dapat memaksa pasukan Rusia untuk mundur.

“Namun, Kyiv tidak keluar dari bahaya,” kata Monastyrskiy. “Kami sedang mempersiapkan kemungkinan serangan baru.”

Sebuah mobil di Bucha yang penuh dengan lubang peluru

Banyak warga sipil ditembak mati dengan senapan sniper atau tembakan senapan mesin

Korban di kuburan massal yang harus diidentifikasi

Hostomel dan Bucha berbatasan langsung, hanya taman kota yang menandai batas administratif antara keduanya. Namun, perbedaannya sekarang sangat mencengangkan. Hanya satu minggu setelah Bucha dibebaskan dari invasi Rusia, ada kehidupan di kota itu lagi. Namun, di sini juga, gedung-gedung rusak, supermarket hancur, dan penghalang jalan adalah pengingat akan pertempuran baru-baru ini.

Sementara itu, banyaknya mayat yang bergelimpangan di jalanan Bucha masih segar dalam ingatan, tidak hanya bagi penduduk kota, tetapi juga bagi orang-orang di seluruh dunia.

Penggalian mayat warga sipil yang tewas selama serangan Rusia

Mayat warga sipil digali dari kuburan massal untuk menjalani proses identifikasi

Andriy Nebytov dari Kepolisian Nasional, wilayah Kyiv, mengatakan kepada wartawan bahwa sejauh ini 40 orang telah ditemukan di sebuah kuburan massal di samping gereja. Seorang pegawai kotamadya mendapat izin dari pasukan Rusia untuk mengumpulkan mayat-mayat dari jalanan kota.

“Kami sekarang menyerahkan mayat-mayat itu kepada ahli forensik,” kata Nebytov. “Banyak yang mengalami luka tembak di kepala atau di tubuh mereka. Kita dapat mengatakan bahwa mereka menjadi sasaran dan ditembak dengan senapan mesin atau senapan sniper.”

Kepolisian mengatakan, kecuali dua personel militer, yang tewas adalah warga sipil laki-laki dan perempuan dengan usia yang berbeda.

“Selain 40 mayat ini, lebih dari 400 jenazah dari seluruh wilayah Kyiv telah dibawa ke lembaga forensik,” kata Nebytov. “Lebih dari 360 di antaranya berasal dari Bucha, Hostomel, dan Irpin.”

  • Warga sipil yang terperangkap di Mariupol dievakuasi secara bertahap di bawah kendali separatis pro-Rusia pada 20 Maret 2022

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Eksodus dari Mariupol

    Selama seminggu terakhir, puluhan ribu orang setiap harinya melarikan diri dari kota Mariupol yang hancur akibat serangan Rusia. Sejak awal perang, kota pelabuhan penting di selatan Ukraina itu telah menghadapi pemboman berat dan serangan rudal yang melukai warga sipil. Menurut data Rusia, 130.000 dari sekitar 440.000 penduduk masih bertahan di kota.

  • Salah satu bangunan yang terbakar di Mariupol

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Sebuah kota yang hancur

    Setelah hampir empat minggu diserang, kota Mariupol yang terkepung hancur dan nyaris tidak dapat dihuni. Menurut pemerintah setempat, 80% dari seluruh apartemen di kota telah hancur. Banyak foto yang menunjukkan bangunan tempat tinggal yang hancur atau terbakar, seperti foto dari kantor berita resmi Rusia, Tass ini.

  • Seorang wanita menangis di depan bangunan yang sudah hancur di Mariupol

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Rusia melakukan ‘kejahatan perang’

    Serangan Rusia terhadap warga sipil Ukraina telah mendorong beberapa politisi Barat, seperti Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock dan Komisaris Luar Negeri Uni Eropa Josep Borell, untuk berbicara tentang “kejahatan perang”. Borell mengatakan Rusia menghancurkan Ukraina tanpa menghormati aturan perang.

  • Teater yang dibom di Mariupol

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Rusia: Hanya target strategis yang terdampak

    Rusia mengklaim mereka hanya menyerang fasilitas strategis dan militer. Mereka menyalahkan unit milisi Ukraina, Batalion Azov, yang mencakup ekstremis nasionalis sayap kanan, atas pemboman teater Mariupol. Ratusan orang selamat dari serangan itu, berlindung di bunker serangan udara di bawah teater, yang terlihat seperti dalam foto reruntuhan ini.

  • Seorang warga sipil menurunkan celananya di pos pemeriksaan separatis pro-Rusia

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Separatis Rusia mengontrol rute pelarian

    Separatis pro-Rusia, yang juga menguasai wilayah tetangga Donetsk di Ukraina timur, melakukan pemantauan jalur pelarian penduduk. Mereka hanya mengizinkan warga sipil tak bersenjata meninggalkan kota yang terkepung.

  • Pengungsi di aula olahraga di Donetsk

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Tuding dievakuasi ke negara musuh

    Foto yang dirilis oleh kantor berita Rusia, Tass, menunjukkan orang-orang yang dievakuasi dari Mariupol di sebuah kamp darurat di Donetsk. Rusia mengatakan ingin memberikan perlindungan bagi pengungsi Ukraina. Namun, Dewan Kota Mariupol menuduh Rusia mengizinkan separatis membawa paksa ribuan warga Ukraina ke Rusia.

  • Seorang anak yang terluka dirawat di Zaporizhzhia

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Warga melarikan diri ke Zaporizhzhia

    Banyak penduduk telah melarikan diri ke kota Zaporizhzhia, di mana beberapa warga yang terluka mendapat perawatan. Pemboman rumah sakit di Mariupol telah menutup akses bantuan medis darurat. Beberapa pekan lalu, terjadi kebakaran singkat di PLTN terbesar di Eropa di Zaporizhzhia. Sebagian besar kawasan di kota dengan populasi 750.000 jiwa itu lolos dari pertempuran.

  • Seorang ibu memeluk putranya yang melarikan diri dari kota Mariupol dan tiba di stasiun kereta api di Lviv, Minggu (20/03)

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Berkumpul dengan keluarga

    Remaja ini melarikan diri dari Mariupol ke Lviv di Ukraina barat. Sang ibu menunggunya di stasiun kereta. Namun, tentara Rusia juga telah menyerang Lviv. Bagi banyak pengungsi, Lviv menjadi persinggahan terakhir sebelum melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan diri ke negara-negara tetangga Eropa.

  • Pusat perbelanjaan di Kyiv yang telah dibom

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Beberapa kota yang diserang tentara Rusia

    Mariupol bukan satu-satunya kota di Ukraina yang dihantam serangan Rusia. Di utara dan timur Ukraina, roket dan peluru artileri terus menghantam kota-kota besar seperti Sumy, Kharkiv, dan Kyiv. Foto ini menunjukkan sisa-sisa pusat perbelanjaan di Kyiv setelah menjadi sasaran serangan Rusia. Empat orang tewas dalam serangan itu, menurut media setempat.

  • Sebuah bangunan di Mariupol yang terkena serangan Rusia

    Mariupol: Sebuah Kota yang Hancur, tapi Tetap Bertahan

    Ukraina tolak menyerahkan Mariupol

    Pada hari Minggu (20/03), Rusia telah memberi Ukraina ultimatum untuk menyerahkan Mariupol pada Senin (21/03) sore. Namun, Ukraina menolak permintaan itu. Sebaliknya, ribuan warga sipil kembali berbondong meninggalkan kota tersebut. Menurut pemimpin separatis Rusia Denis Pushilin, pertempuran memperebutkan Mariupol bisa berlangsung berminggu-minggu lebih lama. (ha/as)

    Penulis: Jan D. Walter


(ha/pkp)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles