Polri Buka Hotline Pengaduan Harga dan Kelangkaan Obat dan Tabung Oksigen

by -1 views
polri-buka-hotline-pengaduan-harga-dan-kelangkaan-obat-dan-tabung-oksigen

Polri Buka Hotline Pengaduan Harga dan Kelangkaan Obat dan Tabung Oksigen Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

MerahPutih.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan tabung oksigen dan obat-obatan, ada saja oknum penjual memanfaatkan situasi dengan mematok harga tinggi.

Kepolisian meminta kepada warga yang menemukan pelanggaran seperti ini untuk segera melapor.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan layanan hotline 110 untuk menampung berbagai laporan masyarakat.

Baca Juga:

Pemprov Jateng Bikin Satgas Oksigen, Kapolda: Jangan Sampai Terlambat Kirim

Termasuk aduan terkait pelanggaran harga obat dan tabung oksigen.

“Polri memiliki layanan hotline 110 yang tersedia selama 24 jam untuk masyarakat yang memerlukan bantuan dari pihak kepolisian,” jelas Irjen Argo kepada wartawan, Selasa (6/7).

Argo menyatakan, pihaknya akan menindakan tegas oknum-oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, terutama mereka yang menimbun obat atau tabung oksigen selama pandemi COVID-19.

“Polri terus berupaya untuk mencegah terjadinya penimbunan serta lonjakan harga penjualan oksigen serta obat,” lanjutnya.

Pekerja menata tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.
Pekerja menata tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.

Argo menegaskan, pengawasan terhadap penjualan obat dan tabung oksigen dengan harga tinggi terus dilakukan baik di pasaran maupun melalui media sosial.

“Siapa pun yang melanggar akan ditindak dengan tegas,” pungkasnya.

Baca Juga:

Cerita Petugas Posko Oksigen Monas, Bekerja 24 Jam Non-Stop Layani RS

Diketahui sebelumnya, Polda Metro berhasil meringkus satu pemilik toko di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur yang menjual obat untuk penanganan COVID-19 bernama Ivermectin diatas HET yakni seharga Rp 475 ribu.

Tersangka yang berinisial R tersebut dijerat dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 108 dan Pasal 109. Kemudian, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dan KUHP. (Knu)

Baca Juga:

Kekurangan Oksigen Medis, Jabar Minta Pasokan dari BUMN

Home Banner Lapsus Bolaskor

87 Ribu Warga Sleman Akan Divaksin COVID-19 Tahap Kedua

Indonesia Ingin Kuasai 40 Persen Ekonomi Digital ASEAN

Ma'ruf Amin Minta Reformasi Birokrasi Polri Dikebut

Petronas Merugi hingga Rp73,9 Triliun

Dunia

Sabtu, 27 Februari 2021 07:29

Pembukaan Obyek Wisata Harus dengan Syarat Ketat

SBY Ungkit Pemberian Jabatan Panglima TNI kepada Moeldoko

Pertambahan Kasus COVID-19 Capai 9.640

Wamenag Imbau Elite Bangsa Jangan Bikin Gaduh

Anies Diminta Beri Sanksi Tetangga Rizieq yang Tolak Tes COVID-19

Gerindra: Kebijakan Nadiem Bikin Gaduh

Indonesia Ingin Kuasai 40 Persen Ekonomi Digital ASEAN

Petronas Merugi hingga Rp73,9 Triliun

Dunia

Petronas Merugi hingga Rp73,9 Triliun

Perusahaan minyak Malaysia, Petronas, mengalami rugi bersih RM21 miliar atau hampir Rp74 triliun untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Pembukaan Obyek Wisata Harus dengan Syarat Ketat

Pembukaan Obyek Wisata Harus dengan Syarat Ketat

Polri mendukung pembukaan kembali objek-objek pariwisata di Tanah Air, khususnya Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di tengah masa pandemi COVID-19. Tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Gerindra: Kebijakan Nadiem Bikin Gaduh

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *