Pilu Anak TKW Harus Hidup Sendiri di Arab, Ibu Meninggal & Ayah Balik ke Bangladesh

by -2 views
pilu-anak-tkw-harus-hidup-sendiri-di-arab,-ibu-meninggal-&-ayah-balik-ke-bangladesh

Sejatinya setiap anak memiliki hak untuk dilindungi dan mendapat kasih sayang orang tuanya.

Tapi sayangnya, hal tersebut tak bisa lagi didapatkan oleh Hisyam, Bunda.

Bocah keturunan Indonesia-Bangladesh ini tinggal di Arab Saudi sebatang kara.

Ibundanya merupakan orang Pontianak yang lama tinggal di Madura, sementara sang ayah merupakan warga asli Bangladesh.

Bocah 11 tahun itu terpaksa hidup sebatang kara di Arab Saudi lantaranya bundanya meninggal dan ayahnya kembali ke negaranya.

Kisah kehidupan Hisyam ini diceritakan oleh pemilik akun YouTube Sahabat Kacong, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tinggal di Arab. Hisyam hidup sebatang kara sejak satu tahun yang lalu, Bunda.

Tepatnya ketika sang ibunda meninggal dunia di bulan Ramadhan.

Pria yang karib disapa Kacong itu, bisa dibilang merupakan sosok yang penting bagi hidup Hisyam. Ia dianggap seperti ayah sendiri oleh Hisyam. Kacong sendiri dalam Bahasa Madura berarti anak laki-laki, Bunda.

Jadi, kemungkinan bukan nama asli sang pemilik YouTube tersebut.

“Udah lama bersama aku, dan dia tuh enggak punya keluarga lagi di sini. Makanya sekarang bawa dia [ke Mekkah], bisa berdoa untuk mamanya. Mamanya dia itu udah meninggal, satu tahun yang lalu,” ujar Kacong.

Saat pertama tinggal bersama Kacong, Hisyam tak bisa berbahasa Indonesia, sehari-hari ia menggunakan Bahasa

Arab.

Namun, seiring waktu, ia perlahan bisa menggunakan Bahasa Indonesia.

Yang menyedihkan, Hisyam telat sekali untuk memulai belajar. Untung hal tersebut cepat diketahui oleh Kacong, di usia 10,5 tahun, Hisyam baru diajari baca tulis, dan mengaji.

Ada satu hal yang membuat Kacong kerap terenyuh melihat Hisyam. Ketika mengingat mendiang ibunda, Hisyam terlihat sedih dan memilih tak membahas kematian sang ibunda.

“Mamanya meninggal di bulan Ramadhan tanggal 17. Saya ingat betul waktu kejadian mamanya meninggal itu anak ini, waktu mamanya meninggal, dia menceritakan kejadiannya,” kata Kacong.

Ibunda dari Hisyam meninggal di kamar rumahnya. Sang ibunda meninggal dalam keadaan sujud. “Mama ana mateh [mati dalam Bahasa Madura],” kata Kacong mengulang kalimat yang disampaikan Hisyam kala itu.

Kacong juga menceritakan bagaimana sosok ibunda dari Hisyam sebelum meninggal. Baca kelanjutannya di halaman berikut.

Dalam vlog-nya, Kacong juga menceritakan bagaimana sosok ibunda dari Hisyam sebelum meninggal.

Ibunda merupakan sosok pekerja keras, namun dari dahulu ternyata sudah punya penyakit. Karena kebutuhan memenuhi nafkah untuk anak, sang ibunda memaksakan diri untuk bekerja sambil membawa anak.

“Pas sakitnya sudah parah, di bulan Ramadhan. Pas pulang dari tempat kerjaan ke rumahnya, dan akhirnya umur sampai di situ. Hari ke-17 Ramadhan,” ucapnya.

“Ini keluarganya enggak ada di sini sama sekali, ibunya enggak punya keluarga di sini, enggak punya saudara di sini. Waktu saya cariin saudara dia, kata dia, dia punya saudara bahwa dia punya kakak di Indonesia, di Pontianak.”

Setelah ditelusuri, saudara Hisyam ini rupanya sudah dewasa semua. Kakak laki-lakinya sudah menikah. Sang kakak agak sulit untuk bertemu karena sang ibunda tidak bekerja secara resmi (ilegal) sebagai TKW di sana. Jadi, menurut Kacong, seolah dihilangkan jejaknya oleh sang majikan.

Lantas, kenapa sang ayah tak mau membawa Hisyam ke Bangladesh? Ternyata ada alasannya. Baca kelanjutannya di halaman berikut.

Mungkin Bunda bertanya, kenapa justru ayahnya meninggalkan anak seorang diri di

Arab Saudi?

Seperti diceritakan di atas, ayahnya merupakan orang Bangladesh. Lantas kenapa Hisyam tak dibawa pulang?

Ternyata sang ayah pulang ke negaranya karena memiliki istri dan anak juga di sana.

“Anak ini kenapa bisa bersama saya. Karena bapaknya ini punya nomor orang yang tinggal sama ibunda Hisyam. Makanya temannya ibu Hisyam ini dikasihkan, taruh di rumah, sambil cari solusi, dipulangkan ketemu sama saudaranya,” ujar Kacong.

Ayah Hisyam juga tak mau berurusan dengan kepolisian lantaran mendiang istrinya di Arab tak punya izin resmi untuk bekerja. Tak cuma itu, Hisyam juga sulit untuk pulang ke Indonesia.

“Walaupun sudah sama saudaranya, tapi banyak kendala, akta lahirnya tak ada,” ujarnya.

Sampai akhirnya, Kacong dan istri memutuskan untuk tidak memulangkan Hisyam sampai waktu yang belum ditentukan. Saat ini, Hisyam sudah bersekolah dan disekolahkan oleh majikan Kacong di Arab.

Kita doakan semoga Hisyam selalu sehat dan bisa pulang ke Indonesia ya!

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia bayu_ichszan

🇮🇩☀️ Bismillah Tawakkaltu 'Alallah ✨🇮🇩 Stay opposite..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *