Penduduk Miskin di DIY Capai 503 Ribu Orang, Pemda Sebut Ekonomi Terpuruk

by -3 views
penduduk-miskin-di-diy-capai-503-ribu-orang,-pemda-sebut-ekonomi-terpuruk
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji.
Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY baru saja merilis Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2020. Per September 2020, tercatat jumlah penduduk miskin di DIY mencapai 503,14 ribu orang.

Dibandingkan Maret 2020, jumlah penduduk miskin meningkat sebanyak 27,4 ribu penduduk. Dengan begitu persentase penduduk miskin DIY naik sebesar 0,52 poin persen menjadi 12,80 persen.

Terkait kondisi ini, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengakui kondisi ekonomi baik nasional maupun di DIY sedang terpuruk.

“Orang yang hidupnya di bawah garis kemiskinan semakin banyak. Saat ini ekonomi di DIY dan Indonesia pada umumnya baru terpuruk. Kalau ekonomi terpuruk, maka itu hitungannya dari PDB (Produk Domestik Bruto). Kalau PDB turun maka banyak orang yang dulu berada di garis kemiskinan, sekarang berada di bawah garis kemiskinan,” kata Aji di Kepatihan Pemda DIY, Senin (15/2).

Di sisi lain, Aji menjelaskan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), ada 560 ribu KK yang masuk. Sementara KK yang memperoleh bantuan sosial baik dalam bentuk sembako atau bantuan sosial tunai mencapai lebih dari 750 ribu.

Ilustrasi populasi penduduk. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

“Jauh di atas DTKS kita (yang mendapat bansos). Harapannya mereka yang dulu berada di garis kemiskinan dan tergelincir di bawah garis kemiskinan sudah tercover bantuan kita,” tuturnya.

Aji mengakui bansos bertujuan untuk menggerakkan ekonomi, meski tidak menyelesaikan masalah jangka panjang. Untuk itu, Pemda DIY akan menggerakkan ekonomi, salah satunya melalui program padat karya.

“Bagaimana kita menggerakkan ekonomi salah satunya menggunakan cara padat karya pada setiap aktivitas di desa supaya mendapatkan bantuan dari bekerja,” ujarnya.

“Kedua, kita berikan relaksasi kepada mereka yang punya utang di bank dengan cara mengurangi bunga atau menunda pembayaran angsuran supaya mereka bisa bergerak dulu,” pungkasnya.

Berdasarkan data BPS, garis kemiskinan di DIY sebesar Rp 465.428 per kapita per bulan. Garis kemiskinan tersebut meningkat 0,42 persen dibandingkan pada Maret 2020. Saat itu, garis kemiskinan berada di angka Rp 463.479 per kapita per bulan.

Leave your vote

694 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia #RumahBlogInspirasi #KabarWarga #MenabarInformasiAntiBasi Official Kabarwarga

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *