Pemerintah Jerman Setujui Tambahan Anggaran Militer 100 Miliar Euro | DW | 30.05.2022

by -7 views
pemerintah-jerman-setujui-tambahan-anggaran-militer-100-miliar-euro-|-dw-|-3005.2022

Oposisi tengah-kanan telah mendukung rencana pemerintah Jerman untuk meningkatkan anggaran militer. Rencana tersebut dipicu oleh perang di Ukraina dan akan membantu Jerman memenuhi komitmen NATO-nya.

Pemerintah koalisi Jerman dan aliansi konservatif Uni Kristen Demokrat dan Uni Kristen Sosial Jerman (CDU/CSU) pada hari Minggu (29/05) menyepakati rincian penambahan anggaran militer sebesar €100 miliar.

Setelah perundingan selama lebih dari tiga jam di Berlin, kedua belah pihak menyelesaikan rancangan anggaran yang dikhususkan untuk angkatan bersenjata militer Jerman ‘Bundeswehr’.

Proposal tersebut membutuhkan mayoritas dua pertiga suara di kedua kubu parlemen, sehingga Kanselir Olaf Scholz meminta persetujuan dari partai-partai oposisi kanan-tengah Jerman.

Investasi anggaran militer besar-besaran ini dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Apa yang telah disepakati?

Pernyataan dari Kementerian Keuangan Jerman yang diterbitkan oleh kantor berita mengatakan bahwa:

  • Hukum Dasar Negara Jerman, konstitusi negara, akan diamandemen untuk memungkinkan terciptanya anggaran baru yang akan membantu memperkuat pertahanan negara.
  • Sebuah undang-undang baru akan dirancang secara terpisah, di mana rancangan itu mengatur rincian dana dan pembiayaan angkatan bersenjata Jerman ‘Bundeswehr’.
  • Inisiatif untuk mempercepat pengadaan senjata dan kebutuhan militer lainnya akan segera diluncurkan.
  • Pengeluaran tambahan ini semata-mata hanya untuk kepentingan Bundeswehr dan akan dibiayai sepenuhnya oleh pinjaman baru.
  • Menurut perkiraan saat ini, anggaran khusus tersebut dapat bertahan hingga akhir 2026.
  • Setelah anggaran khusus ini ditarik, pemerintah Jerman berencana untuk terus menyediakan keuangan yang diperlukan demi memenuhi tujuan komitmen NATO yang lebih relevan.
  • Atas permintaan Partai Hijau, pemerintah juga akan mempresentasikan strategi dalam memperkuat keamanan siber Jerman, pertahanan sipil, dan bantuan untuk mitra luar negeri, yang akan dibiayai dari anggaran federal.

“Bersama-sama, kami memastikan bahwa Bundeswehr akan diperkuat di tahun-tahun mendatang dengan investasi tambahan €100 miliar,” bunyi pernyataan bersama dari seluruh koalisi pemerintah dan aliansi konservatif CDU/CSU.

“Dengan penambahan anggaran itu, target NATO 2% [dari PDB pengeluaran militer] akan tercapai pada rata-rata multi-tahun.”

  • Blowing up mines near Sarajevo (picture-alliance/dpa/M. Hanschke)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Peran militer Jerman di NATO

    Republik Federal Jerman Barat resmi bergabung dengan aliansi trans-Atlantik NATO pada tahun 1955. Namun baru setelah penyatuan kembali tahun 1990, militer Jerman dikerahkan dalam misi “out of area” NATO. Sejak itu, Bundeswehr telah ditempatkan di beberapa kawasan di seluruh dunia.

  • German soldiers in Bosnia (picture alliance/AP Photo/H. Delic)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Bosnia-Herzegovina, misi NATO pertama Bundeswehr

    Tahun 1995, pertama kali Bundeswehr terlibat dalam misi “out of area” NATO sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian di Bosnia-Herzegovina. Selama penempatan tersebut, tentara Jerman bergabung dengan anggota pasukan NATO lainnya untuk menjaga keamanan setelah terjadinya Perang Bosnia. Misi ini mencakup lebih dari 60.000 tentara dari negara anggota dan mitra NATO.

  • NATO Kosovo (picture-alliance/dpa/V.Xhemaj)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Menjaga perdamaian Kosovo

    Sejak dimulainya misi perdamaian yang dipimpin NATO di Kosovo, sekitar 8.500 tentara Jerman telah ditempatkan di negara itu. Tahun 1999, NATO melancarkan serangan udara terhadap pasukan Serbia yang dituduh melakukan tindakan brutal terhadap separatis etnik Albania dan penduduk sipil. Sekitar 550 tentara Bundeswehr sampai sekarang masih ditempatkan di Kosovo.

  • German crew members aboard warship FGS Bonn (picture alliance/AP Photo/M.Schreiber)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Patroli di Laut Aegean

    2016, Jerman mengerahkan kapal perang “Bonn” untuk memimpin misi NATO di Laut Aegean. Tugasnya termasuk melakukan “pengintaian, pemantauan dan pengawasan penyeberangan ilegal” di perairan teritorial Yunani dan Turki itu pada puncak krisis pengungsi di Uni Eropa.

  • ISAF Soldaten Afghanistan (picture alliance/AP Photo/A.Niedringhaus)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Lebih satu dekade di Afghanistan

    2003 parlemen Jerman menyetujui pengiriman pasukan Bundeswehr ke Afghanistan dalam misi PBB International Security Assistance Force (ISAF). Jerman saat itu menjadi kontributor ketiga terbesar dan ditunjuk sebagai Komando Markas Regional Utara. Lebih 50 tentara Jerman tewas selama misi ini. Sekarang masih ada hampir 1.000 tentara Jerman yang ditempatkan di Afghanistan sebagai kekuatan pendukung.

  • Gemrman tanks in Lithuania (picture alliance/dpa/M. Kul)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Panser Jerman untuk Lithuania

    Sejak 2017, 450 tentara Bundeswehr telah dikirim ke Lithuania sebagai bagian dari bantuan penjagaan keamanan perbatasan setelah Rusia menduduki Krimea. Selain Jerman, pasukan Kanada, Inggris dan AS juga bergabung dalam satuan pertahanan kolektif NATO di sayap timur.

  • German soldier taking part in military exercises for VJTF (S. Gallup/Getty Images)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Mengambil alih tongkat komando VJTF

    Bundeswehr akan memimpin pasukan gerak cepat baru NATO mulai tahun 2019 yang dinamakan Very High Readiness Joint Task Force (VJTF). Kebijakan baru NATO ini adalah reaksi langsung atas agresi Rusia di Krimea.


Mengapa Jerman menaikkan pengeluaran militer?

Scholz mengumumkan bahwa pemerintah akan meningkatkan pengeluaran militernya selang dua hari setelah tank Rusia meluncur ke Ukraina.

Scholz juga berkomitmen bahwa Jerman akan membelanjakan 2% dari PDB per tahunnya untuk anggaran pertahanan, yang ditandatangani oleh semua anggota NATO pada tahun 2006, di mana Jerman belum ikut menyetujui komitmen tersebut pada waktu itu.

“Jelas kita perlu berinvestasi lebih banyak secara signifikan dalam keamanan negara kita untuk melindungi kebebasan dan hak demokrasi kita,” ungkap Scholz.

Sebelumnya, Jerman sering dikritik oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO lainnya karena tidak cukup berinvestasi dalam hal pertahanan.

Pada tahun 2022, Jerman telah menyiapkan anggaran sebesar €53 miliar untuk Kementerian Pertahanan, di mana anggaran meningkat 3,2% dari tahun lalu. Agar dapat memenuhi target 2% komitmen NATO, Jerman perlu menghabiskan sekitar €70 miliar per tahun.

Jika disetujui oleh parlemen, pengeluaran tambahan tersebut akan menjadi lompatan terbesar dalam pengeluaran militer Jerman sejak Perang Dunia ke-II.

kp/ha (AFP, dpa, Reuters)

More

About Author: Feeds Agregator

Gravatar Image
Akun Feeds Agregator, Mesin pengepul info bermutu dari website dan blog favorit

Leave a Reply

Your email address will not be published.