Pemekaran Papua, MRP: Memicu Perlawanan – kbr.id

by -4 views
pemekaran-papua,-mrp:-memicu-perlawanan-–-kbr.id
Aksi tolak pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua di  Kota Jayapura, Papua, Selasa (10/5/22). (An

Ilustrasi: Aksi tolak pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua di Kota Jayapura, Papua, Selasa (10/5/22). (Antara/Gusti Tanati)

KBR, Jayapura- Majelis Rakyat Papua (MRP) khawatir, pengabaikan aspirasi penolakan rencana pemekaran  oleh pemerintah, makin memicu perlawanan warga di Bumi Cenderawasih. Ketua MRP, Timotius Murib mengatakan warga berbagai kabupaten di Papua telah menyampaikan aspirasi penolakan pemekaran ke DPR Papua dan MRP.

Kata dia, aspirasi itu telah diteruskan ke pemerintah dan DPR RI. Akan tetapi, hingga kini proses rencana pembentukan provinsi daerah otonomi baru atau DOB di Papua terus berlangsung.

Menurutnya, sikap pemerintah ini menandakan pengabaian terhadap aspirasi warga di provinsi tertimur Indonesia itu.

“Aspirasi rakyat ini kalau tidak direspons, tidak ditanggapi maka saya pikir ya masyarakat orang asli Papua mereka akan mengambil sikap-sikap yang berlawanan dengan kebijakan kebijakan negara. Ini harus diperhatikan. Tapi seketika aspirasi itu tidak diperhatikan, perlawanan itu akan jalan terus,” kata Timotius Murib, Senin (30/5/2022).

Ketua MRP Timotius Murib mengatakan, kalau saja pemerintah mau mendengar aspirasi warga Papua, masyarakat di sana akan menerima setiap kebijakan negara.

Baca juga:

Pro Kontra Masyarakat Adat soal Rencana Pemekaran Papua

2 Faktor Penyebab Eskalasi Keamanan Meningkat di Papua

MRP berharap, Presiden Joko Widodo tidak serta merta menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) pembentukan tiga provinsi DOB di Papua. Sebab, rencana pemekaran Papua mendapat penolakan dari berbagai kalangan di sana.

Selain itu, uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otsus Papua, yang diajukan oleh MRP sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi. Kata Ketua MRP Timotius Murib, pemerintah mesti bijaksana dan tidak memaksakan kebijakan yang ditetang sebagian besar warga Papua. 

Editor: Rony Sitanggang

Leave a Reply

Your email address will not be published.