Pelatihan Ubah Laku Pemprov Jatim Berhasil Tekan Laju Covid-19

by -16 views
pelatihan-ubah-laku-pemprov-jatim-berhasil-tekan-laju-covid-19

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kedutaan Besar Kerajaan Inggris di Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan perusahaan bidang perubahan perilaku, Nudgeplus telah memberikan serangkaian pelatihan dan lokakarya berbasis ilmu perilaku. 

Lima bulan setelah peluncuran proyek,  Pemerintah Inggris, Jawa Timur, dan Nudgeplus berbagi hasil dan pelajaran sehingga organisasi lain bisa mendapatkan manfaat pelatihan tersebut. Acara digelar secara daring melalui webinar online, Senin (1/3/2021). 

Diskusi dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, dan Co-Founder Nudgeplus Dhimas Prasetyo. 

Emil Dardak menjelaskan bahwa perubahan sikap masyarakat dapat dilihat dari angka Covid-19 yang terus menurun di Jatim. “Antara lain dengan membangun wastafel di kawasan pelayanan publik dan menempelkan poster yang mudah dipahami,” jelas Emil. 

Upaya tersebut, lanjutnya, mampu membangkitkan perubahan perilaku di masyarakat dan meningkatnya kesadaran mengenai mencuci tangan dengan sabun. Pemerintah Jatim mencatat angka Covid-19 menurun 30-40 persen saat ini.  “Tetapi masyarakat  harus tetap patuh protokol kesehatan,” tandasnya. 

Co-Founder Nudgeplus Dhimas Prasetyo menyebutkan, pihaknya telah membuat beberapa trial untuk setiap tahap perubahan perilaku. Berawal dari membangun wastafel, poster (nudge) mencuci tangan dan footprints atau sticker jejak kaki menuju ke tempat cuci tangan.

Pengadaan wastafel disesuaikan standar tinggi orang Indonesia. Tidak terlalu tinggi. Kesemuanya untuk menaikkan rate aktifitas cuci tangan. Selanjutnya, penempatan poster menaikkan complience rate dibandingkan pengadaan wastafel. 

Trial yang dilakukan tersebut, ungkap Dhimas, berbasis saintifik dan mengukur sampai ke level perilaku dan pengadaan intervensi fisik.  “Yang paling menaikan complience mencuci tangan adalah poster dan pemberian sticker footprint karena menarik dan mudah dimengerti masyarakat,” ujar Dimas. 

Hasil dari program ini telah menunjukkan bahwa penerapan intervensi perilaku untuk mendorong perilaku mencuci tangan terbukti sangat penting.  Menyediakan infrastruktur fisik yang relevan tidak cukup dalam hal membangun perilaku baru.

Intervensi yang lebih menonjol dan tepat sasaran dengan memanfaatkan wawasan perilaku perlu dimasukkan untuk membantu kebijakan dalam menangani permasalahan perilaku masyarakat yang kurang tepat selama pandemi.

Hasil penelitian pemahaman perilaku– pendanaan Inggris ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan keterlibatan dalam rangka mitigasi Covid-19 di Jawa Timur. 

Sebab, ujarnya, kepatuhan masyarakat terhadap praktik kebersihan yang baik adalah harapan terbaik untuk menghalangi laju penularan virus. Kampanye komunikasi publik yang baik dapat membantu mengubah perilaku masyarakat. 

“Pakar Inggris telah melatih pejabat pemerintah Jawa Timur dengan Nudges– sinyal yang mencoba membuat perilaku baik lebih mudah dan lebih menarik, menghambat perilaku buruk,” imbuhnya. 

Pandemi Covid-19 di Jawa Timur telah menyebabkan gangguan kesehatan dan sosial ekonomi yang tinggi. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah menempatkan strategi yang terkoordinasi dan komprehensif untuk menangani kebutuhan kesehatan darurat, mendukung kegiatan ekonomi, dan mempersiapkan pemulihan. 

“Menanggapi saran dari WHO, kami mulai bekerja sama untuk mendorong partisipasi yang lebih aktif dari masyarakat Jawa Timur dalam penanggulangan Covid-19. Enam bulan berlalu, sejumlah kegiatan telah dilakukan,” kata Dhimas. 

Sebanyak 25 tim hubungan masyarakat dari berbagai dinas pemerintah telah dilatih tentang cara membuat kampanye komunikasi strategis yang berdampak pada praktik, organisasi, dan sistem Pemerintahan Provinsi Jawa Timur. 

Para peserta training telah mengaplikasikan materi yang diperoleh ke dalam perilaku sehari-hari. Kini tingkat kesadaran dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di Jawa Timur telah meningkat. 

Dhimas mengungkapkan, komunikasi efektif yang dilakukan oleh otoritas lokal juga penting untuk menciptakan kesadaran atas protokol kesehatan dan memastikan kepatuhan. 

Ilmu perilaku dapat membantu memahami sinyal yang mendorong dan memotivasi perilaku manusia sehingga dampak intervensi dapat meningkat.  Desain intervensi dimulai dengan menentukan perilaku kunci yang menyebabkan kepatuhan yang rendah terhadap aturan. 

Dampak dari 3 aksi yang berbeda untuk mengubah perilaku tersebut dinilai dalam periode 3 minggu: lebih banyak fasilitas cuci tangan, poster yang mendorong kepatuhan, dan seperangkat isyarat visual.

Poster menjadi pemenang dari ketiganya berdasarkan pemilihan tes online dengan 1.648 peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur yang berpartisipasi pada percobaan online. 

CCTV digunakan untuk mengobservasi perilaku mencuci tangan vs tidak mencuci tangan dan menggunakan sabun vs tidak menggunakan sabun, termasuk juga gender dan pekerjaan dianalisis lebih jauh. Total pengamatan sebanyak 2.062 orang selama periode observasi. 

Dhimas berharap, terobosan dan pembelajaran dari program ini akan terus memberikan dampak positif. 

Owen Jenkins mengatakan,”The Nudge Unit” menjadi terkenal di Inggris karena merancang kebijakan yang dapat mengubah perilaku melalui sebuah intervensi atau pesan sederhana. 

Sejak Oktober 2020 dengan pendanaan dari pemerintah Inggris, Jawa Timur mengambil langkah progresif dengan menggandeng Nudgeplus dan telah melakukan hal yang serupa di sini. 

“Saya senang mendengar tentang dampak positif dari inisiasi ini dan mengetahui bahwa hasil terbesar dari program ini pengetahuan, pendekatan, dan teknik yang digunakan dapat berguna untuk jangka panjang, meskipun pendanaan dari program ini telah berakhir,” kata Jenkins dalam webinar bersama Pemprov Jatim. (*)

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *