Pedagang positif, dua pasar rakyat di Bantul ditutup untuk disinfeksi

by -4 views
pedagang-positif,-dua-pasar-rakyat-di-bantul-ditutup-untuk-disinfeksi

Tterdapat empat pedagang di dua pasar tersebut yang terkonfirmasi positif. Atas pertimbangan itu, maka disarankan agar pasar ditutup untuk mencegah penularan makin meluas

Bantul, DIY (ANTARA) – Dua pasar rakyat di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditutup selama sepekan untuk keperluan disinfeksi atau penyemprotan disinfektan menyusul adanya pedagang yang terkonfirmasi positif COVID-19 beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanto saat dihubungi di Bantul, Senin, mengatakan, dua pasar rakyat yang ditutup sementara itu adalah Pasar Semampir dan Pasar Mbabrik di Desa Argorejo Sedayu, di mana aktivitas pedagang ditutup sejak Kamis (11/2) sampai dengan Rabu (17/2) nanti.

“Pasar Semampir kita tutup selama sepekan sampai Rabu (17/2) besok, yang satunya Pasar Mbabrik penutupan bukan kewenangan kita, karena pasar desa. Yang jelas sudah ditutup untuk disinfeksi, sampai hari ini sudah dilakukan dua kali penyemprotan,” katanya.

Menurut dia, dari informasi yang diterima dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Bantul saat itu terdapat empat pedagang di dua pasar tersebut yang terkonfirmasi positif. Atas pertimbangan itu, maka disarankan agar pasar ditutup untuk mencegah penularan makin meluas.

“Yang penutupan Pasar Semampir kita tembusi ke Camat Sedayu, lurah pasar dan pihak Puskesmas Sedayu, penutupan atas rekomendasi dari Dinas Kesehatan,” katanya.

Dengan adanya penutupan pasar tradisional ini, maka selama pandemi COVID-19 setidaknya sudah ada tiga pasar besar yang ditutup untuk desinfeksi karena pedagang terpapar COVID-19, pada tahun 2020 ada dua pasar tingkat kabupaten yang sempat ditutup sementara.

“Tahun ini hanya Pasar Semampir, sementara tahun kemarin (2020) Pasar Sorobayan di Srandakan sama Pasar Sungapan di Sedayu,” katanya.

Terkait dengan kabar adanya kasus positif di Pasar Gatak Bambanglipuro, beberapa waktu lalu, Dinas Perdagangan belum mendapat laporan, sehingga belum sempat dilakukan penutupan.

“Kalau yang Pasar Gatak itu mestinya kemarin laporan, tapi sampai saat ini kita belum ketahui, apakah keluarganya atau pegagangnya. Belum (ditutup), tapi itu kan sudah tiga minggu lalu, belum ada laporan juga,” kata Dwi Susanto ​​​​​​.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Bantul, kasus positif per hari Minggu (14/2) sebanyak 6.935 kasus, dengan angka kesembuhan 6.090 orang, sedangkan kasus meninggal berjumlah 206 orang, sehingga pasien yang masih konfirmasi positif dan menjalani isolasi sebanyak 639 orang.

Baca juga: Dua pedagang positif COVID-19, Pasar Sungapan di Bantul-DIY ditutup

Baca juga: Bantul gencarkan rapid test COVID-19 massal pedagang di pasar

Baca juga: Lima pasar besar di Bantul disemprot disinfektan cegah COVID-19

Baca juga: Pemkab Bantul semprot disinfektan di Pasar Imogiri, cegah COVID-19




 

Pewarta: Hery Sidik

Editor: Andi Jauhary

COPYRIGHT © ANTARA 2021

Leave your vote

554 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia #RumahBlogInspirasi #KabarWarga #MenabarInformasiAntiBasi Official Kabarwarga

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *