Pasukan Elit Militer Jerman KSK Kembali Disorot Soal “Senjata Menghilang”

by -8 views
pasukan-elit-militer-jerman-ksk-kembali-disorot-soal-“senjata-menghilang”

Ternyata banyak senjata menghilang dari gudang senjata pasukan Elit Jerman, KSK karena dibawa anggotanya pulang. Komando militer minta pasukan kembalikan senjata, dengan menawarkan amnesti dan anonimitas.

Brigadir Jenderal Markus Kreitmayr, komandan KSK, tahun lalu meminta anggota pasukannya mengembalikan senjata dan amunisi yang mereka bawa pulang, dengan opsi pengembalian secara anonim dan tanpa konsekuensi.

Sejak lama diketahui bahwa sejumlah besar senjata menghilang dari gudang senjata. Militer Jerman Bundeswehr awalnya mengatakan, kehilangan itu hanyalah “kesalahan registrasi dan inventarisasi”. Namun belakangan terungkap, anggota KSK membawa pulang sejumlah senjata dan amunisi, yang tergolong sebagai tindak pidana.

Tawaran Komandan pasukan elit itu ternyata disambut baik. Setidaknya 25.000 butir amunisi dikembalikan secara anonim antara Maret sampai Mei 2020, kata Komisi Pertahanan di parlemen Jerman Bundestag, yang melakukan penyelidikan  kasus itu. Di antara barang-barang yang dikembalikan, termasuk amunisi berat dan granat tangan.

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer

Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer

Senjata menghilang sejak lama

Kasus menghilangnya senjata dari gudang senjata KSK sebelumnya tidak disebutkan dalam laporan awal yang disampaikan milter oleh Komandan Bundeswehr Jenderal Erberhard Zorn, kepada komisi parlemen dalam rangka reformasi KSK akhir Oktober lalu. Perwira tertinggi militer Jerman itu hanya mengatakan, kasus-kasus itu tersebut hanyalan “kesalahan administrasi” dan “pembukuan yang tidak tepat”.

Padahal, Jenderal Eberhard Zorn adalah pemimpin kelompok kerja reformasi KSK, yang dibentuk setelah pasukan elit Jerman itu dilanda skandal kontroversial soal berkembangnya paham ekstrem kanan di antara anggotanya.

Kurangnya transparansi dan “opsi amnesti” dalam kasus hilangnya senjata, sekarang menambah deretan skandal KSK dan menimbulkan keraguan, apakah Eberhard Zorn orang yang tepat untuk meluncurkan reformasi militer, jika ia ternyata justru mencoba melindungi anggota pasukan dari konsekuensi hukum karena kegiatan ilegal yang melanggar hukum.

  • Blowing up mines near Sarajevo (picture-alliance/dpa/M. Hanschke)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Peran militer Jerman di NATO

    Republik Federal Jerman Barat resmi bergabung dengan aliansi trans-Atlantik NATO pada tahun 1955. Namun baru setelah penyatuan kembali tahun 1990, militer Jerman dikerahkan dalam misi “out of area” NATO. Sejak itu, Bundeswehr telah ditempatkan di beberapa kawasan di seluruh dunia.

  • German soldiers in Bosnia (picture alliance/AP Photo/H. Delic)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Bosnia-Herzegovina, misi NATO pertama Bundeswehr

    Tahun 1995, pertama kali Bundeswehr terlibat dalam misi “out of area” NATO sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian di Bosnia-Herzegovina. Selama penempatan tersebut, tentara Jerman bergabung dengan anggota pasukan NATO lainnya untuk menjaga keamanan setelah terjadinya Perang Bosnia. Misi ini mencakup lebih dari 60.000 tentara dari negara anggota dan mitra NATO.

  • NATO Kosovo (picture-alliance/dpa/V.Xhemaj)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Menjaga perdamaian Kosovo

    Sejak dimulainya misi perdamaian yang dipimpin NATO di Kosovo, sekitar 8.500 tentara Jerman telah ditempatkan di negara itu. Tahun 1999, NATO melancarkan serangan udara terhadap pasukan Serbia yang dituduh melakukan tindakan brutal terhadap separatis etnik Albania dan penduduk sipil. Sekitar 550 tentara Bundeswehr sampai sekarang masih ditempatkan di Kosovo.

  • German crew members aboard warship FGS Bonn (picture alliance/AP Photo/M.Schreiber)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Patroli di Laut Aegean

    2016, Jerman mengerahkan kapal perang “Bonn” untuk memimpin misi NATO di Laut Aegean. Tugasnya termasuk melakukan “pengintaian, pemantauan dan pengawasan penyeberangan ilegal” di perairan teritorial Yunani dan Turki itu pada puncak krisis pengungsi di Uni Eropa.

  • ISAF Soldaten Afghanistan (picture alliance/AP Photo/A.Niedringhaus)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Lebih satu dekade di Afghanistan

    2003 parlemen Jerman menyetujui pengiriman pasukan Bundeswehr ke Afghanistan dalam misi PBB International Security Assistance Force (ISAF). Jerman saat itu menjadi kontributor ketiga terbesar dan ditunjuk sebagai Komando Markas Regional Utara. Lebih 50 tentara Jerman tewas selama misi ini. Sekarang masih ada hampir 1.000 tentara Jerman yang ditempatkan di Afghanistan sebagai kekuatan pendukung.

  • Gemrman tanks in Lithuania (picture alliance/dpa/M. Kul)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Panser Jerman untuk Lithuania

    Sejak 2017, 450 tentara Bundeswehr telah dikirim ke Lithuania sebagai bagian dari bantuan penjagaan keamanan perbatasan setelah Rusia menduduki Krimea. Selain Jerman, pasukan Kanada, Inggris dan AS juga bergabung dalam satuan pertahanan kolektif NATO di sayap timur.

  • German soldier taking part in military exercises for VJTF (S. Gallup/Getty Images)

    Militer Jerman Bundeswehr Dalam Misi NATO

    Mengambil alih tongkat komando VJTF

    Bundeswehr akan memimpin pasukan gerak cepat baru NATO mulai tahun 2019 yang dinamakan Very High Readiness Joint Task Force (VJTF). Kebijakan baru NATO ini adalah reaksi langsung atas agresi Rusia di Krimea.


Senjata militer di tangan ekstremis kanan?

Prajurit Bundeswehr hanya dapat menggunakan senjata resmi selama dinas. Mereka tidak diizinkan membawa senjata ketika tidak bertugas, apalagi membawa pulang senjata dan amunisi. Kepemilikan semua jenis senjata militer, termasuk granat tangan, adalah ilegal menurut hukum Jerman.

Belakangan makin marak tuduhan menyebarnya paham ekstrem kanan di kalangan anggota pasukan khusus KSK. Unit Intelijen Militer MAD telah mencatat sekitar 500 kasus di KSK yang terkait ekstrem kanan. Minggu lalu, seorang tentara ditangkap di negara bagian Hessen karena memiliki senjata ilegal dan membuat pernyataan ekstremis di media sosial.

Pasukan elit KSK adalah satuan reaksi cepat militer yang biasanya bertugas menyelamatkan sandera maupun memberantas terorisme di dalam dan luar negeri. Namun sejak beberapa insiden ekstremisme kanan terungkap, KSK berada di bawah pengawasan ketat. Menteri Pertahananan Annegret Kramp-Karrenbauer sudah membubarkan satu unit KSK, yang terlibat kasus itu, yang antara lain memberi hormat gaya NAZI dan menyimpan bahan-bahan pemujaan Hitler.

(hp/as)

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *