in

Pakar Hukum Sebut Munaslub Partai Berkarya Versi Muchdi PR Ilegal

MerahPutih.com – Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Partai Berkarya yang menetapkan Muchdi PR sebagai ketua umum dinilai ilegal karena tidak sesuai dengan mekanisme internal partai yang diatur dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Saya tidak membela siapapun. Saya berbicara sesuai kapasitas saya di bidang hukum tata negara. Saya kira Munaslub Partai Berkarya itu adalah upaya untuk mendelegitimasi kepemimpinan DPP Partai Berkarya. Itu tidak sah. Itu melawan hukum dan tidak bisa dibenarkan secara hukum,” kata pakar hukum tata negara Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr Fahmi Bachmid di Jakarta, Senin (13/7)

Baca Juga

Soeharto Disebut Guru Korupsi, Partai Berkarya Angkat Bicara

Bachmid mengatakan segelintir atau sekolompok orang yang mengatasnamakan partai politik, apalagi mereka sudah dipecat tidak bisa menggelar munaslub.

Jika tetap ngotot menggelar munaslub, kata dia, maka pengurus DPP partai politik bersangkutan berhak membubarkan kerena mereka melakukan manuver yang tidak sesuai dengan mekanisme internal partai.

Pakar hukum tata negara Universitas Muslim Indonesia Makassar, Dr Fahmi Bachmid. ANTARA/HO-dokumentasi pribadi
Pakar hukum tata negara Universitas Muslim Indonesia Makassar, Dr Fahmi Bachmid. ANTARA/HO-dokumentasi pribadi

“Makanya langkah pembubaran yang dilakukan pengurus DPP Partai Berkarya itu sudah tepat karena itu dianggap merusak dan menciptakan instabilitas politik dan segala macam,” ujarnya dilansir Antara

Ia menegaskan dalam menjalankan demokrasi harus sesuai dengan mekanisme dan aturan main sehingga menghasilkan demokrasi yang sehat pula.

Baca Juga

Partai Berkarya Pastikan ‘Temani PKS di Luar Pemerintahan Jokowi

Jika munaslub hanya bertujuan untuk melengserkan ketua umum dan mengganti kepengurusan yang sah sebuah parpol, lanjut dia, hal itu inkonstitusional.

“Berdemokrasi itu harus dengan cara-cara yang sehat. Kalau dengan cara yang semaunya seperti itu ingin melengserkan kepengurusan tertentu di tengah jalan itu bertentangan dengan kaidah-kaidah demokrasi,” ucap dia

Ketua Umum Partai Berkarya bersama para pengurus pusat

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto bersama pengurus pusat Partai. FOTO/Istimewa

Kemenkumham, kata dia, harus memperketat syarat-syarat administrasi terkait susunan kepengurusan yang diajukan sekelompok orang yang mengatasnamakan partai sehingga yang tidak memenuhi syarat-syarat bisa menolak susunan kepengurusan yang diajukan partai politik itu.

Baca Juga

Partai Berkarya Merasa Difitnah Sudah Menuduh Gerindra Caplok 2,7 Juta Suara

“Nanti orang bisa seenaknya mengatasnamakan partai lalu pergi mendaftar, lalu pemerintah mengakomodir. Itu tidak sehat dalam sistem politik dan hukum nasional kita. Jadi partai itu pemerintah mengesahkan harus sesuai dengan UU Nomor 2/2011 tentang perubahan atas UU Nomor 2/2008 tentang Partai Politik. Jadi ada syarat-syarat administrasi yang harus dipenuhi secara teliti dan objektif,” pungkasnya. (*)

What do you think?

789 points
Upvote Downvote

Written by buzz your story

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0
izinkan-umat-islam-salat-idul-adha,-mahfud-minta-perhatikan-protokol-kesehatan

Izinkan Umat Islam Salat Idul Adha, Mahfud Minta Perhatikan Protokol Kesehatan

indonesia-masuk-jajaran-negara-dengan-tingkat-kematian-akibat-covid-19-tertinggi-di-dunia?

Indonesia Masuk Jajaran Negara dengan Tingkat Kematian Akibat COVID-19 Tertinggi di Dunia?