Pabrik Oksigen di Bangkalan Tak Kantongi IMB, DPMPTSP Peringatkan CV Ragil Barep

by -19 views
pabrik-oksigen-di-bangkalan-tak-kantongi-imb,-dpmptsp-peringatkan-cv-ragil-barep

TIMESINDONESIA, BANGKALAN – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan, Madura memberi peringatan keras terhadap CV Ragil Barep. Perusahaan pembotolan oksigen ini tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

“Selain IMB, CV Ragil Barep juga tidak memiliki sertifikat laik fungsi (SLF),” kata Kabid Informasi dan Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Bangkalan Jemmi Tria Sukmana, Senin (1/3/2021).

Perusahaan yang berlokasi di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal itu, lanjutnya, sudah beroperasi sejak 2017. Sadangkan nomor induk berusaha (NIB) milik CV Ragil Barep baru keluar pada tahun 2019.

DPMPTSP-Kabupaten-Bangkalan-2.jpg

“Kami pasang stiker bertuliskan ‘Bangunan Ini Tidak Berizin’ di kantor CV Ragil Barep. Sejauh ini sudah ada tiga kegiatan usaha yang kami tertibkan dengan penempelan stiker serupa,” terang Jemmi.

Menurutnya, DPMPTSP tidak akan segan-segan memberikan tidak tegas bagi perusahaan yang tidak memiliki dokumen perizinan. Terlebih, perusahaan yang bersangkutan sudah diberi pembinaan maupun peringatan.

“Dalam periode tertentu akan diberikan teguran. Bahkan bisa dilakukan pembekuan atau pencabutan perizinan berusaha yang dimiliki pelaku usaha,” tegas Jemmi.

Inspeksi mendadak (sidak) hari ini, kata Jemmi, menyasar tiga pelaku usaha di Kecamatan, Kamal, Kecamatan Labang, dan Kecamatan Kwanyar. Namun, untuk pelaku usaha di Kecamatan Labang dan Kwanyar terkendala lokasi yang belum diketahui.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak kecamatan juga tidak mengetahui. Pihak pelaku usaha seperti ketakutan. Kami sempat komunikasi sebelum telepon selulernya dinonaktifkan,” paparnya.

Tahun ini, sambung Jemmi, DPMPTSP menargetkan pengawasan terhadap 60 pelaku usaha menengah-besar lengkap dengan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) dan 180 pelaku izin usaha mikro kecil (IUMK).

“Termasuk melakukan pembinaan dan sosialisasi kemudahan berusaha terhadap 900 pelaku izin usaha mikro-kecil yang ada di 18 kecamatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Admin CV Ragil Barep Rika Patricia tidak memungkiri jika kegiatan usaha pembotolan oksigen berkapasitas 6m3 itu tidak mengantongi IMB dan DLF. Ia berdalih dua dokumen perizinan itu sedang diurus.

“Sesuai arahan DPMPTSP dokumen IMB dan SLF harus segera kami selesaikan supaya kegiatan usaha CV Ragil Barep bisa berlanjut. Apalagi, kami mendistribusikan oksigen ke puskesmas di Kabupaten Bangkalan,” janjinya. (*)

Leave your vote

789 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *