Muhaddis Garis Lucu, Historisitas Argumen Keabsahan Hadis dan Hal-Hal yang Tak Selesai

by -2 views
muhaddis-garis-lucu,-historisitas-argumen-keabsahan-hadis-dan-hal-hal-yang-tak-selesai

Harakah.idMuhaddis Garis Lucu menampilkan satu kondisi dan situasi periwayatan di masa lalu. Bahwa tradisi periwayatan yang kemudian menjadi bahan bangunan ilmu hadis, nyatanya adalah tradisi yang total dan bermozaik.

Untuk apa buku Muhaddis Garis Lucu ditulis?

Satu tantangan yang tak kunjung reda dari alam akademia orientalistik adalah bahwa hadis tidak akan kunjung bisa diyakini otentisitasnya selama belum ada naskah fisik yang menunjukkan bahwa aktivitas periwayatan terjadi pada rentang masa pasca Nabi Muhammad wafat sampai dibukukannya kitab-kitab hadis. Para peneliti yang tumbuh dalam iklim berpikir orientalisme Barat lantas menyodorkan satu keping jalan keluar; menolak argumentasi berbasis sanad dan mengajukan [redaksi] hadis sebagai dokumen sejarah.

Di sinilah ambiguitas muncul. Di satu sisi, para peneliti yang memperkenalkan historiografi kritis tersebut meletakkan hadis sebagai sumber primer, sebagai dokumen sejarah. Namun di sisi yang lain, ada gejala penghakiman dan sebuah sikap yang meletakkan teks sebagai benda bisu, yang kemudian berlanjut pada lahirnya cara pandang yang seolah-seolah mengganggap bahwa para ulama klasik perawi hadis tidak cukup berintegritas hanya karena menyediakan wujud argumentasi soal otentisitas hadis yang tidak sesuai dengan definisi argumentasi yang rasional, empirik dan absah menurut mereka. Alih-alih diberi kesempatan untuk menampilkan dirinya sebagai sebuah lokus tradisi yang hidup dan berdenyut, kebenaran historis yang menyertai lahirnya sebuah teks justru ditindih secara positivistik dengan dalih historisitas itu sendiri.

Positivisme sejarah lalu mendorong mereka melakukan mutilasi tradisi masa lalu; mengabaikan tradisi lisan, sekaligus menempatkan tradisi tulis sebagai definisi kebenaran sejarah hadis itu sendiri. Padahal, fakta bahwa transmisi periwayatan juga menitipkan peran pada tradisi lisan dan memori kolektif, adalah fakta historis yang – meskipun tidak semuanya bisa diakses dalam wujud karya hari ini – merupakan argumentasi untuk memastikan bahwa hadis-hadis itu benar-benar datang dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Buku Muhaddis Garis Lucu ini memotret bagaimana tradisi tulis, tradisi lisan dan memori kolektif berkerja secara totalitas membentuk tradisi periwayatan hadis di masa lalu; utamanya di masa-masa rentang abad yang dianggap kosong dan hitam menjelang kodifikasi. Tanpa harus berlagak hendak mengkritisi pandangan sarjana revisionis yang lagi trend, buku ini secara tidak langsung hendak terlibat dalam perbincangan ruwet itu.

Lho, kok serius?! Ah, lupa. Padahal ini kan buku Muhaddis Garis Lucu, bukan Garis Serius! Pesan segera di sini!

Leave your vote

298 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *