Meski Banyak Masalah, Rugi Bandar jika Batalkan F-35

by -9 views
meski-banyak-masalah,-rugi-bandar-jika-batalkan-f-35

Kenyataannya adalah Amerika Serikat membutuhkan F-35, dan mundur dari program pembangunan jet itu sekarang akan menimbulkan risiko yang sangat berbahaya.

Angkatan Udara Amerika Serikat menghadapi titik krusial terkait F-35 Joint Strike Fighter. Siapa pun yang menyimak berita tentang F-35 selama beberapa bulan terakhir, pasti tidak melewatkan serangan-serangan yang dilontarkan terhadap program tersebut.

Contoh bagus yang muncul baru-baru ini adalah kalimat utama dari berita CNBC di situs MSN, yang menyatakan, “Pentagon berada di bawah tekanan dari anggota parlemen AS tentang bagaimana mereka akan membayar jet tempur F-35, yang sejauh ini harganya telah lebih dari US$1,5 triliun.”

Selain itu, salah satu pernyataan yang sering terdengar adalah, hampir 20 tahun setelah kontrak pertama kali diberikan kepada Lockheed, jet tempur tersebut masih belum dalam produksi penuh.

Pesan-pesannya sangat agresif dan pedas. Program ini memang masih mengalami banyak tantangan, terutama dalam hal pembaruan perangkat lunak, mesin, dan biaya pemeliharaan. Namun, tantangan seperti itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pencapaian yang ditunjukkan pesawat itu setiap hari mereka terbang.

jet F-35

Sebuah jet tempur F-35 dalam penerbangan. (Foto: Reuters/Korps Marinir Amerika Serikat)

Menurut Douglas Birkey dari The National Ardour, jika penentang mendapatkan apa yang mereka inginkan dan program dibatalkan atau dibatasi secara dramatis, maka miliaran dalam pengembangan, pengujian, dan produksi awal akan sia-sia. Menginvestasikan miliaran di bagian awal sebuah program tetapi gagal mewujudkan kapasitas yang direncanakan, adalah pandangan yang sempit secara strategis dan tidak sehat secara ekonomi.

Berapa banyak orang yang membangun rumah, tetapi meninggalkannya karena mereka tidak ingin berurusan dengan pertumbuhan biaya di menit-menit terakhir dan penundaan jadwal? Jawabannya jelas, tidak ada.

Mereka yang kritis terhadap F-35 perlu meluangkan waktu untuk mempertimbangkan opsi Angkatan Udara, kata Birkey. Pertama dan terpenting, spektrum misi tempur udara yang dilakukan oleh pesawat memberikan kondisi yang tidak dapat dinegosiasikan yang diperlukan untuk setiap operasi militer yang berhasil.

Kapal di laut, pasukan di darat, pusat kendali ruang angkasa, jalur logistik, dan pangkalan operasi tidak dapat bertahan jika mengalami serangan bersama dari langit. Mempertanyakan apakah Angkatan Udara membutuhkan pesawat tempur contemporary untuk memenuhi misi ini melewatkan realitas utama ini. Sementara Angkatan Laut dan Korps Marinir memiliki pesawat tempur, inventaris mereka tidak memiliki skala Angkatan Udara, perspektif luas teater dan global, dan tidak cukup untuk memenuhi permintaan komandan kombatan nasional.

Sementara beberapa orang mungkin khawatir angkatan tempur masa depan Angkatan Udara akan semakin bergantung pada F-35, mereka perlu menyadari bahwa para pemimpin di Departemen Pertahanan dan Kongres, bukan dinas, yang memotong lini produksi F-22 di angka 187 pesawat, setengah dari persyaratan awal.

Memang, F-35 mengalami masalah teknis tertentu, tapi ini semua bisa dipecahkan, Birkey menekankan. Setiap pesawat tempur yang dibuat sebelum F-35 mengalami masalah serupa. Ada suatu titik di tahun 1970-an ketika setengah dari armada F-15 dilarang terbang karena masalah mesin dan F-16 mengalami kecelakaan berulang. Masalah-masalah itu diidentifikasi, solusi diterapkan, dan program berhasil.

Menerapkan cara yang masuk akal seperti ini ke depan adalah opsi yang paling cepat dan hemat biaya yang tersedia untuk Angkatan Udara. Apakah itu membuat frustasi? Tentu saja. Apakah itu bisa dikelola? Iya.

Itulah mengapa Angkatan Udara perlu mendapatkan kembali kendali atas narasi seputar F-35. Dugaan-dugaan yang tidak terkendali dan salah informasi berisiko menjatuhkannya di ranah politik, dan akhirnya merugikan kepentingan keamanan Amerika.

Penerjemah: Nur Hidayati

Editor: Aziza Larasati

Keterangan foto utama: Sebuah jet tempur F-35 Israel tampil dalam pertunjukan udara di upacara wisuda pilot Israel di pangkalan Angkatan Udara Israel Hatzerim, 27 Juni 2019. (Foto: Getty Photographs/AFP/Jack Guez)

Meski Banyak Masalah, Rugi Bandar jika Batalkan F-35

Amerika Serikat, Angkatan Udara AS, F-35, Jet Tempur, Jet Tempur AS, Militer AS

Leave your vote

298 Points
Upvote Downvote

#SuaraNetizenIndonesia Rss Feed

Gravatar Image
Akun Otomatis dari #RSS feed News Aggregator Situs dan Blog Populer di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *