Merintis Karier Menjadi CTO (Chief Technology Officer) Professional

by -0 views
merintis-karier-menjadi-cto-(chief-technology-officer)-professional

Dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas bisnis, teknologi dan infrastruktur sangat penting untuk tetap diperhatikan. Tentu saja, terdapat peran penting di dalamnya untuk dapat mengatur urusan tersebut. Jabatan atau posisi yang tepat untuk mengemban tugas tersebut adalah CTO atau dikenal dengan chief technology officer.

Jabatan tersebut terbilang sangat krusial di dalam bisnis berbasis startup hingga berskala enterprise. Baik perusahaan yang terjun di sektor industri maupun non-industri membutuhkan sosok tersebut. 

Pada artikel kali ini, kami akan memberikan beberapa penjelasan berkaitan dengan karier, tugas dan tanggung jawab menjadi CTO.

Apa itu CTO

CTO adalah salah satu posisi penting yang bertanggung jawab dalam mempunyai kewenangan khusus untuk membuat sebuah keputusan berkaitan dengan teknologi dan seluruh infrastruktur kerja yang ada. Posisi ini termasuk ke dalam tim eksekutif dalam sebuah perusahaan, dan mempunyai jabatan yang sama dengan COO, CFO, atau CMO.

Sebagai pemangku kepentingan tertinggi dalam bidang teknologi, maka posisi ini mempunyai kewajiban untuk memimpin seluruh departemen, divisi, atau tim engineering. Sehingga, segala bentuk riset terkait urusan tools, resources, dan teknologi yang digunakan perusahaan dapat terlaksana dengan optimal.

Gaji yang Dimiliki oleh Chief Technology Officer

Berapakah gaji yang diberikan untuk jabatan eksekutif seorang chief technology officer? Untuk rata – rata pendapatan dari CTO sendiri menyesuaikan dengan kondisi dan struktur sebuah perusahaan. Selain itu juga menyesuaikan dengan jumlah rata – rata pendapatan di setiap daerah.

Menurut sumber dari website Katadata, pada tahun 2020 gaji CTO mencapai 1,9 miliar per tahun. Sehingga, pendapatan mereka dapat mencapai 83,3 juta hingga 158,3 juta rupiah untuk tiap bulannya.

Tugas dan Tanggung Jawab Seorang CTO

Pada dasarnya, tugas dan tanggung jawab utama dari seorang CTO adalah memastikan bahwasannya setiap teknologi yang sedang digunakan mampu menunjang kebutuhan perusahaan, serta mengikuti trend terbaru yang lebih fleksibel dan canggih (advanced).

Mengapa demikian? Dikarenakan, apabila kita membangun sebuah bisnis yang optimal, maka kita perlu untuk mengalahkan kompetitor kita secara profesional. Pasalnya, perusahaan yang gagal untuk mengikuti perkembangan teknologi terbaru akan jauh tertinggal dengan kompetitor bisnis yang lainnya.

Tugas berikutnya, chief technology officer juga memonitoring dan memastikan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) mampu berkompetisi dengan produktif dan sehat. Untuk dapat meningkatkan kompetensi pada setiap karyawan, maka diperlukan adanya guideline, pelatihan, dan arahan yang tepat sesuai dengan masing – masing jobdesk yang telah diberikan.

Chief technology office di luar hal tersebut juga bertanggung jawab dalam menyusun, membuat, merancang, dan menetapkan kebijakan teknis untuk menghasilkan komponen produk yang strategis sesuai niche bisnis tersebut.

Kemudian, juga mampu untuk menjelaskan kepada departemen atau divisi non-teknis agar tetap memastikan aktivitas kerja berada di jalur yang tepat. Dan tugas yang paling penting, CTO juga bertanggung jawab dalam mengembangkan produk dan teknologi terbaru untuk tetap memastikan sistem operasional bisnis perusahaan berjalan dengan semestinya.

Jenjang Karier dan Skill yang Dibutuhkan

Terdapat beberapa kemampuan dan jenjang khusus agar dapat menempati posisi sebagai CTO di dalam sebuah perusahaan. Berikut ini kami akan jelaskan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

  • Karier Menjadi CTO Profesional

Untuk dapat mencapai tingkat eksekutif, dengan menjadi chief technology officer atau direktur teknologi tentunya tidak mudah. Terdapat beberapa faktor utama selain pengalaman dan kemampuan teknis yang mumpuni.

Pertama, anda dapat merintis karier dari tingkat yang paling kecil misalnya menjadi developer atau engineer. Langkah selanjutnya, anda perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman anda lebih dalam di bidang teknologi atau product development.

chief technology officer

© Unsplash

Sehingga, anda dapat menjadi engineer lead dan mampu memimpin beberapa anggota developer yang lain untuk mengerjakan suatu produk atau proyek. Kemudian, jika anda mempunyai cukup pengalaman dan telah mengerjakan berbagai proyek dengan hasil yang maksimal, anda dapat mencapai posisi sebagai project manager.

Posisi tersebut tentunya memiliki tanggung jawab yang lebih berat, dimana anda tidak hanya menguasai ilmu di bidang development saja, namun juga perlu untuk mempelajari marketing, management, dan finance untuk membangun sebuah produk.

Setelah anda memiliki cukup pengalaman dan karier kerja anda sudah memenuhi standar kualifikasi yang baik, maka anda dapat dipromosikan sebagai CTO. Dimana, anda mempunyai peran penting dalam membangun RnD (Research and Development) yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan kantor anda.

  • 7 Kemampuan Utama CTO

Setidaknya, terdapat 7 skill penting yang perlu untuk diperhatikan dan dimiliki agar dapat memulai mencapai posisi sebagai chief technology officer, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Consumer Liaison

Kemampuan yang pertama, anda perlu untuk mempunyai keahlian dalam berkomunikasi agar dapat menjadi penghubung antara pelanggan dan bisnis. Dimana, anda perlu untuk menjelaskan terkait market research (target pasar) dan membantu dalam memperkenalkan produk ke target konsumen.

2. Strategic Planner

Kedua, mampu berpikir strategis dan sifatnya adalah global. Karena, CTO berkewajiban khusus dalam memantau setiap perkembangan dari berbagai divisi mulai dari developer, UI/UX, designer, DevOps, SEO Specialist, dan lain sebagainya.

Sangat penting untuk memiliki pandangan dan pikiran yang luas, sehingga dapat menyelesaikan masalah serta memberikan solusi yang paling efisien bagi kebutuhan bisnis. 

3. Infrastructure Overseer

Ketiga, CTO juga penting untuk memiliki kemampuan dan dasar pengetahuan terkait keamanan, jaringan, pemeliharaan berbagai sistem dan teknologi yang digunakan.

Selain itu, juga sangat penting untuk merancang dan mengembangkan roadmap bisnis mengenai teknologi yang digunakan untuk kedepannya. Sehingga, setiap posisi dalam sebuah tim dapat tersinkronisasi dengan baik dan mampu beradaptasi dengan lebih cepat untuk mencapai goals utama bisnis.

4. Thinker

Keempat, CTO juga mempunyai kedekatan dengan CEO serta anggota manajemen senior yang lain dalam mendorong ketersediaan teknologi yang tepat guna dan efektif. Selain itu juga menyiapkan perihal penyusunan strategi perusahaan, model bisnis, dan analisa target pemasaran produk yang tepat.

5. Constant Education

Kelima, untuk dapat menjadi CTO professional, anda perlu untuk terus belajar dan belajar lebih giat lagi. Menyesuaikan dengan kebutuhan dan tren teknologi terbaru saat ini, maka kita perlu untuk meningkatkan expertise agar tidak tertinggal dalam persaingan di era digitalisasi saat ini.

Pendidikan juga menjadi suatu hal yang penting dan tidak boleh diremehkan. Dengan terus mengasah skill dan meningkatkan insight, maka anda mampu memperoleh pengalaman yang lebih banyak dan mampu memberikan solusi terbaik untuk bisnis anda.

6. People Skills

Keenam, apabila anda telah menjadi tim eksekutif di sebuah perusahaan, tentunya perlu untuk memiliki sikap dalam menginspirasi orang di sekitar anda. Begitu juga dengan pekerjaan CTO ini, anda perlu bergerak lebih cepat dan mendorong tim untuk berjalan di ritme dan visi yang sama.

Perlu untuk menumbuhkan sikap empati dan jiwa kepemimpinan yang besar agar mampu menggerakkan bisnis perusahaan untuk jangka waktu yang panjang.

7. Time Management

Skill yang terakhir, manajemen waktu merupakan kunci sukses seseorang dalam berkarier. Dimana, anda perlu menentukan dan membagi waktu seoptimal mungkin agar setiap aktivitas dapat terselesaikan tepat waktu.

Hal tersebut tentunya sangat menunjang produktivitas kerja dan mampu meningkatkan semangat dalam mencapai objectives atau goals dalam bisnis anda.

Kesimpulan

Chief technology officer merupakan posisi eksekutif khusus yang menangani urusan manajemen teknologi, serta infrastruktur penunjang kebutuhan riset dan pengembangan produk. Untuk dapat mencapai posisi tersebut, anda perlu untuk menguasai beberapa disiplin ilmu berkaitan dengan perangkat lunak, keras, jaringan, atau sistem informasi manajemen lainnya. Pastikan juga untuk selalu mengikuti tren teknologi terbaru untuk dapat bersaing dengan kompetitor bisnis anda.

Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan website profesional untuk membantu dalam memasarkan produk atau layanan anda di mesin pencari Google secara SEO friendly.

Leave your vote

742 Points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *